{"id":21114,"date":"2022-05-19T21:50:23","date_gmt":"2022-05-19T14:50:23","guid":{"rendered":"https:\/\/teropongistana.com\/?p=21114"},"modified":"2022-05-19T21:50:23","modified_gmt":"2022-05-19T14:50:23","slug":"lanyalla-dukung-program-pasporisasi-kjri-jeddah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/teropongistana.com\/news\/21114\/lanyalla-dukung-program-pasporisasi-kjri-jeddah\/","title":{"rendered":"LaNyalla Dukung Program Pasporisasi KJRI Jeddah"},"content":{"rendered":"<p><strong>TEROPONGISTANA.COM<\/strong> \u2013 Program Pasporisasi yang dicanangkan Pemerintah melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah mendapat dukungan Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.<\/p>\n<p>Hal itu disampaikan LaNyalla saat berkunjung ke Wisma KJRI, di Kota Jeddah, bersama delegasi DPD RI dalam rangkaian kunjungan kerja ke Arab Saudi, Selasa (17\/5\/2022) malam waktu setempat.<\/p>\n<p>Seperti diketahui, Konjen RI Jeddah mulai melakukan pendataan dan survei terhadap WNI yang overstay dan expired paspor di daerah kerja KJRI Jeddah. Pertimbangan kebijakan tersebut adalah untuk memastikan status WNI tidak stateless (tidak punya negara).<\/p>\n<p>\u201cDalam perspektif HAM, program Pasporisasi layak didukung, karena membiarkan WNI stateless bisa dipandang sebagai negara tidak hadir, dan itu bisa dipandang sebagai pelanggaran HAM,\u201d kata LaNyalla, yang hadir didampingi Sekjen DPD RI Rahmah Hadi.<\/p>\n<p><strong>Baca juga :<\/strong><a href=\"https:\/\/teropongistana.com\/pengamat-universitas-al-azhar-sebut-lanyalla-maju-di-pilpres-2024-sebagai-hiburan\/\"><strong>Pengamat Universitas Al-Azhar Sebut LaNyalla Maju di Pilpres 2024 Sebagai Hiburan<\/strong><\/a><\/p>\n<p>Kepala KJRI Jeddah Eko Hartono menambahkan, program Pasporisasi akan dimulai dengan target 10 ribu WNI di Kota Jeddah. Untuk kemudian dilakukan evaluasi, apakah akan diperbesar volumenya atau tetap dalam kisaran itu. \u201cKalau diperbesar, kami pasti membutuhkan tambahan sumber daya dari Jakarta,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Terkait Pekerja Migran Indonesia (PMI), Eko mengakui jumlah yang berdokumen resmi dengan yang tidak berbanding tiga kali lipat lebih banyak yang tidak berdokumen.<\/p>\n<p>\u201cDi daerah kerja KJRI Jeddah, yang non-dokumen sekitar 560 ribu, sedangkan yang berdokumen sekitar 168 ribu. Kalau di Riyadh, yang berdokumen sekitar 130 ribu,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Eko juga menyampaikan beberapa kasus yang dihadapi para PMI di Arab Saudi, khususnya di wilayah kerja KJRI Jeddah yang meliputi Mekkah, Madinah, Tabuk dan Asheer.<\/p>\n<p>\u201cLuasnya wilayah kerja KJRI memberi kendala tersendiri untuk percepatan pelayanan PMI yang mengalami persoalan. Apalagi seperti di Tabuk, yang jaraknya 1200 kilometer dari Jeddah. Sedangkan PMI Ilegal, tidak bisa menggunakan transportasi publik, sehingga harus kami jemput dengan kendaraan lewat darat,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Ditambahkan, dari tabulasi kasus, 60 persen terkait upah yang tidak dibayar, 30 persen tidak bisa pulang, dan sisanya 10 persen kriminal dan sex abuse. \u201cKasus upah dan tidak bisa pulang karena paspor ditahan majikan merupakan salah satu kelemahan dari sistem Kafil yang belum tereformasi dengan baik. Dominasi majikan masih terlalu kuat,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Untuk itu, Eko meminta dukungan Ketua DPD RI untuk penguatan dukungan dari Kemenlu dan Kementerian terkait, terutama untuk pembekalan pelatihan para PMI yang ditampung di shelter PMI KJRI Jeddah. \u201cJuga fasilitas di shelter, terutama tempat tidur yang perlu peremajaan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Terkait Pandemi Covid19, Eko juga menyampaikan, pemerintah RI secara resmi mencabut syarat PCR bagi kepulangan jamaah umroh, menyusul keluarnya SE Satgas Covid Nomor 19\/2022 yang berlaku per tanggal 18 Mei 2022.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TEROPONGISTANA.COM \u2013 Program Pasporisasi yang dicanangkan Pemerintah melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah mendapat&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":21115,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1963,1188,1962],"class_list":["post-21114","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-kjri-jeddah","tag-lanyalla","tag-program-pasporisasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts\/21114","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/comments?post=21114"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts\/21114\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/media\/21115"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/media?parent=21114"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/categories?post=21114"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/tags?post=21114"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}