Menu

Mode Gelap
1.066 Kasus Diungkap, Projo: Pemberantasan Narkoba Bukan Sekadar Kejar Angka Peristiwa Memalukan! Formappi: Sosialisasi 4 Pilar MPR Hanya Rutinitas Kosong Beban Operasional Mencekik, DPR Desak Penyesuaian Harga Solar Nelayan Potensi Rugi Rp177 Miliar, Kapolda Metro Jaya Diacungkan Jempol Tangkap Pelakunya, Gas Melon Rp80 Ribu di Nias Selatan: Bukti Negara Absen dan Pasar Liar KITA Banten: Kejari Pandeglang Harus Seret Direksi PT GSK Terkait Skandal KDMP

Politik

Ridwan Hisyam Blak-blakan Soal Golkar, Munaslub, dan Dukungan Politik


					Foto (red). Perbesar

Foto (red).

Teropongistana.com Jakarta – Politikus senior Partai Golkar, Ridwan Hisyam, secara terbuka mengungkap pandangannya di Kanal YouTube Petisi Brawijaya mengenai dinamika internal partai beringin, isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub), hingga dukungannya terhadap Presiden Joko Widodo.

Ridwan menegaskan sejak awal dirinya mendukung Jokowi, termasuk ketika Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mencalonkan diri dalam kontestasi internal Golkar, (18/8).

“Saya dukung Jokowi. Kalau Bahlil kan anak buahnya Jokowi. Bosnya siapa? Jokowi. Jadi saya dukung Jokowi,” ujarnya.

Menurut Ridwan, wacana jika suatu saat Jokowi maju sebagai ketua umum Golkar bukanlah hal yang mustahil. Meski berpotensi menimbulkan perdebatan, ia menilai politik bisa terbentuk secara alami tanpa rekayasa.

Berbicara mengenai kiprahnya, Ridwan mengingatkan perjalanan panjangnya di Golkar. Ia pernah menjadi anggota DPR RI selama lima periode sejak era Orde Baru, bahkan sempat menjabat Ketua DPD Golkar Jawa Timur di usia 40 tahun menjadikannya yang termuda di Indonesia kala itu.

“Saya dua kali nyalon ketua umum Golkar, kalah. Tapi lima kali maju parlemen, lima kali menang,” kenangnya.

Terkait isu Munaslub yang kerap mencuat, Ridwan menilai hal tersebut sah secara aturan. Dalam AD/ART partai, Munaslub diperbolehkan.

“Di zaman Bang Ical saja bisa lima kali Munas. Tidak melanggar konstitusi,” jelasnya.

Ia mencontohkan sejarah Munas Golkar yang berlangsung demokratis, seperti terpilihnya Akbar Tanjung pada 1998 maupun Jusuf Kalla di Bali. Karena itu, wacana Munaslub menurutnya hal biasa dalam tradisi partai.

Namun, Ridwan mengaku kecewa saat pernah dicoret dari bursa calon ketua umum dengan alasan tidak memenuhi syarat. Padahal, ia merasa rekam jejaknya di parlemen dan partai sudah lebih dari cukup.

“Saya tahu yang mencoret itu bukan maunya Adies Kadir (Wakil Ketua DPR). Dia kader saya dulu di Surabaya. Saya hanya ketawa, karena sudah tahu peta politiknya,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ridwan menegaskan isu Munaslub bukan berasal dari dirinya, melainkan ia hanya menjawab pertanyaan wartawan. Menurutnya, jika Munaslub memenuhi syarat, maka hal itu sah dilakukan.

“Lalu jadi ramai di berita, padahal isu itu sebelumnya muncul dari Nusron dan lingkaran istana. Nusron juga baru menanggapi setelah ramai, sementara pihak istana sendiri sudah membantah dan menegaskan fokus pada program-program,” katanya.

Ridwan menutup dengan pesan agar Golkar tetap menjaga konstitusi partai dan terbuka terhadap dinamika politik, termasuk kemungkinan Munaslub.

“Mulai zaman Orde Baru loh, sejak tahun 1997 saya sudah kampanye bersama Mbak Tutut. Jadi, dinamika di Golkar itu biasa saja,” pungkasnya.

Baca Lainnya

Beban Operasional Mencekik, DPR Desak Penyesuaian Harga Solar Nelayan

12 Mei 2026 - 13:12 WIB

Beban Operasional Mencekik, Dpr Desak Penyesuaian Harga Solar Nelayan

Ketua PAN Banten Cantik Targetkan Masuk Tiga Besar di Pemilu 2029

9 Mei 2026 - 15:07 WIB

Ketua Pan Banten Cantik Targetkan Masuk Tiga Besar Di Pemilu 2029

Semangat Pejuang Masa Depan! Sari Yuliati Dorong Pendidikan di Cakranegara

2 Mei 2026 - 08:36 WIB

Semangat Pejuang Masa Depan! Sari Yuliati Dorong Pendidikan Di Cakranegara
Trending di Nasional