{"id":183854,"date":"2022-12-20T17:44:35","date_gmt":"2022-12-20T10:44:35","guid":{"rendered":"https:\/\/teropongistana.com\/?p=183854"},"modified":"2025-03-10T11:58:16","modified_gmt":"2025-03-10T04:58:16","slug":"lokakarya-pgp-173-guru-se-jaktim-siap-jadi-pemimpin-guru-penggerak-kurikulum-merdeka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/teropongistana.com\/news\/183854\/lokakarya-pgp-173-guru-se-jaktim-siap-jadi-pemimpin-guru-penggerak-kurikulum-merdeka\/","title":{"rendered":"Lokakarya PGP, 173 Guru Se-Jaktim Siap Jadi Pemimpin Guru Penggerak Kurikulum Merdeka"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Teropongistana.com JAKARTA<\/strong> \u2013 Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) DIY bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta wilayah Jakarta menggelar Lokakarya 7 Pendidikan Guru Penggerak (PGP). Tidak tanggung-tanggung lokakarya PGP diikuti sebanyak 172 Calon Guru Penggerak dari Jakarta Timur di Kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Selasa (20\/12).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cGuru Penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang menerapkan merdeka belajar dan menggerakkan seluruh ekosistem pendidikan untuk mewujudkan pendidikan yang berpusat pada murid,\u201dkata Penjab PGP BBGP DIY Yuliawanto kepada wartawan, Selasa (22\/12)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adapun lokakarya yang diikuti Guru Penggerak, sambungnya, merupakan tindaklanjut yang sebelumnya mereka ikuti pelatihan selama 6 bulan. Untuk kali ini yakni episode kelima dari rangkaian kebijakan Merdeka Belajar yang diluncurkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang dilaksanakan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) bersama seluruh BBGP\/BGP semua provinsi di Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cProgram Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) adalah program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan melalui pelatihan dan kegiatan kolektif guru. Program ini memberikan bekal kemampuan kepemimpinan pembelajaran dan pedagogi kepada guru sehingga mampu menggerakkan komunitas belajar, baik di dalam maupun di luar sekolah serta berpotensi menjadi pemimpin pendidikan yang dapat mewujudkan rasa nyaman dan kebahagiaan peserta didik ketika berada di lingkungan sekolahnya masing-masing,\u201dbebernya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk itu, lanjutnya guna meningkatkan kualitas guru penggerak harus melalui<br \/>\nproses pendidikan di sekolah yang akan menggerakkan seluruh ekosistem sekolah untuk mendukung proses dan hasil belajar murid.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Termasuk lanjutnya, hasil belajar murid tidak hanya dimaknai dengan nilai-nilai, tapi juga pada karakter dan sikap murid yang tertuang dalam profil pelajar Pancasila. PGP didesain untuk mendukung hasil belajar yang implementatif berbasis lapangan dengan menggunakan pendekatan andragogi, belajar melalui tatap muka dan belajar mandiri selama 6 bulan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKegiatan PGP dilaksanakan menggunakan metode pelatihan dalam jaringan (daring), lokakarya, dan pendampingan individu,\u201d paparnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yuliawanto menambahkan, untuk proporsi kegiatan, terdiri atas 70% belajar di tempat bekerja (on-the-job training), 20% belajar bersama rekan sejawat, dan 10% belajar bersama narasumber, fasilitator, dan Pengajar Praktik. Pada PGP Angkatan 5 ini, BBGP DIY mendapatkan tugas untuk melaksanakan PGP 7 kabupaten\/kota yang berada di wilayah provinsi DIY dan DKI Jakarta dengan total sasaran 698 orang<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201d Sasaran kabupaten\/kota dapat di rinci sebagai berikut, Kota Yogyakarta : 50 orang, Kabupaten Kulon Progo : 75 orang, Kota Jakarta Pusat : 64 orang, Kota Jakarta Barat : 96 orang, Kota Jakarta Timur : 172 orang, Kota Jakarta Selatan : 142 orang dan Kota Jakarta Utara : 99 orang,\u201dpungkasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teropongistana.com JAKARTA \u2013 Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) DIY bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":183871,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-183854","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts\/183854","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/comments?post=183854"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts\/183854\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/media\/183871"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/media?parent=183854"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/categories?post=183854"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/tags?post=183854"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}