{"id":238848,"date":"2026-04-27T00:15:07","date_gmt":"2026-04-26T17:15:07","guid":{"rendered":"https:\/\/teropongistana.com\/?p=238848"},"modified":"2026-04-27T00:15:07","modified_gmt":"2026-04-26T17:15:07","slug":"modernisasi-ancam-tradisi-adde-rosi-tegaskan-pelestarian-seba-baduy-butuh-kebijakan-nyata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/teropongistana.com\/headline\/238848\/modernisasi-ancam-tradisi-adde-rosi-tegaskan-pelestarian-seba-baduy-butuh-kebijakan-nyata\/","title":{"rendered":"Modernisasi Ancam Tradisi, Adde Rosi Tegaskan Pelestarian Seba Baduy Butuh Kebijakan Nyata"},"content":{"rendered":"<p><strong>Teropongistana.com Lebak<\/strong> \u2013 Tradisi Seba Baduy yang digelar di Pendopo Bupati Kabupaten Lebak kembali menjadi sorotan utama, tidak hanya sebagai agenda budaya tahunan, tetapi juga cerminan hubungan harmonis antara masyarakat adat dan pemerintah. Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Banten dari Fraksi Partai Golkar, Adde Rosi Khoerunnisa, memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan tradisi ini. Baginya, Seba Baduy memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar kegiatan seremonial belaka.<\/p>\n<p>Adde Rosi menilai, tradisi ini merupakan simbol kuat yang merepresentasikan rasa syukur masyarakat atas hasil bumi yang diberikan alam, sekaligus bentuk penghormatan dan ketaatan kepada pemerintah sebagai pemangku kebijakan yang melindungi kehidupan warga. Di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur yang sudah diwariskan turun-temurun dan wajib dipelihara agar tidak punah ditelan zaman.<\/p>\n<p>\u201cIni bukan sekadar seremoni tahunan biasa. Di dalamnya tersimpan filosofi mendalam tentang kesederhanaan, kejujuran, serta keseimbangan hidup antara manusia dan alam yang harus kita jaga bersama-sama,\u201d ujar Adde Rosi sebagaimana tertulis dalam unggahannya di akun media sosial Instagram, Minggu (26\/4\/2026).<\/p>\n<p><em><strong>Kearifan Lokal yang Mengajarkan Keseimbangan Hidup<\/strong><\/em><\/p>\n<p>Sebagai salah satu warisan budaya tak benda yang berharga, Seba Baduy menjadi bukti nyata kekayaan kearifan lokal yang dimiliki Indonesia. Dalam prosesinya, masyarakat adat berjalan kaki menempuh perjalanan jauh untuk menyerahkan hasil bumi sebagai wujud pengabdian dan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus kepada pemerintah.<\/p>\n<p>Bagi Adde Rosi, nilai utama yang bisa dipetik dari tradisi ini adalah ajaran tentang keseimbangan. Di tengah gempuran modernisasi yang kerap mengedepankan pertumbuhan ekonomi semata, ajaran yang dibawa masyarakat Baduy justru menjadi pengingat penting bahwa kemajuan tidak harus dicapai dengan mengorbankan kelestarian alam dan lingkungan hidup.<\/p>\n<p>\u201cDari masyarakat Baduy, kita belajar satu hal berharga: kemajuan dan pembangunan tidak harus merusak alam. Justru keseimbangan antara keduanya inilah yang menjadi kunci agar kehidupan berjalan berkelanjutan dan bermanfaat bagi generasi mendatang,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p><em><strong>Tantangan di Tengah Arus Perubahan<\/strong><\/em><\/p>\n<p>Di balik keindahan dan kekayaan makna yang terkandung, tradisi ini saat ini menghadapi sejumlah tantangan yang mengancam keberlangsungannya. Tekanan arus modernisasi dan perubahan pola hidup masyarakat perlahan mulai memengaruhi keberadaan adat istiadat tersebut.<\/p>\n<p>Beberapa persoalan krusial yang menjadi perhatian antara lain: menurunnya minat generasi muda untuk mempelajari dan melestarikan warisan leluhur, tekanan aktivitas pembangunan yang berpotensi mengganggu kawasan adat dan tempat tinggal masyarakat Baduy, serta kurangnya pemahaman masyarakat luas terhadap makna dan nilai sesungguhnya dari tradisi ini.<\/p>\n<p>Menurut Adde Rosi, jika berbagai permasalahan ini dibiarkan tanpa penanganan yang serius, maka dikhawatirkan Seba Baduy hanya akan menjadi kegiatan seremonial belaka tanpa ada makna hakiki yang dijalankan, atau bahkan semakin terlupakan seiring berjalannya waktu.<\/p>\n<p>\u201cPelestarian budaya tidak akan berhasil jika hanya dilakukan dengan menggelar acara seremonial setiap tahunnya. Harus ada kebijakan yang nyata, perlindungan hukum yang jelas terhadap wilayah adat, serta program edukasi yang berkelanjutan agar nilai-nilai ini terus dipahami dan diamalkan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p><em><strong>Komitmen Wakil Rakyat untuk Pelestarian Budaya<\/strong><\/em><\/p>\n<p>Sebagai wakil rakyat yang mewakili suara masyarakat Banten, Adde Rosi menegaskan komitmennya untuk terus berjuang melindungi dan mengembangkan kekayaan budaya daerah. Ia secara aktif mengangkat isu kearifan lokal dalam berbagai pertemuan dan forum pembahasan kebijakan di tingkat nasional, agar warisan budaya daerah mendapatkan perhatian dan dukungan yang memadai.<\/p>\n<p>Lebih jauh, Adde Rosi melihat potensi besar yang dimiliki tradisi ini. Bukan hanya sebagai identitas kebanggaan masyarakat Banten semata, tetapi juga bisa diangkat sebagai kekuatan diplomasi budaya yang mampu memperkenalkan kearifan lokal Indonesia kepada dunia internasional.<\/p>\n<p>\u201cBudaya adalah kekuatan besar yang kita miliki. Jika dikelola dengan baik, terjaga keasliannya, dan dikembangkan dengan cara yang tepat, maka ini akan menjadi kebanggaan nasional sekaligus daya tarik tersendiri yang dikenal hingga mancanegara,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Adde Rosi pun mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga generasi muda, untuk bergandengan tangan menjaga warisan ini. Ia menekankan bahwa pelestarian budaya tidak bisa dilakukan hanya oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama dan kolaborasi lintas sektor yang kuat.<\/p>\n<p>\u201cMari kita jadikan Seba Baduy sebagai pengingat bahwa jati diri dan identitas bangsa kita bersumber dari kekayaan budaya yang dimiliki. Kalau bukan kita yang menjaga dan melestarikannya sekarang, siapa lagi yang akan melakukannya?\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Tradisi Seba Baduy adalah milik bersama seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya milik masyarakat adat atau warga Banten saja. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, peran aktif tokoh publik, serta kesadaran seluruh lapisan masyarakat, diharapkan warisan luhur ini akan terus hidup, berkembang, dan menjadi sumber inspirasi bagi generasi mendatang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teropongistana.com Lebak \u2013 Tradisi Seba Baduy yang digelar di Pendopo Bupati Kabupaten Lebak kembali menjadi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":238849,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5622,1026,1],"tags":[8609,3657],"class_list":["post-238848","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-headline","category-nasional","category-news","tag-adde-rosi","tag-seba-baduy"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts\/238848","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/comments?post=238848"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts\/238848\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/media\/238849"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/media?parent=238848"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/categories?post=238848"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/tags?post=238848"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}