{"id":240568,"date":"2026-06-20T14:53:43","date_gmt":"2026-06-20T07:53:43","guid":{"rendered":"https:\/\/teropongistana.com\/?p=240568"},"modified":"2026-06-20T14:53:43","modified_gmt":"2026-06-20T07:53:43","slug":"mengenal-hutan-menumbuhkan-kepedulian-anak-terhadap-lingkungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/teropongistana.com\/nasional\/240568\/mengenal-hutan-menumbuhkan-kepedulian-anak-terhadap-lingkungan\/","title":{"rendered":"Mengenal Hutan, Menumbuhkan Kepedulian Anak terhadap Lingkungan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Bogor<\/strong> &#8211; Komunitas Mata Tunas 17, Satria, menekankan pentingnya memperkenalkan hutan dan lingkungan alam kepada anak-anak sejak usia dini sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian bumi di masa depan.<\/p>\n<p>Menurut Satria, kondisi bumi saat ini semakin rentan akibat berbagai bencana alam seperti kebakaran hutan, longsor, gempa bumi, dan banjir. Di sisi lain, pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat mendorong pembukaan lahan baru yang tidak selalu diimbangi dengan upaya pelestarian lingkungan.<\/p>\n<p>&#8220;Semakin hari bumi semakin tua dan rapuh. Karena itu, manusia harus berupaya menjaga ekosistem, melakukan reboisasi, serta menjaga kebersihan lingkungan, terutama kawasan hutan,&#8221; ujarnya, Selasa (17\/6).<\/p>\n<p>Ia menjelaskan bahwa regenerasi pengetahuan tentang alam harus dilakukan sejak dini. Salah satu caranya adalah mengajak anak-anak berinteraksi langsung dengan lingkungan alam, termasuk berjalan menyusuri jalur-jalur hutan yang aman dan ramah bagi anak.<\/p>\n<p>Menurutnya, pengalaman berada di alam terbuka dapat menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan. Kenangan akan keindahan hutan akan tertanam dalam diri anak hingga dewasa dan berpotensi membentuk generasi yang peduli terhadap kelestarian alam.<\/p>\n<p>Selain itu, kegiatan di alam dinilai memberikan dampak positif terhadap perkembangan psikologis anak. Anak yang terbiasa berinteraksi dengan alam cenderung memiliki imajinasi yang lebih berkembang, kreatif, tangguh, serta mampu mencari solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi.<\/p>\n<p>Dari sisi spiritual, kedekatan dengan alam juga dapat meningkatkan rasa syukur kepada Sang Pencipta. Sementara dari sisi sosial, anak-anak yang sering berada di lingkungan alam dinilai lebih rendah hati, ramah, dan memiliki kepedulian terhadap makhluk hidup di sekitarnya.<\/p>\n<p>Komunitas Mata Tunas 17 yang berbasis di Kukusan, Depok, selama ini aktif mengembangkan kegiatan pendidikan lingkungan bagi siswa sekolah dasar dan menengah. Untuk mendukung program tersebut, komunitas ini bekerja sama dengan sejumlah lokasi wisata edukasi alam, di antaranya Sekolah Alam Wisata Alam Pangrango dan Bumi Perkemahan Raynia Camp di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.<\/p>\n<p>Setiap tahun, peserta didik diajak mengikuti berbagai kegiatan di lokasi tersebut, baik dalam bentuk perkemahan maupun kunjungan sehari. Kegiatan yang dilakukan meliputi permainan edukatif, outbound, penjelajahan hutan, pengenalan lingkungan pedesaan, hingga pembelajaran budaya lokal seperti silat Cimande.<\/p>\n<p>Peserta juga diperkenalkan dengan aktivitas pertanian, peternakan, dan perkebunan. Dalam kesempatan tertentu, mereka turut diajak mengunjungi Curug Cikaracak sebagai bagian dari pembelajaran berbasis lingkungan.<\/p>\n<p>Melalui kegiatan tersebut, Komunitas Mata Tunas 17 berharap dapat menumbuhkan generasi muda yang peduli terhadap kelestarian alam serta memiliki karakter yang tangguh, kreatif, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bogor &#8211; Komunitas Mata Tunas 17, Satria, menekankan pentingnya memperkenalkan hutan dan lingkungan alam kepada&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":240569,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1026],"tags":[7198],"class_list":["post-240568","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-hutan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts\/240568","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/comments?post=240568"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts\/240568\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":240570,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts\/240568\/revisions\/240570"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/media\/240569"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/media?parent=240568"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/categories?post=240568"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/tags?post=240568"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}