{"id":234499,"date":"2025-09-17T19:44:38","date_gmt":"2025-09-17T12:44:38","guid":{"rendered":"https:\/\/teropongistana.com\/?p=234499"},"modified":"2025-09-17T19:44:38","modified_gmt":"2025-09-17T12:44:38","slug":"aktivis-milenial-ingatkan-bahaya-adu-domba-masyarakat-dan-aparat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/teropongistana.com\/daerah\/234499\/aktivis-milenial-ingatkan-bahaya-adu-domba-masyarakat-dan-aparat\/","title":{"rendered":"Aktivis Milenial Ingatkan Bahaya Adu Domba Masyarakat dan Aparat"},"content":{"rendered":"<p><strong>Teropongistana.com<\/strong> <strong>Jakarta<\/strong> \u2013 Ketegangan antara masyarakat dan aparat keamanan kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah aksi unjuk rasa berakhir ricuh dalam beberapa bulan terakhir. Himpunan Aktivis Milenial Indonesia (HAM-I) mengingatkan pentingnya menolak provokasi dan agitasi yang berpotensi membenturkan rakyat dengan aparat.<\/p>\n<p>Koordinator Nasional HAM-I, Asep, menilai bentrokan hanya akan melahirkan kerugian kolektif, merusak kepercayaan, sekaligus mengancam kohesi sosial bangsa.<\/p>\n<p>Menurutnya, peristiwa bentrok yang terjadi di sejumlah daerah harus menjadi pelajaran bersama bahwa provokasi dan agitasi hanya akan memancing konflik.<\/p>\n<p>\u201cPolarisasi sosial yang dibiarkan berlarut-larut itu bisa memicu spiral kekerasan. Jika masyarakat memandang aparat sebagai lawan, sementara aparat terpaksa mengambil langkah koersif, maka kepercayaan publik terhadap negara akan runtuh,\u201d ujar Asep dalam pernyataan resminya, Rabu (17\/9).<\/p>\n<p>Meski begitu bahaya provokasi, lanjut Asep, pola bentrokan yang kerap muncul dalam demonstrasi seringkali tidak lahir murni dari aspirasi publik, tapi dipicu oleh provokasi pihakpihak tertentu. Ia mencontohkan, dalam beberapa aksi, eskalasi konflik kerap berawal dari tindakan segelintir orang yang melemparkan botol, membakar fasilitas, atau menyebarkan ujaran kebencian di media sosial.<\/p>\n<p>\u201cInilah yang kita sebut agitasi: sebuah upaya memancing reaksi emosional agar aparat dan masyarakat saling berhadap-hadapan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Asep mengingatkan, dalam sejarah politik Indonesia, strategi adu domba semacam ini bukan hal baru. Provokasi dan adu domba antara publik sipil dan aparat hanya akan merusak citra bangsa dan memperlemah kepercayaan publik terhadap institusi negara.<\/p>\n<p>\u201cDulu digunakan untuk melemahkan kekuatan rakyat, kini bisa dipakai untuk merusak legitimasi aparat. Jika masyarakat termakan provokasi, mereka tidak hanya kehilangan fokus pada isu utama, tetapi juga kehilangan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi dengan bermartabat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Kacanggihan digital saat ini, sorot Asep, isu-isu yang beredar cepat di media sosial sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan untuk menyebarkan narasi adu domba. Pola agitasi semacam ini, menurutnya, dapat menyulut emosi massa sekaligus menekan aparat berada dalam posisi defensif.<\/p>\n<p>\u201cInilah bahaya dari politik pasca-kebenaran. Masyarakat harus lebih bijak menyaring informasi, agar tidak terjebak dalam jebakan emosional,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Asep juga menyambut baik langkah pemerintah dan kepolisian yang menegaskan komitmen hukum dalam kasus-kasus sensitif. Kasus meninggalnya driver ojol bernama Affan Kurniawan dalam aksi di Jakarta beberapa waktu lalu yang memicu gelombang kritik publik.<\/p>\n<p>Menurutnya, kasus itu telah ditangani sesuai mekanisme hukum, bahkan mendapat perhatian khusus dari Presiden yang langsung memerintahkan Kapolri untuk memastikan proses hukum berjalan transparan.<\/p>\n<p>\u201cIni menunjukkan bahwa negara tidak menutup mata. Mekanisme hukum bekerja, dan semua pihak harus memberi ruang agar proses ini berlangsung sesuai koridor,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Asep menekankan, menjaga keadaban publik bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga masyarakat. Tentu, aparat harus bersikap proporsional dalam mengawal unjuk rasa, begitu juga masyarakat harus menyalurkan aspirasi dengan cara damai dan tertib.<\/p>\n<p>\u201cDemonstrasi adalah hak, tapi harus dilakukan dalam bingkai hukum dan etik. Aparat pun harus mengedepankan pendekatan persuasif dan profesional. Bila kedua pihak menjalankan perannya dengan baik, tidak ada alasan konflik harus terjadi,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Menurut Asep, upaya Polri melakukan reformasi internal, memperkuat pelatihan manajemen konflik, hingga menerapkan prinsip proporsionalitas penggunaan kekuatan merupakan langkah positif yang patut didukung.<\/p>\n<p>\u201cLangkah itu menunjukkan komitmen aparat untuk lebih adaptif dengan tuntutan demokrasi. Masyarakat seharusnya mendukung, bukan justru memperlemah,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Komitmen Persatuan Bentrokan antara masyarakat dan aparat tidak hanya menimbulkan kerugian di tingkat lokal, tetapi juga merusak citra negara di mata internasional. Laporan pelanggaran hak asasi manusia yang mencuat di berbagai media dapat mencoreng wajah Indonesia di forum global.<\/p>\n<p>\u201cNegara kita bisa dipersepsikan gagal mengelola aspirasi warganya secara damai. Itu tentu merugikan, baik dalam diplomasi, investasi, maupun kerja sama internasional,\u201d ujar Asep.<\/p>\n<p>Karena itu, menurutnya, semua pihak, baik pemerintah, aparat, masyarakat sipil, media, hingga akademisi, harus mengambil peran aktif meredam ketegangan. Jangan sampai, situasi rawan ini dimanfaatkan pihak tertentu untuk memercik api kemarahan dan chaos.<\/p>\n<p>Asep menjelaskan, pihaknya akan terus konsisten mendorong pentingnya pendidikan keadaban publik, baik di ruang formal maupun informal. Generasi muda, kata Asep, harus dibekali kesadaran untuk menolak provokasi dan menjaga kohesi sosial.<\/p>\n<p>\u201cKita harus belajar bahwa demokrasi bukan hanya soal kebebasan berpendapat, tetapi juga soal tanggung jawab sosial. Tanpa keadaban, kebebasan hanya akan melahirkan anarki,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u201ctak kalah penting, media juga mesti tidak gegabah dalam menyajikan informasi. Media punya peran ganda: sebagai penyampai fakta dan sekaligus pendidik publik. Jangan sampai framing berita justru memperkeruh suasana,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Asep mengajak semua pihak untuk menolak provokasi, agitasi, dan upaya adu domba. Ia menegaskan bahwa rakyat dan aparat sejatinya berada di barisan yang sama: menjaga bangsa dari keretakan.<\/p>\n<p>\u201cTidak ada yang diuntungkan dari konflik antara masyarakat dan aparat. Yang ada hanyalah luka sosial, hilangnya kepercayaan, dan hancurnya citra bangsa. Mari kita jaga keadaban publik, mari kita rawat kohesi sosial. Persatuan Indonesia terlalu berharga untuk dirusak oleh provokasi sesaat,\u201d pungkasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teropongistana.com Jakarta \u2013 Ketegangan antara masyarakat dan aparat keamanan kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":234500,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3411],"tags":[7598],"class_list":["post-234499","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-daerah","tag-aktivis-milenial"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts\/234499","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/comments?post=234499"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts\/234499\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/media\/234500"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/media?parent=234499"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/categories?post=234499"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/tags?post=234499"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}