{"id":235797,"date":"2025-11-25T19:06:45","date_gmt":"2025-11-25T12:06:45","guid":{"rendered":"https:\/\/teropongistana.com\/?p=235797"},"modified":"2025-12-25T06:56:40","modified_gmt":"2025-12-24T23:56:40","slug":"menag-tegaskan-indonesia-tengah-naik-daun-di-dunia-islam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/teropongistana.com\/news\/235797\/menag-tegaskan-indonesia-tengah-naik-daun-di-dunia-islam\/","title":{"rendered":"Menag Tegaskan Indonesia Tengah Naik Daun di Dunia Islam"},"content":{"rendered":"<div class=\"post-header-inner\">\n<div class=\"post-header-title\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"entry-content clearfix single-post-content\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Teropongistana.com,<\/strong> Jakarta -Menteri Agama Nasaruddin Umar kembali menyampaikan pesan strategis yang terdengar seperti arahan, seruan, sekaligus target ekspor baru: Indonesia harus naik kelas dari konsumen menjadi produsen gagasan Islam global.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pernyataan itu disampaikan dalam Konferensi Internasional di UINSA Surabaya, di hadapan ribuan peserta yang tampak bersemangat\u2014atau setidaknya cukup terjaga oleh AC aula yang dinginnya setara kulkas industri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menag menegaskan bahwa 4 Indonesia kini tengah naik daun di dunia Islam, terutama sejak Presiden Prabowo Subianto melontarkan pernyataan-pernyataan yang viral hingga \u201cditindaklanjuti hampir semua negara Muslim\u201d\u2014suatu capaian diplomatik yang jarang terjadi, terutama mengingat banyak pernyataan pemimpin negara lain yang biasanya hanya ditindaklanjuti oleh warganet.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKita jangan hanya menjadi konsumen pemikiran Timur Tengah. Kita harus menjadi produsen,\u201d kata Menag, seolah mengumumkan bahwa negeri ini segera membuka pabrik ide berstandar SNI.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Menag, agar Indonesia benar-benar bisa mengekspor gagasan, diperlukan muatan akademik yang solid untuk menerjemahkan pernyataan-pernyataan Presiden ketika tampil di panggung internasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBeliau tentu tidak mungkin merinci konsep secara lengkap. Kita yang mengisi ruang kosong itu,\u201d ujarnya, menegaskan tugas baru Kementerian Agama: menerjemahkan spontanitas menjadi konsep dan diplomasi menjadi teori akademik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menag bahkan membandingkan gaya Prabowo dengan tokoh-tokoh dunia seperti Khadafi dan Saddam Hussein yang menurutnya \u201cvokal tapi kurang konsep\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPak Prabowo tegas, konsepsional, dan terukur,\u201d jelas Menag, menyiratkan bahwa Indonesia kini siap menjadi\u00a0<em>think tank<\/em>\u00a0dunia Islam\u2014atau setidaknya siap membuka lokakarya penyusunan konsep setiap kali Presiden berbicara di luar negeri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Konferensi: Ribuan Peserta, Puluhan Delegasi, dan Satu Pertanyaan Besar: \u201cWhy Indonesia?\u201d<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konferensi internasional bertema ambisius\u00a0<em>\u201cWhy Indonesia as a New Center of Muslim Civilization?\u201d<\/em>\u00a0dihadiri lebih dari 2.500 peserta\u2014angka yang menurut panitia \u201cdiperkirakan mencapai 3.000 orang\u201d, sebuah pernyataan yang menunjukkan iman kuat pada kemungkinan peserta tambahan yang datang di jam-jam terakhir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rektor UINSA, Akhmad Muzakki, menyebut forum ini sebagai momen penting \u201cuntuk mengusung Islam Indonesia sebagai solusi masalah global\u201d\u2014pernyataan yang terdengar seperti tawaran promosi menarik dalam katalog peradaban dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Narasumber internasional seperti Greg Barton menambah nuansa global, sementara para pimpinan PTKIS se-Jawa Timur memperkuat nuansa lokal yang tak kalah mendalam. Berbagai konsul negara sahabat turut hadir, mungkin sambil bertanya dalam hati apakah setelah ini Indonesia benar-benar akan mengirim\u00a0<em>ide<\/em>\u00a0dalam bentuk paket diplomatik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Acara ditutup dengan Deklarasi Surabaya for Global Peace and Harmony, sebuah deklarasi yang dibacakan bersama mahasiswa internasional\u2014sebuah upacara yang terlihat megah, meskipun isi deklarasinya tetap berharap dunia suatu hari nanti mendengarkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pernyataan Menag tentang Indonesia sebagai produsen gagasan Islam global menandai babak baru dalam diplomasi nasional: dari negara penyelenggara haji, kini naik kelas menjadi eksportir pemikiran strategis peradaban.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kini publik tinggal menunggu:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Apakah gagasan-gagasan itu akan dipaketkan, dibakukan, atau distandarkan?<\/li>\n<li>Apakah akan ada \u201cBlueprint Resmi Ekspor Pemikiran Islam Nusantara\u201d?<\/li>\n<li>Dan yang tak kalah penting: apakah pasar global siap menerima produk baru dari Indonesia\u2014kali ini bukan CPO, bukan nikel, tapi gagasan?<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setidaknya, kalau benar Indonesia sudah siap jadi produsen, semoga ini bukan seperti banyak pabrik lain: megah di peresmian, tapi sunyi di produksi. (Kei)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teropongistana.com, Jakarta -Menteri Agama Nasaruddin Umar kembali menyampaikan pesan strategis yang terdengar seperti arahan, seruan,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":235824,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-235797","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts\/235797","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/comments?post=235797"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts\/235797\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/media\/235824"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/media?parent=235797"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/categories?post=235797"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/tags?post=235797"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}