{"id":52153,"date":"2022-07-01T10:02:18","date_gmt":"2022-07-01T03:02:18","guid":{"rendered":"https:\/\/teropongistana.com\/?p=52153"},"modified":"2022-07-01T10:02:18","modified_gmt":"2022-07-01T03:02:18","slug":"mewujudkan-polisi-jujur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/teropongistana.com\/news\/52153\/mewujudkan-polisi-jujur\/","title":{"rendered":"MEWUJUDKAN POLISI JUJUR"},"content":{"rendered":"<p><strong>TEROPONGISTANA.COM<\/strong> &#8211; Bahwa suatu keniscayaan untuk mewujudkan Polisi Jujur. Oleh karenanya Polri perlu terus berbenah untuk membersihkan perilaku koruptif utamanya terkait : setoran upeti atasan dan bawahan; mafia atau industri hukum; pungli di Reserse Polantas Sisbinkar Sdm Polri) dari segelintir oknum anggota yang mencoreng nama baik dan merugikan Institusi Polri.<\/p>\n<p>Gus Dur pernah menyatakan dalam guyonan kepada wartawan bahwa \u201cpolisi jujur\u201d itu ada tiga, yaitu :<\/p>\n<p>\u2022Hoegeng Iman Santoso,<br \/>\n\u2022Patung polisi dan<br \/>\n-Polisi tidur.<\/p>\n<p>Guyonan saat itu disampaikan merupakan kritikan Gus Dur untuk menjawab pertanyaan wartawan perihal &#8220;moralitas polisi&#8221; yang saat itu kian banyak dipertanyakan publik dan menjadi sorotan media.<\/p>\n<p>Sebenarnya Gus Dur menyampaikan guyonan tersebut dalam konteks Polri era Orde Baru, dimana Polri dimanfaatkan untuk mengawasi rakyat, sehingga harus diubah pada era Reformasi.<\/p>\n<p>Ada kemungkinan ungkapan polisi baik atau &#8220;polisi jujur&#8221; menurut Gus Dur adalah polisi ideal seperti pak Hoegeng, Iman Santoso yaitu polisi yang memiliki sikap satunya kata dengan perbuatan dan lurus hati, menyatakan yang fakta sebenar-benarnya terjadi, tidak berbohong tidak mudah disuap, tidak korupsi dan tidak mudah dipengaruhi oleh siapapun dalam melaksanakan fungsi.<\/p>\n<p>Selain itu peranan dan tugas Polri sesuai dengan kewenangannya dan tidak takut dicopot dari jabatannya.<\/p>\n<p>Hubungan pak Hoegeng dengan patung polisi dan polisi tidur adalah karena keduanya memenuhi syarat sebagai polisi baik dan jujur, tidak korupsi, tidak mau menerima suap, tidak dapat dipengaruhi oleh siapapun dan berlaku sama untuk semua orang.<\/p>\n<p>Apabila saat ini guyonan Gus Dur di atas banyak di daur ulang oleh siapapun tidak perlu disikapi oleh anggota polisi atau organisasi Polri dengan emosi atau kemarahan, Polri tidak anti kritik, akan tetapi harus dijadikan bahan introspeksi untuk selalu berupaya membuktikan bahwa polisi jujur bukan hanya polisi patung dan polisi tidur. Karena Polri memang tidak bisa menafikan bahwa masih ada polisi tidak jujur dalam pelaksanaan tugasnya.<\/p>\n<p>Mengapa perilaku polisi sering diberitakan sebagai brutal, bertindak melampaui kewenangan, korupsi atau mudah disuap ? Setidaknya bisa digambarkan sebagai berikut :<br \/>\n\u2022Pertama, dalam pemberitaan dikenal istilah bad news is good news atau berita yang tidak baik adalah merupakan berita baik yang menjadi prioritas untuk ditulis dan disebarkan.<\/p>\n<p>Sedangkan polisi jujur yang melaksanakan tugasnya dengan baik, menolong masyarakat, dan memecahkan masalah-masalah dalam masyarakat bukan merupakan berita prioritas untuk ditulis di media. Karena perbuatan baik polisi tersebut sudah menjadi kewajiban polisi dalam melaksanakan tugasnya, kurang mengutungkan dari sisi peningkatan rating untuk diberitakan.<\/p>\n<p>\u2022Kedua, Polri sendiri belum begitu peduli dengan laporan tentang polisi baik dan polisi jujur dalam pelaksanaan tugasnya. Dengan kata lain polisi mengetahui bahwa masih lebih banyak polisi baik dan polisi jujur daripada polisi tidak baik atau polisi tidak jujur, sehingga polisi tidak memiliki data tentang polisi jujur.<\/p>\n<p>Grand Strategi Polri 2005-2025, Program Promoter, dan Program Presisi Polri kalau kita baca dengan teliti dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pelayan Polri. Semua Program tersebut bagus tetapi sepertinya belum memperhitungkan masalah:<\/p>\n<p>\u2022Kebebasan masyarakat menyatakan pendapat melalui media sosial, dan<br \/>\n\u2022Ameo bad news is good news.<br \/>\nUntuk menyikapi permasalahan ini, maka upaya Polri untuk mengatasinya adalah \u2022Polisi jangan lagi bekerja biasa-biasa saja, sekarang ini Polisi mesti bekerja ekstra biasa.<br \/>\nOleh karenanya perlu terus ditumbuh kembangkan sosok dan postur insan Polisi Jujur.<\/p>\n<p>Polisi Jujur yang secara filosofis mengandung makna yang mendalam dapat diwujudkan dengan cara :<\/p>\n<p>\u2022Membangun Anggota Polisi sebagai insan Bhayangkara Negara sejak sedari awal:<br \/>\n-sudah harus memiliki sikap batin, pikiran, dan ucapan yang sejalan dengan nilai-nilai agama, moral, kesusilaan, dan kemanusiaan serta sejalan pula dengan kaidah-kaidah hukum sesuai konsep NKRI sebagai negara yang berdasar hukum.<\/p>\n<p>\u2022 Menumbuh kembangkan Sosok insan dan postur Polisi Jujur, yang Idealnya :<br \/>\nPada tataran das<\/p>\n<p>\u2022Dalam rangka membangun Polisi Jujur, bukan Polisi Patung atau Polisi Tidur, menjadi sangat penting untuk mengintensifkan pelaksanaan kebijakan Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo dengan konsep Polri yg Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi yang Berkeadilan (Presisi).<br \/>\nKonsep tersebut mengandung makna bahwa Polri harus mampu mengantisipasi, mempredik, sekaligus menjawab perubahan dan tantangan yang dihadapi sebagai akibat dari dinamika masyarakat, perubahan global, akibat yg ditimbulkan dari kemajuan IT serta mampu bertanggung jawab,transparan, dan peka terhadap rasa keadilan masyarakat dalam pelaksanaan tugas-wewenang Polri.<br \/>\nKonsep Presisi ini agar &#8220;membumi&#8221; dari Atas sampai ke level Polsek (sebagai ujung tombak, wajah, dan etalase citra Polri), selain membutuhkan waktu sosialisasi secara kontinyu, juga harus disertai semacam &#8216;Buku Saku\/Buku Pintar&#8221; yang menterjemahkan konsep Presisi, sehingga mudah dipahami dan dimengerti oleh anggota Polri pada umumnya dan terutama oleh anggota Polri yang ada di level Polsek.<\/p>\n<p>\u2022Mengintesifkan Reward\/pemberian penghargaan kepada anggota yang berprestasi dan Punishment\/hukuman kepada anggota yang mencoreng nama baik dan merugikan Institusi Polri.<\/p>\n<p>Bahwa ungkapan Kapolri Listyo : &#8220;Ikan busuk mulai dari Kepala (Rotte vis vanaf de Kop)\u201d harus dilaksanakan secara konsisten dan sungguh-sungguh.<\/p>\n<p>Kebijakan \u201cpotong kepala\u201d atau pencopotan jabatan Kepala Satuan yang membiarkan atau tidak berani menindak anggotanya yang melakukan pelanggaran atau \u201cpecat polisi nakal\u201d(dibidang Pembinaan maupun Operasional).<\/p>\n<p>5.Dibuka jalur komunikasi seluas luasnya utk masukan masyarakat terhadap kualitas pelayanan dan perilaku anggota yang membebani dan meresahkan masyarakat, juga sebaliknya masukan positif harus dijadikan salah satu aspek pemberian reward kepada anggota yang bersangkutan<\/p>\n<p>\u2022Lakukan evaluasi berkala (triwulan) terhadap kinerja kesatuan dan anggota. Mabes Polri dan jajarannya harus konsekuen dan konsisten untuk menerapkan azas reward and punishment.<\/p>\n<p>\u2022 Kesejahteraan anggota terutama yg bertugas di garda pelayanan dan penegakan hukum perlu mendapatkan perhatian, setidaknya penggajian anggota Polri bisa\/diusulkan setara dengan gaji petugas pajak, bank atau KPK.<\/p>\n<p>\u2022 Penekanan dan pengawasan kepada Kasatwil atas kinerja dan kiprah anggota dilapangan dengan menggunakan media formal dan informal utk mendapatkan masukan dari masyarakat<\/p>\n<p>\u2022 Manfaatkan fasilitas teknologi utk meminimalisir interaksi fisik anggota dengan masyarakat untuk meminimalisir faktor kesempatan terjadinya penyimpangan pelayanan polisi.<\/p>\n<p>\u2022 Penempatan SDM Polri pada Fungsi Propam dan Irwas<br \/>\nmesti diisi oleh personil2 yang akan di promosikan jangan justru personil2 yang bermasalah<\/p>\n<p>\u2022Hilangkan kebiasaan \u201catasan meminta kebawahan atau bawahan wajib setor ke atasan\u201d. Perlu penertiban dan pemberian sanksi tegas kepada siapapun atasan yang menerima\/meminta setoran dari bawahan atau bawahan memberi upeti kepada atasan.<\/p>\n<p>\u2022Para Kasatwil dan semua anggota harus mengedepankan penampilan &#8220;low profile&#8221; dan menghindarkan kesan &#8220;ekslusif&#8221; agar tidak menjadi sorotan masyarakat yang akan membandingkan dengan tingkat pendapatan yg diperoleh dari dinas.<\/p>\n<p>Jkt, 1 Juli 2022.<br \/>\nIJP Purn. Drs Sisno Adiwinoto MM\/Ketua Penasihat Ahli Kapolri.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TEROPONGISTANA.COM &#8211; Bahwa suatu keniscayaan untuk mewujudkan Polisi Jujur. Oleh karenanya Polri perlu terus berbenah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":52154,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2263],"class_list":["post-52153","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-mewujudkan-polisi-jujur"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts\/52153","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/comments?post=52153"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/posts\/52153\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/media\/52154"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/media?parent=52153"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/categories?post=52153"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/teropongistana.com\/ti-json\/wp\/v2\/tags?post=52153"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}