Menu

Mode Gelap
Pemuda Katolik Komda Bali Serukan Generasi Muda Tetap Tenang dan Tidak Terprovokasi Buntut Kematian Driver Ojol, Sahabat Presisi Desak Puan Maharani Mundur dari Jabatan Bentuk Peduli, Kejari Lebak dan Yayasan Uswah Hasanah Perwira Gelar Bakti Sosial Waspada..! Banyak Warga Asing Terlihat di Tengah Aksi Demo Depan Gedung DPR Senayan Ribuan Pengemudi Ojek Online Gelar Demo di Depan DPR RI, Ricuh hingga Masuk ke Gedung Dapur Sekolah Bisa Membentuk Karakter Anak Mandiri dan Budaya Antri

Daerah

Pimpinan DPRD Banten Komitmen Anggaran Dukung Program Sekolah Gratis


Keterangan foto : Wakil Ketua DPRD Banten Yudi Budi Wibowo, Rabu (9/7/2025) Perbesar

Keterangan foto : Wakil Ketua DPRD Banten Yudi Budi Wibowo, Rabu (9/7/2025)

Teropongistana.com TANERANG SELATAN – DPRD Banten menegaskan komitmennya mendukung program sekolah gratis melalui alokasi anggaran di APBD Banten. Program ini dinilai langkah strategis Andra Soni-Dimyati Natakusumah dalam menjawab persoalan pendidikan sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) Banten yang berkualitas.

Wakil Ketua DPRD Banten Yudi Budi Wibowo mengatakan, pihaknya tidak hanya memberikan dukungan secara politik, tetapi juga akan memastikan anggaran pendidikan dirasakan langsung oleh masyarakat, salah satunya melalui alokasi anggaran untuk program sekolah gratis.

“Masih banyak anak-anak Banten yang tidak bisa bersekolah karena masalah ekonomi. Program sekolah gratis adalah jawaban konkret,” kata Yudi, Rabu 9 Juli 2025.

Dia berharap, semua pihak yang berkepentingan dalam pendidikan, bersama-sama menyukseskan program sekolah gratis.

“Selain sekolah gratis, alhamdulillah pak presiden Prabowo juga membangun dua sekolah rakyat di Banten. Kolaborasi pusat dan daerah akan semakin memperkuat pembangunan SDM berkualitas,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan pelaksanaan program sekolah gratis harus adil, merata, dan bebas dari praktik korupsi. Sekolah swasta yang ikut program sekolah gratis bebas biaya sumbangan pembinaan pendidikan (SPP), uang gedung, daftar ulang, lembar kerja siswa (LKS), dan lainnya sesuai dengan yang diatur Pemprov Banten.

Andra Soni mengungkapkan, daya tampung SMA dan SMK negeri di Provinsi Banten saat ini baru mampu mengakomodasi sekitar 80 ribu siswa dari total 166 ribu pendaftar.

“Artinya, hampir separuh calon peserta didik harus melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta. Melihat kondisi ini, sekolah gratis adalah langkah strategis untuk memberikan akses pendidikan yang merata,” jelasnya.

Dikatakan, tidak semua sekolah swasta dapat bergabung dalam program sekolah gratis. Hanya sekolah swasta yang bersedia memenuhi ketentuan pembebasan biaya, seperti SPP, uang gedung, daftar ulang, dan LKS, yang bisa menjadi mitra pemerintah dalam menyukseskan program sekolah gratis. Pemprov juga telah menyusun perhitungan anggaran secara cermat agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran dan transparan.

Andra Soni mengungkapkan, pada pelaksanaannya nanti, pihaknya akan melakukan evaluasi program sekolah gratis sebagai langkah penyempurnaan. Evaluasi terhadap implementasi program akan terus dilakukan secara berkala melalui forum diskusi dengan pakar dan masyarakat guna menyempurnakan kebijakan di lapangan.

“Untuk mendukung kebijakan ini, Pemprov Banten mengalokasikan anggaran melalui skema pergeseran dari sektor lain tanpa menambah total belanja daerah,” jelasnya.

Baca Lainnya

Buntut Kematian Driver Ojol, Sahabat Presisi Desak Puan Maharani Mundur dari Jabatan

29 Agustus 2025 - 20:38 WIB

Buntut Kematian Driver Ojol, Sahabat Presisi Desak Puan Maharani Mundur Dari Jabatan

Bentuk Peduli, Kejari Lebak dan Yayasan Uswah Hasanah Perwira Gelar Bakti Sosial

29 Agustus 2025 - 19:33 WIB

Bentuk Peduli, Kejari Lebak Dan Yayasan Uswah Hasanah Perwira Gelar Bakti Sosial

Aktivis Desak Bupati Dewi dan Wakilnya Iing Mundur soal Kerja Sama Sampah

29 Agustus 2025 - 07:57 WIB

Aktivis Desak Bupati Dewi Dan Wakilnya Iing Mundur Soal Kerja Sama Sampah
Trending di Daerah