Menu

Mode Gelap
Refleksi Hardiknas 2026, PB PII Serukan Aksi Lawan Penyimpangan Anggaran Pendidikan Lelang Rp12,8 Miliar Bermasalah, CBA Minta Kejati DKI Usut Proyek DLH Sambil Pencitraan, Dewan Erik Heriana Hadir Gotong Royong Bangun Jalan di Cibadak Komisi IX DPR RI Ingatkan Jangan Ulangi Kesalahan UU Cipta Kerja, RUU Ketenagakerjaan Harus Adil MataHukum: Presiden Harus Evaluasi Satgas PKH, Sawit Tesso Nilo Masuk Pabrik BCW Kritik Keamanan Proyek Karian-Serpong: Minim Pengawasan KemenPUPR

Daerah

Evaluasi FTA: Lima Menteri Warisan Jokowi Layak di-Reshuffle, Bahlil Lahadalia Paling Disorot


					Keterangan foto: Forum Tanah Air (FTA) Perbesar

Keterangan foto: Forum Tanah Air (FTA)

Teropongistana.com Jakarta – Forum Tanah Air (FTA) merilis hasil kajian evaluasi terhadap kinerja enam bulan pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam laporan yang dipublikasikan secara daring pada Minggu (11/5), FTA menilai bahwa beberapa menteri peninggalan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, menunjukkan kinerja yang kurang memuaskan.

Setidaknya ada lima nama menteri eks kabinet Jokowi yang dianggap layak untuk diganti atau di-reshuffle. Di urutan pertama adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

“Bahlil menempati posisi teratas sebagai menteri yang perlu segera di-reshuffle. Di posisi kedua ada Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian,” ujar Tata Kesantra, Tim Pengarah Kajian Angket FTA.

Menteri BUMN Erick Thohir menempati posisi ketiga, disusul oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi.

“Lima besar menteri berkinerja terburuk semuanya berasal dari kabinet sebelumnya, di era Presiden Jokowi,” tambah Tata.

Menurut Tim Perumus Kajian, Donny Handricahyono, salah satu penyebab buruknya kinerja pemerintahan Prabowo di awal masa jabatan adalah lemahnya komunikasi politik dan komunikasi publik. “Pemerintah belum berhasil menyampaikan kebijakan secara terbuka dan tepat sasaran ke masyarakat. Hal ini bisa menggerus kepercayaan rakyat terhadap kepemimpinan Prabowo,” jelasnya.

FTA juga menyoroti isu politik yang beredar di internal Partai Golkar. Disebutkan bahwa Bahlil Lahadalia, yang juga menjabat Ketua Umum Partai Golkar, tengah aktif melakukan konsolidasi ke daerah-daerah sebagai langkah awal menuju pencalonan dirinya sebagai calon presiden pada Pemilu 2029.

Baca Lainnya

Sambil Pencitraan, Dewan Erik Heriana Hadir Gotong Royong Bangun Jalan di Cibadak

2 Mei 2026 - 20:54 WIB

Sambil Pencitraan, Dewan Erik Heriana Hadir Gotong Royong Bangun Jalan Di Cibadak

BCW Kritik Keamanan Proyek Karian-Serpong: Minim Pengawasan KemenPUPR

2 Mei 2026 - 13:47 WIB

Bcw Kritik Keamanan Proyek Karian-Serpong: Minim Pengawasan Kemenpupr

Dialog Konstruktif Solusi Menjaga Kamtibmas Papua Barat Daya

2 Mei 2026 - 12:42 WIB

Dialog Konstruktif Solusi Menjaga Kamtibmas Papua Barat Daya
Trending di Daerah