{"id":237799,"date":"2026-03-06T04:41:50","date_gmt":"2026-03-05T21:41:50","guid":{"rendered":"https:\/\/teropongistana.com\/?p=237799"},"modified":"2026-03-06T04:41:50","modified_gmt":"2026-03-05T21:41:50","slug":"nada-nusantara-menyatu-cita-svara-indonesia-dan-harapan-kedaulatan-musik-di-negeri-sendiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/teropongistana.com\/budaya\/237799\/nada-nusantara-menyatu-cita-svara-indonesia-dan-harapan-kedaulatan-musik-di-negeri-sendiri\/","title":{"rendered":"Nada Nusantara Menyatu \u2014 Cita Svara Indonesia dan Harapan Kedaulatan Musik di Negeri Sendiri"},"content":{"rendered":"<p><strong>teropongistana.com, Jakarta &#8211;<\/strong> Menjelang peringatan Hari Musik Nasional setiap 9 Maret, dunia musik tanah air kembali bergema dengan semangat yang sama: merawat nada, menjaga budaya, dan memperkuat identitas bangsa.<\/p>\n<p>Hari penting ini ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2013 yang ditandatangani Presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Pada tahun 2026, peringatan ini memasuki usia ke-13 sejak pertama kali digelar pada 2013.<\/p>\n<p>Momentum tersebut menjadi ruang pertemuan para pelaku musik dalam sebuah diskusi hangat yang dihadiri Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha Djumaryo. Hadir pula sejumlah musisi ternama seperti Once Mekel, Connie Constantia, serta banyak musisi lainnya yang ikut berbagi pandangan tentang perjalanan dan masa depan musik Indonesia.<\/p>\n<p>Dalam diskusi itu, Giring menilai tantangan musisi masa kini semakin luas. Seorang musisi tidak hanya dituntut mampu menciptakan karya, tetapi juga harus memahami pengelolaan citra, strategi media sosial, hingga pengembangan bisnis kreatif seperti merchandise dan kolaborasi dengan berbagai merek.<\/p>\n<p>Menurutnya, penguatan musik nasional membutuhkan kerja sama lintas sektor\u2014antara pemerintah, pelaku industri, serta media\u2014agar ekosistem musik Indonesia semakin sehat dan berkembang.<\/p>\n<p><strong>Cita Svara Indonesia: Beda Masa, Satu Rasa<\/strong><br \/>\nPada kesempatan tersebut, diperkenalkan pula Cita Svara Indonesia (CSI), sebuah wadah yang menghimpun para pelaku musik dari berbagai generasi. Mereka adalah insan musik yang telah aktif berkarya sejak era 1980-an hingga 1990-an dan masih terus terlibat dalam perjalanan panjang industri musik Indonesia.<\/p>\n<p>Dengan tagline \u201cBeda Masa, Satu Rasa\u201d, CSI lahir dari kesadaran bersama bahwa musik Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai kekuatan budaya sekaligus industri.<\/p>\n<p>CSI bertujuan menjadi elemen sinergi yang mendukung pengembangan musik Indonesia, mendorong kolaborasi sehat antar musisi, serta membawa karya-karya anak bangsa menuju panggung dunia.<br \/>\nBagi mereka, musik bukan sekadar hiburan. Musik adalah bagian dari identitas bangsa.<\/p>\n<p><strong>Musik, Budaya, dan Industri Kreatif<\/strong><br \/>\nPerkembangan musik Indonesia juga memiliki landasan hukum yang kuat. Negara memberikan dukungan melalui Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif yang menempatkan musik sebagai salah satu sektor penting dalam pembangunan ekonomi kreatif.<\/p>\n<p>Perlindungan terhadap karya para musisi juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, sementara upaya menjaga seni dan tradisi bangsa diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.<br \/>\nMelalui dukungan tersebut, musik Indonesia diharapkan tidak hanya berkembang sebagai industri, tetapi juga tetap menjadi penjaga jati diri budaya Nusantara.<\/p>\n<p><strong>Menuju Panggung Dunia<\/strong><br \/>\nCita Svara Indonesia percaya bahwa musik Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat internasional. Namun langkah menuju dunia harus dimulai dari rumah sendiri\u2014dengan memastikan bahwa musik Indonesia dihargai dan berdaulat di negeri kelahirannya.<\/p>\n<p>Momentum Hari Musik Nasional 2026 diharapkan menjadi titik awal sinergi yang lebih kuat antara musisi, pemerintah, industri, dan media.<\/p>\n<p>Sebuah langkah bersama agar suara musik Indonesia semakin nyaring\u2014bukan hanya di tanah air, tetapi juga di panggung dunia.<br \/>\nSalam Musik Indonesia. (Alyn)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>teropongistana.com, Jakarta &#8211; Menjelang peringatan Hari Musik Nasional setiap 9 Maret, dunia musik tanah air&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":237800,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2911],"tags":[8485,8486,8488,8487,5319],"class_list":["post-237799","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-budaya","tag-cita-svara-indonesia","tag-csi","tag-giringf-ganesha","tag-kemenbud","tag-musisi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts\/237799","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/comments?post=237799"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts\/237799\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/media\/237800"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/media?parent=237799"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/categories?post=237799"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/tags?post=237799"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}