{"id":237538,"date":"2026-02-24T18:24:39","date_gmt":"2026-02-24T11:24:39","guid":{"rendered":"https:\/\/teropongistana.com\/?p=237538"},"modified":"2026-02-24T18:24:39","modified_gmt":"2026-02-24T11:24:39","slug":"anggota-komisi-xi-dpr-ri-tekankan-pengawasan-efektivitas-insentif-ramadan-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/teropongistana.com\/nasional\/237538\/anggota-komisi-xi-dpr-ri-tekankan-pengawasan-efektivitas-insentif-ramadan-2026\/","title":{"rendered":"Anggota Komisi XI DPR RI Tekankan Pengawasan Efektivitas Insentif Ramadan 2026"},"content":{"rendered":"<p><strong>Teropongistana.com Jakarta<\/strong> \u2013 Kebijakan pemerintah menggelontorkan insentif Ramadan dan Lebaran sebesar Rp12,8 triliun dinilai sebagai langkah strategis menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan kebutuhan musiman.<\/p>\n<p>Namun efektivitas pelaksanaan, akurasi data penerima serta dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan ekonomi menjadi catatan penting agar kebijakan tersebut tidak berhenti sebagai stimulus sesaat.<\/p>\n<p>Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati menyampaikan bahwa Ramadan dan Lebaran bukan hanya momentum ibadah, tetapi juga momentum ekonomi yang setiap tahun mendorong lonjakan konsumsi dan perputaran uang di daerah.<\/p>\n<p>\u201cRamadan dan Lebaran itu bukan hanya momentum ibadah, tapi juga momentum ekonomi. Setiap tahun perputaran uang meningkat, konsumsi naik, dan daerah-daerah ikut bergerak. Jadi wajar kalau pemerintah hadir dengan mengeluarkan insentif Rp12,8 triliun untuk bantuan pangan dan transportasi,\u201d tutur Anis dinukil laman DPR, Selasa (24\/2\/2026).<\/p>\n<p>Politikus Fraksi PKS itu menegaskan DPR mendukung kebijakan yang bertujuan meringankan beban masyarakat, terutama di tengah tekanan harga pangan. Meski demikian, fungsi pengawasan tetap diperlukan agar program berjalan optimal.<\/p>\n<p>\u201cKami mendukung langkah yang meringankan beban rakyat. Tapi kami juga akan memastikan pelaksanaannya benar-benar efektif dan tidak sekadar menjadi kebijakan musiman tanpa evaluasi,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Anis menilai persoalan bantuan sosial selama ini kerap terletak pada implementasi, khususnya terkait validitas data penerima dan distribusi di lapangan.<\/p>\n<p>\u201cYang paling penting adalah data dan distribusinya. Jangan sampai yang seharusnya menerima malah terlewat, dan yang tidak berhak justru mendapat bantuan. Kuncinya bukan di niat baik, tapi di kualitas eksekusi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dari sisi ekonomi, ia menilai stimulus Ramadan berpotensi mendorong konsumsi rumah tangga dalam jangka pendek. Ketika beban belanja pangan berkurang, masyarakat memiliki ruang untuk memenuhi kebutuhan lain sehingga ekonomi lokal ikut bergerak. Namun, ia mengingatkan bahwa dampaknya bersifat sementara.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk jangka pendek sangat mungkin meningkatkan daya beli. Tapi daya beli yang kuat tetap harus ditopang oleh lapangan kerja dan pendapatan yang stabil,\u201d jelasnya<\/p>\n<p>Anis juga menanggapi target pertumbuhan ekonomi 6 persen yang dicanangkan pemerintah. Menurut dia, insentif Ramadan lebih tepat diposisikan sebagai faktor pendukung, bukan penentu utama.<\/p>\n<p>\u201cStimulus Ramadan ini ibarat vitamin, bukan fondasi. Pertumbuhan ekonomi yang kuat tetap membutuhkan investasi, ekspor, dan kepastian usaha,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Airlangga Hartarto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyampaikan rencana penggelontoran insentif selama periode Ramadan dan Idul Fitri 2026. Paket tersebut mencakup diskon tarif berbagai moda transportasi serta bantuan sosial berupa beras dan minyak goreng.<\/p>\n<p>Dalam setahun terakhir, pemerintah konsisten menghadirkan stimulus fiskal pada momentum hari libur panjang dan Hari Keagamaan Besar Nasional, termasuk diskon transportasi dan tarif tol saat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teropongistana.com Jakarta \u2013 Kebijakan pemerintah menggelontorkan insentif Ramadan dan Lebaran sebesar Rp12,8 triliun dinilai sebagai&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":237539,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1026],"tags":[8414,8415],"class_list":["post-237538","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-anggota-komisi-xi-dpr-ri","tag-anis-byarwati"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts\/237538","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/comments?post=237538"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts\/237538\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/media\/237539"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/media?parent=237538"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/categories?post=237538"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/tags?post=237538"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}