{"id":231516,"date":"2025-04-29T08:26:19","date_gmt":"2025-04-29T01:26:19","guid":{"rendered":"https:\/\/teropongistana.com\/?p=231516"},"modified":"2025-04-29T08:26:19","modified_gmt":"2025-04-29T01:26:19","slug":"produksi-beras-melimpah-haris-rusly-nilai-prabowo-berhasil-bangun-kemandirian-pangan-di-tengah-guncangan-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/teropongistana.com\/nasional\/231516\/produksi-beras-melimpah-haris-rusly-nilai-prabowo-berhasil-bangun-kemandirian-pangan-di-tengah-guncangan-global\/","title":{"rendered":"Produksi Beras Melimpah, Haris Rusly Nilai Prabowo Berhasil Bangun Kemandirian Pangan di Tengah Guncangan Global"},"content":{"rendered":"<p><strong>Teropongistana.com Jakarta<\/strong> \u2014 Eksponen Gerakan Mahasiswa 1998 UGM Yogyakarta, Haris Rusly Moti, mengapresiasi capaian sektor pertanian Indonesia dalam enam bulan pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Di tengah ketidakpastian global akibat perang tarif dan currency, ia menilai Indonesia telah berhasil menapaki jalan kemandirian pangan.<\/p>\n<p>\u201cKita sedang menghadapi situasi peperangan mengunakan senjata tarif dan currency. Di tengah guncangan dan ketidakpastian situasi geopolitik tersebut, bangsa kita berhasil memulai langkah dengan dasar yang kuat dan arah yang tepat, yaitu membangun kemandirian di sektor pangan,\u201d kata Haris, Senin (28\/4).<\/p>\n<p>Ia menyampaikan rasa terharunya terhadap capaian tersebut. \u201cSaya pribadi cukup terharu dengan capaian 6 bulan pemerintahan di sektor pertanian. Dalam waktu yang terbilang singkat itu, kita berhasil mencapai swasembada beras, kita \u2018kebanjiran\u2019 beras dari petani kita sendiri,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Menurut Haris, perang tarif global justru menjadi momentum penting untuk memperkuat industri pangan nasional. \u201cMenurut saya bangsa kita berpeluang membangun kemandirian industri pangan justru ketika berlangsung perang tarif dan perang currency,\u201d ujarnya. Haris menambahkan, kondisi ini memaksa negara-negara untuk bergantung pada produksi dalam negeri.<\/p>\n<p>Haris juga menyoroti dampak negatif dari perdagangan bebas terhadap industri nasional. \u201cKita semua melihat sendiri bagaimana gempuran impor produk industri asing telah meruntuhkan industri nasional kita,\u201d katanya. Ia mengungkapkan, runtuhnya sektor manufaktur, tekstil, dan pertanian menyebabkan meluasnya PHK dan pengangguran di Indonesia.<\/p>\n<p>Mengingat kondisi tersebut, Haris menekankan pentingnya gerakan kemandirian ekonomi. Ia mengutip ajaran Gandhi tentang swadesi dan menyatakan, \u201cDalam bahasa sederhana, konsep swadesi menurut Gandhi mengarah pada Swarajya (kemerdekaan). Dalam arti pemerintah oleh negeri sendiri (self-rule), yang bertumpu pada kekuatan sendiri (self-reliance).\u201d<\/p>\n<p>Haris juga mengaitkan capaian ini dengan ajaran Bung Karno. \u201cBegitu juga Bung Karno yang menjadi guru ideologis Presiden Prabowo, mewarikan kepada kita tentang Trisakti, berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi dan berkepribadian nasional,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Mengutip data BPS, Haris menyebut produksi gabah kering giling (GKG) periode Januari\u2013April 2025 mencapai 24,22 juta ton, dengan produksi beras mencapai 13,95 juta ton. \u201cDengan data BPS ini, dipastikan untuk saat ini kita tidak perlu lagi impor beras,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia menilai capaian tersebut luar biasa, mengingat sebelumnya Indonesia sangat bergantung pada impor. \u201cTidak gampang! Tapi itu fakta. Dan kita makin optimis, dalam 6 bulan ke depan kita akan menjadi salah satu eksportir beras,\u201d ujarnya. Haris bahkan menyatakan, \u201cKartel pemakan rente impor beras dan komoditi pangan lain pasti muntah darah, nangis darah dengan capaian ini.\u201d<\/p>\n<p>Lebih lanjut, ia memaparkan data serapan gabah oleh Bulog yang terus meningkat. \u201cPada pertengahan April 2025, menurut keterangan resmi Perum Bulog telah berhasil menyerap 1,4 juta ton gabah dari target 2 juta ton pada bulan April 2025,\u201d katanya, membandingkan dengan serapan di tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n<p>Haris juga menyoroti kebijakan pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen sebesar Rp6.500 per kilogram melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas). \u201cPetani kita bisa mempunyai penghasilan jumbo dalam panen raya kali ini,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia menilai kebijakan ini membebaskan petani dari \u201ckutukan\u201d yang selama ini mereka alami saat musim tanam dan panen. \u201cSaat musim tanam tiba, petani menghadapi kutukan sulit memperoleh pupuk dan benih unggul. Ketika panen raya datang, petani dihadapkan pada kutukan jatuhnya harga gabah,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Haris mengungkapkan bahwa reformasi distribusi pupuk oleh Presiden Prabowo telah memangkas birokrasi yang selama ini menghambat. \u201cMenurut keterangan Kementerian Pertanian, problem distribusi pupuk subsidi terhambat oleh birokrasi yang sengaja dibikin ruwet,\u201d ungkapnya. Kini, sistem distribusi hanya melibatkan tiga pihak: Kementerian Pertanian, PIHC, dan petani.<\/p>\n<p>Ia memuji reformasi tersebut sebagai langkah nyata untuk mempercepat distribusi pupuk dan meningkatkan produktivitas petani. Haris menegaskan, semangat Prabowo dalam melindungi petani sesuai dengan amanat Pembukaan UUD 1945.<\/p>\n<p>Meski mengakui bahwa implementasi berbagai kebijakan belum sepenuhnya sempurna, Haris menilai upaya pemerintah menunjukkan komitmen nyata. \u201cNamun niat baik itu telah dibuktikan melalui implementasi nyata melindungi petani dan industri pertanian,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ke depan, Haris berharap sektor pertanian terus dikembangkan dengan melibatkan pengusaha nasional dan perguruan tinggi dalam riset dan inovasi pertanian. \u201cDengan demikian cita-cita menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia dapat diwujudkan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia menutup pernyataannya dengan keyakinan bahwa niat baik pemimpin untuk rakyat akan membuahkan hasil positif. \u201cMenurut saya selama seorang pemimpin itu punya niat baik untuk rakyat dan bangsanya, saya yakin Insya Allah \u2018wahyu\u2019 akan menyertai, melandasi dan menuntunnya. Mari menanam!!\u201d tutupnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teropongistana.com Jakarta \u2014 Eksponen Gerakan Mahasiswa 1998 UGM Yogyakarta, Haris Rusly Moti, mengapresiasi capaian sektor&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":231517,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1026],"tags":[4423,6313,2964],"class_list":["post-231516","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-haris-rusly-moti","tag-pangan","tag-prabowo-subianto"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts\/231516","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/comments?post=231516"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts\/231516\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/media\/231517"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/media?parent=231516"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/categories?post=231516"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/tags?post=231516"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}