{"id":235956,"date":"2025-12-14T09:12:31","date_gmt":"2025-12-14T02:12:31","guid":{"rendered":"https:\/\/teropongistana.com\/?p=235956"},"modified":"2025-12-14T09:12:31","modified_gmt":"2025-12-14T02:12:31","slug":"kader-pemuda-katolik-bali-cetuskan-teori-paradixia-sebagai-dasar-tata-kelola-ai-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/teropongistana.com\/daerah\/235956\/kader-pemuda-katolik-bali-cetuskan-teori-paradixia-sebagai-dasar-tata-kelola-ai-indonesia\/","title":{"rendered":"Kader Pemuda Katolik Bali Cetuskan Teori PARADIXIA Sebagai Dasar Tata Kelola AI Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><strong>Teropongistana.com Denpasar<\/strong> \u2014 Universitas Udayana meluluskan Efatha Filomeno Borromeu Duarte sebagai Doktor Ilmu Hukum dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor di Ruang C5, Jumat (12\/12\/2025).<\/p>\n<p>Dr. Efatha yang juga merupakan salah satu kader terbaik Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Bali Bidang Riset dan Teknologi ini menulis disertasi berjudul Hakekat Pengaturan Robot dan Kecerdasan Buatan di Indonesia.<\/p>\n<p>Efatha menawarkan kerangka regulasi baru bagi kecerdasan buatan yang ia sebut Teori PARADIXIA. Ia lulus dengan IPK 3,89 dan tercatat sebagai doktor ke-168 Fakultas Hukum Unud.<\/p>\n<p>Ketua sidang, Prof. Dr. I Putu Sudarma Sumadi, S.H., SU., menilai gagasan yang diajukan Efatha relevan dengan kebutuhan nasional dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.<\/p>\n<p>PARADIXIA: Arah Baru Regulasi AI Berbasis Nilai Nasional<\/p>\n<p>Efatha menyoroti adanya rechtsvacuum (kekosongan hukum) dalam pengaturan AI di Indonesia. Untuk menjawab itu, ia memperkenalkan PARADIXIA, kerangka yang memadukan nilai Pancasila dengan prinsip governansi teknologi modern.<\/p>\n<p>PARADIXIA mencakup sembilan elemen kunci: (Pancasila Ethic, Anthropocentric Law, Reflexive Humanity, Algorithmic Accountability, Digital Sovereignty, Informational Justice, eXistential Intelligence, Integrity of Ethics, dan Accountability Civilization.)<\/p>\n<p>Kerangka ini menegaskan tiga hal:<br \/>\n1. AI harus berlandaskan nilai Pancasila.<br \/>\n2. Manusia tetap menjadi pengendali utama dalam keputusan krusial.<br \/>\n3. Pengembang wajib transparan dan bertanggung jawab atas risiko algoritma.<\/p>\n<p>PARADIXIA mengusulkan model tanggung jawab berjenjang yang dapat langsung diuji dalam konteks kebijakan: Risiko Tinggi: strict liability, Risiko Sedang: presumed liability dan Risiko Rendah: negligence based.<\/p>\n<p>Model ini memberikan peta tanggung jawab yang jelas dan adaptif terhadap variasi risiko teknologi.<\/p>\n<p>Penguji eksternal, Prof. Dr. Jimmy Pello, S.H., MS., menilai PARADIXIA sebagai kontribusi penting bagi pengembangan hukum teknologi Indonesia.<\/p>\n<p>Menurutnya, kerangka ini tidak hanya responsif terhadap risiko AI, tetapi juga mampu mengarahkan pembentukan kebijakan jangka panjang.<\/p>\n<p>Promotor, Prof. Dr. Drs. Yohanes Usfunan, S.H., M.Hum., menyatakan bahwa PARADIXIA memperkuat sintesis antara hukum positif, teori hukum, dan filsafat hukum merupakan tiga pilar utama pendidikan doktoral FH Unud.<\/p>\n<p>Seiring meningkatnya penggunaan AI di sektor publik, pendidikan, finansial, dan keamanan nasional, teori PARADIXIA dinilai mampu memberi arah bagi penyusunan regulasi yang lebih komprehensif dan adaptif.<\/p>\n<p>\u201cKerangka ini menggabungkan aspek etika, akuntabilitas, dan kedaulatan digital, menjadikannya relevan bagi pembuat kebijakan,\u201d kata Dr. Efatha dalam prensentasinya.<\/p>\n<p>*Panel Penguji Sidang Doktor*<\/p>\n<p>Sidang diikuti oleh delapan penguji:<br \/>\n1. Prof. Dr. I Putu Sudarma Sumadi, S.H., SU.<br \/>\n2. Prof. Dr. Drs. Yohanes Usfunan, S.H., M.Hum.<br \/>\n3. Dr. I Nyoman Bagiastra, S.H., M.H.<br \/>\n4. Nyoman Satyayudha Dananjaya, S.H., M.Kn., Ph.D.<br \/>\n5. Prof. Dr. Jimmy Pello, S.H., MS.<br \/>\n6. Prof. Dr. Desak Putu Dewi Kasih, S.H., M.Hum.<br \/>\n7. Prof. I Gusti Ngurah Parikesit Widiatedja, S.H., M.Hum., LLM., Ph.D.<br \/>\n8. Dr. I Made Dedy Priyanto, S.H., M.Kn.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teropongistana.com Denpasar \u2014 Universitas Udayana meluluskan Efatha Filomeno Borromeu Duarte sebagai Doktor Ilmu Hukum dalam&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":235957,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3411],"tags":[383,5198,2704],"class_list":["post-235956","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-daerah","tag-bali","tag-denpasar","tag-pemuda"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts\/235956","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/comments?post=235956"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts\/235956\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/media\/235957"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/media?parent=235956"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/categories?post=235956"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/tags?post=235956"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}