Menu

Mode Gelap
Alun-Alun Rangkasbitung Terus Disorot, GMBI Minta Audit Anggaran Rp4,9 Miliar Veteran Pejuang Kemerdekaan Terima Bantuan Wali Kota Palembang DPRD Lebak Dinilai Mandul Awasi Proyek Alun-alun Matahukum : Data di Kemenhut Pintu Masuk Kejagung Gledah KPK Terkait Kasus Tambang Chaos! Alun-Alun Lebak Rp4,9 Miliar Amburadul, PUPR Diduga Cawe-Cawe Diduga Ada Backing, JAN Desak Satgas PKH Bongkar Tambang Ilegal Curugbitung–Maja

Daerah

Rawan Kecelakaan, Jalan Berlubang Dekat Terminal Cadasari Pandeglang jadi Wahana Uji Nyali


					Keterangan foto: Jalan Nyoreang, penghubung antara Kecamatan Cadasari menuju Desa Ciinjuk, Kabupaten Pandeglang. Perbesar

Keterangan foto: Jalan Nyoreang, penghubung antara Kecamatan Cadasari menuju Desa Ciinjuk, Kabupaten Pandeglang.

Teropongistana.com Pandeglang — Jika Anda sedang mencari destinasi wisata ekstrem tanpa perlu jauh-jauh keluar kota, mungkin Anda bisa mencoba sensasi berkendara di Jalan Nyoreang, penghubung antara Kecamatan Cadasari menuju Desa Ciinjuk, Kabupaten Pandeglang. Bukan sekadar jalan biasa, jalur ini kini lebih layak disebut sebagai wisata jalan berlubang yang menawarkan sensasi adrenalin — apalagi saat musim hujan tiba.

Sudah berkali-kali dilakukan penambalan, namun kerusakan jalan tetap kembali menghiasi. Lubang-lubang menganga menghiasi sepanjang jalan, menjadi “perangkap” tersembunyi bagi para pengendara, terlebih saat hujan menutupinya dengan genangan air, 12 Juni 2025.

“Kalau hujan, lubang-lubangnya nggak kelihatan, makanya sering ada yang jatuh. Jalan ini tiap hari dilewati warga, bahkan pejabat pun sering lewat sini, tapi seperti pura-pura tidak tahu,” ujar salah satu pengguna jalan, X, kepada media.

Jalan Nyoreang sebenarnya merupakan jalur alternatif vital bagi warga dari arah Serang dan Pandeglang menuju Petir dan Lebak. Namun ironisnya, jalur ini justru dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan.

Menariknya, tak jauh dari jalur tersebut berdiri Terminal Cadasari yang pembangunannya menelan anggaran fantastis, sekitar Rp1,6 miliar. Namun, terminal itu justru mangkrak dan tidak memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Kontras dengan kondisi jalan di sekitarnya yang dibiarkan rusak.

“Jalan berlubang ini mungkin mau dijadikan wisata ekstrem, siapa tahu nanti ada tiket masuknya,” sindir salah satu warga dengan nada kecewa. “Anggaran untuk terminal bisa besar, giliran perbaiki jalan kok setengah hati.”

Masyarakat pun berharap janji-janji perbaikan infrastruktur yang pernah diucapkan saat masa kampanye oleh Bupati Pandeglang Dewi Setiani maupun Gubernur Banten Andra Soni bisa segera terealisasi, bukan sekadar slogan.

Kritik juga dilontarkan kepada para anggota DPRD hingga DPR RI yang dinilai hanya “hadir” saat masa kampanye. Setelahnya, suara mereka menghilang.

“Kami capek janji-janji. Tolong buktikan. Jalan ini bukan cuma akses, tapi juga jalur ekonomi warga,” tegas salah satu tokoh masyarakat setempat.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait soal rencana perbaikan menyeluruh di Jalan Nyoreang. Sementara itu, masyarakat hanya bisa berharap — atau mungkin mulai menyiapkan papan selamat datang: Selamat Datang di Wisata Jalan Berlubang Cadasari. (Akbar)

Baca Lainnya

Alun-Alun Rangkasbitung Terus Disorot, GMBI Minta Audit Anggaran Rp4,9 Miliar

11 Januari 2026 - 23:15 WIB

Alun-Alun Rangkasbitung Terus Disorot, Gmbi Minta Audit Anggaran Rp4,9 Miliar

Veteran Pejuang Kemerdekaan Terima Bantuan Wali Kota Palembang

11 Januari 2026 - 21:19 WIB

Veteran Pejuang Kemerdekaan Terima Bantuan Wali Kota Palembang

DPRD Lebak Dinilai Mandul Awasi Proyek Alun-alun

11 Januari 2026 - 14:54 WIB

Dprd Lebak Dinilai Mandul Awasi Proyek Alun-Alun
Trending di Daerah