{"id":228293,"date":"2025-01-23T13:37:49","date_gmt":"2025-01-23T06:37:49","guid":{"rendered":"https:\/\/teropongistana.com\/?p=228293"},"modified":"2025-01-23T18:05:35","modified_gmt":"2025-01-23T11:05:35","slug":"hakim-diduga-bersekongkol-dengan-mafia-tanah-warga-binanga-geruduk-pengadilan-tun-makassar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/teropongistana.com\/hukum\/228293\/hakim-diduga-bersekongkol-dengan-mafia-tanah-warga-binanga-geruduk-pengadilan-tun-makassar\/","title":{"rendered":"Hakim Diduga Bersekongkol dengan Mafia Tanah, Warga Binanga Geruduk Pengadilan TUN Makassar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Teropongistana.com\u00a0Jakarta &#8211; Puluhan warga Lingkungan Binanga Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, menggeruduk Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Makassar, Selasa (21\/1\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warga melakukan aksi protes melalui unjuk rasa di depan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Makassar, karena diduga ada Hakim yang bersekongkol dengan\u00a0Mafia Tanah, sehingga merampas tanah warga Binanga di Kabupaten Majene.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hasliati, seorang warga yang melakukan unjuk rasa, mengungkapkan, mereka datang menggeruduk Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Makassar karena Hakim Pengadilan TUN Makassar telah berpihak kepada perampas tanah rakyat yakni kepada komplotan\u00a0Mafia Tanah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami warga masyarakat Binanga melawan mafia tanah, dan meminta Hakim jangan bersekongkol dengan pencuri tanah,\u201d tutur Hasliati lewat reallis yang diterima redaksi, Kamis (23\/1\/2025)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warga mendesak Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar untuk segera memeriksa Majelis Hakim yang mengadili perkara No. 87\/G\/2024\/PTUN.MKS.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perkara tersebut telah diputus pada tanggal 9 Januari 2025 oleh Ketua Majelis Hakim bernama\u00a0Andi Jayadi Nur, SH., MH.,\u00a0dengan Hakim Anggota bernama\u00a0Lutfi, SH., dan\u00a0Sanny Pattipelohy, SH., MH.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Hasliati, patut diduga Hakim telah bersekongkol dengan pencuri tanah. Dan patut diduga Hakim telah menjadi kaki tangan\u00a0mafia tanah, sehingga majelis hakim tidak mempertimbangkan keterangan saksi Bahira dan Marsukawati serta 41 alat bukti surat yang diajukan Bungadia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cHakim juga telah mengaburkan fakta-fakta yang sebenarnya termasuk fakta sumur tua yang dibangun jauh sebelum Indonesia Merdeka oleh Kakek-Nenek Bungadia di lokasi objek,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aneh bin Ajaib, lanjut dia, istilah itu sangat cocok disematkan untuk para Hakim PTUN Makassar yang memenangkan pihak Penggugat hanya berdasarkan klaim sepihak bahwa itu adalah tanah milik\u00a0\u2018Kerajaan\u2019, dan tidak mempunyai surat-surat tanah maupun bukti-bukti kepemilikan tanah ataupun riwayat\u00a0\u2018Tanah Kerajaan\u2019.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSedangkan Bungadia memiliki Sertipikat Hak Milik yang terbit tahun 2019 dan ada bukti sumur tua yang dibangun di lokasi objek,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warga berharap, Badan Pengawasan Mahkamah Agung (Bawas MA), Komisi Yudisial (KY), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Kejaksaan, untuk segera memeriksa Majelis Hakim yang mengadili perkara No. 87\/G\/2024\/PTUN.MKS pada Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJuga meminta kepada Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK untuk memeriksa aliran dana masuk dan dana keluar para Majelis Hakim tersebut,\u201d ujar Hasliati.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teropongistana.com\u00a0Jakarta &#8211; Puluhan warga Lingkungan Binanga Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, menggeruduk Pengadilan Tata Usaha Negara&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":228294,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[48],"tags":[6246],"class_list":["post-228293","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum","tag-ptun-makasar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts\/228293","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/comments?post=228293"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts\/228293\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/media\/228294"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/media?parent=228293"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/categories?post=228293"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/tags?post=228293"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}