Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Nasional

GAS TERUS…!Fahri Hamzah Tantang Capres Dari Jakarta dan Jawa, Ada Apa

badge-check

 GAS TERUS…!Fahri Hamzah Tantang Capres Dari Jakarta dan Jawa, Ada Apa Perbesar

TEROPONGISTANA.COM JAKARTA – Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah menantang para elite politik dari Jakarta dan Jawa, yang digadang-gadang sebagai calon presiden (Capres), untuk adu gagasan dengan ‘jagoan lokal’ soal apa yang akan diperbuat untuk Indonesia.

“Saya bingung dengan cara orang-orang Jakarta ngatur capras-capres ini. Seolah Indonesia Raya ini hanya ada Jakarta dan Jawa. Kalau nyali kalian kuat, buka lapangan pertandingan di seluruh Indonesia sejak awal, untuk tarung terbuka adu gagasan dengan jagoan lokal. Jawab isu-isu mereka!” kata Fahri melalui keterangan tertulisnya, Senin (15/11/2021).

Baca juga 

Fahri mengajukan tantangan ini karena mengaku bingung dengan cara para elite yang hanya mengatur capres yang akan diusungnya pada pemilu presiden (Pilpres) 2024, hanya dari Jakarta dan Jawa. Padahal Indonesia begitu luas.

Lebih lanjut, mantan Wakil Ketua DPR RI ini meyakini masyarakat pun ingin mendengar gagasan-gagasan para capres tersebut mengenai isu-isu strategis nasional, soal kebangsaan, dan posisi Indonesia di kancah internasional.

“Mau ngapain kalian di Sabang-Merauke, Miangas-Pulau Rote? Berani nggak? Debat di IPB soal pertanian, di Uncen soal masa depan Papua, soal batubara dan masa depan bumi di kalimantan, soal budaya di UGM, soal Teknologi di ITB, soal ekonomi di Airlangga, soal INTIM di Unhas, dan lain-lain,” sambung Fahri.

Capres-capres juga ditantang Fahri untuk keliling debat soal Pancasila di Lemhanas dan pesantren-pesantren, soal relasi agama dan negara di depan para pemuka agama-agama, dan soal agenda strategis pendidikan bangsa di depan para guru besar? Soal cara memberantas korupsi di depan fakultas hukum dan soal lainya.

“Kita ingin dengar sikap capras-capres soal konflik dan dagang antara negara2 besar khususnya Amerika dan China, lalu posisi kita di laut china selatan serta gagasan apa untuk kerjasama pasifik. Bagaimana masa depan ASEAN dan GNB serta serangakain inisiatif RI dari masa lalu?” sambungnya.

Baca juga : Presiden Jokowi Apresiasi Peparnas XVI Papua 2021

Fahri menganggap wajar keinginannya dan orang-orang yang setuju dengannya. Sebab sayang Indonesia yang luas dan besar hanya bisa memunculkan dua calon pemimpin, terlebih kalau orangnya sama.

“Maafkan jika saya membayangkan suatu yang ideal sebab negara ini layak mendapatkan yang paling ideal. Janganlah lagi pemilihan pemimpin kayak kemarin, beli kucing dalam karung dengan debat ala kelompencapir. Out of the blue alias ujug-ujug calon tinggal dua podo wae sami mawon,” ucapnya.

Fahri yang juga mantan Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini meyakini bahwa elite politik Indonesia tahu mereka tengah ditipu mekanisme Pilpres, atau sengaja menipu diri sendiri. Karena itu, dia menyayangkan kalau Pilpres langsung saat ini dilaksanakan sekadar basa-basi, padahal kalau mau Indonesia bisa menggunakan sistem tak langsung.

“Saran say, sebaiknya sistem pemilu legislatif (Pileg) diubah menjadi sistem pemilihan distrik, dan anggota MPR hasil pemilihan distrik itu yang memilih presiden. Daripada kita memilih sistem Pilpres langsung, tapi nggak ada capras-capres yang mau tarung terbuka, ya mendingan Pileg dibuat sistem distrik lalu MPR memilih presiden dari anggota MPR terpilih. Keduanya lebih jelas dan terus terang. Gak nipu diri dan adu domba rakyat,” kata Fahri mengusulkan.

Karena, dia melihat, capres-capresan ini mereduksi kebesaran negara Indonesia, bahkan seperti penipuan para elite politik di Jakarta kepada seluruh rakyat Indonesia. Kenapa masalah capres ini selalu Jakarta sentris dan itu hal yang menyebalkan baginya.

“Lama-lama capras-capres ini mereduksi kebesaran republik ini. Semacam penipuan elite Jakarta terhadap rakyat di se-antero negeri. Kita harus koreksi sirkus Jakarta sentris ini. Indonesia luas, rakyatnya banyak dan beragam. Masak pemimpinnya cuman 2 alternatif. Menyebalkan!” tukasnya. (Nanang)

Baca Lainnya

Indonesia-Arab Saudi Teken Kerja Sama Jaminan Produk Halal

20 Oktober 2023 - 07:08 WIB

IMG 20231020 WA0005

Relawan Relawan Ganjar Mahfud MD 2024 Deklarasi Di Sumbar Bersama Forlop Indonesia dan Harmoni Indonesia

19 Oktober 2023 - 22:48 WIB

IMG 20231019 WA0443

Pulihkan Duit Negara 800 Miliar, Kejari Jakbar Terima Penghargaan dari Kemenkeu

19 Oktober 2023 - 19:45 WIB

IMG 20231019 WA0301

Jaga Konstitusi Kita, Bersihkan MK dari Makelar Keluarga

19 Oktober 2023 - 14:42 WIB

IMG 20231019 143502

Mantap, Paslon Anies-Amin Daftarkan Diri Ke KPU

18 Oktober 2023 - 20:48 WIB

IMG 20231018 WA0197
Trending di Nasional