{"id":233499,"date":"2025-08-16T10:49:17","date_gmt":"2025-08-16T03:49:17","guid":{"rendered":"https:\/\/teropongistana.com\/?p=233499"},"modified":"2025-08-16T10:50:51","modified_gmt":"2025-08-16T03:50:51","slug":"aktivis-lingkungan-banten-minta-presiden-prabowo-copot-mendagri-tito-sebut-gagal-awasi-daerah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/teropongistana.com\/nasional\/233499\/aktivis-lingkungan-banten-minta-presiden-prabowo-copot-mendagri-tito-sebut-gagal-awasi-daerah\/","title":{"rendered":"Aktivis Lingkungan Banten Minta Presiden Prabowo Copot Mendagri Tito, Sebut Gagal Awasi Daerah"},"content":{"rendered":"<p><strong>Teropongistana.com Pandeglang<\/strong> \u2013 Penggiat lingkungan dari komunitas Mata Tunas 17, Hunaepi, menilai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian gagal menjalankan fungsi monitoring dan evaluasi (monev) kebijakan pemerintah daerah. Hal itu terkait perjanjian kerja sama penampungan sampah antara Pemkab Pandeglang dengan Kota Tangerang Selatan (Tangsel).<\/p>\n<p>Menurut Hunaepi, kebijakan tersebut sangat merugikan masyarakat Pandeglang, daerah yang dikenal sebagai kota santri sejuta santri seribu ulama. \u201cBayangkan, Pandeglang harus menampung 500 ton sampah per hari hanya demi menambah PAD. Tito Karnavian kecolongan, seharusnya kebijakan strategis seperti ini dimonitoring Mendagri dan Dirjen terkait, agar tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat,\u201d tegasnya 16 Agustus 2025.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-233501\" src=\"https:\/\/teropongistana.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG-20250814-WA0189-768x403.jpeg\" alt=\"\" width=\"768\" height=\"403\" title=\"\" srcset=\"\/\/teropongistana.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG-20250814-WA0189-768x403.jpeg 768w, \/\/teropongistana.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG-20250814-WA0189-1024x537.jpeg 1024w, \/\/teropongistana.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG-20250814-WA0189-600x315.jpeg 600w\" sizes=\"(max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><br \/>\nGelombang demonstrasi penolakan terus terjadi. Massa aksi berorasi di depan kantor Bupati Pandeglang, bahkan sempat memaksa masuk. Mereka kemudian bergeser ke Tugu Jam, membakar ban, dan bertahan hingga malam.<\/p>\n<p>\u201cTuntutan kita tetap sama, menolak kerja sama penampungan sampah dari Tangsel. Publik marah karena pemerintah seakan-akan membiarkan penderitaan masyarakat demi cuan,\u201d kata koordinator aksi, Refaldi, Kamis (14\/8\/2025).<\/p>\n<p>Peserta aksi lainnya, Rapiudin, menyoroti belum tuntasnya dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) di TPA Bangkonol. \u201cPemerintah berani ambil kebijakan padahal Amdal belum selesai dan tidak pernah ditunjukkan ke publik. Ini ketidakjelasan yang fatal,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi menegaskan bahwa hingga kini sampah dari Tangsel belum masuk ke TPA Bangkonol. \u201cAmdalnya masih digarap, sanitary landfill juga masih diproses. Jadi sebelum itu selesai, Pandeglang tidak akan menerima sampah dari Tangsel,\u201d kata Iing di Serang, Selasa (12\/8).<\/p>\n<p>Namun, pernyataan Bupati Pandeglang, Dewi Setiani,\u00a0 yang berjanji akan mencopot dinas terkait bila terbukti lalai, juga dikritik.<\/p>\n<p>Hunaepi menilai sikap tersebut terkesan cuci tangan. \u201cItu bukan sikap pemimpin yang bertanggung jawab. Masa setiap kebijakan bupati tidak tahu? Jangan hanya melempar kesalahan ke dinas,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Aktivis lingkungan Banten pun mendesak Presiden agar segera mencopot Mendagri Tito Karnavian karena dinilai gagal menjalankan fungsi monev kebijakan daerah. Warga Pandeglang berharap di momentum HUT ke-80 kabupaten mereka, daerah bisa terbebas dari masalah sampah yang berbau busuk dan berpotensi menimbulkan penyakit.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teropongistana.com Pandeglang \u2013 Penggiat lingkungan dari komunitas Mata Tunas 17, Hunaepi, menilai Menteri Dalam Negeri&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":233500,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1026],"tags":[100,741],"class_list":["post-233499","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-mendagri","tag-pandeglang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts\/233499","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/comments?post=233499"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts\/233499\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/media\/233500"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/media?parent=233499"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/categories?post=233499"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/tags?post=233499"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}