Menu

Mode Gelap
MataHukum: Presiden Harus Evaluasi Satgas PKH, Sawit Tesso Nilo Masuk Pabrik BCW Kritik Keamanan Proyek Karian-Serpong: Minim Pengawasan KemenPUPR 18 Kebijakan Strategis, Prabowo Angkat Marsinah Jadi Pahlawan Nasional Dialog Konstruktif Solusi Menjaga Kamtibmas Papua Barat Daya Peristiwa Tabrak Kereta, Matahukum: Pernyataan Menteri PPPA Bikin Gaduh Semangat Pejuang Masa Depan! Sari Yuliati Dorong Pendidikan di Cakranegara

Daerah

BCW Kritik Keamanan Proyek Karian-Serpong: Minim Pengawasan KemenPUPR


					Keterangan foto : Proyek tanpa menggunakan K3, Sabtu (2/5/2026) Perbesar

Keterangan foto : Proyek tanpa menggunakan K3, Sabtu (2/5/2026)

Teropongistana.com Lebak – Lokasi proyek Karian Dam – Serpong Water Conveyance System (KSCS) di Kampung Sajegang Desa Mekarsari Kecamatan Maja – Lebak, terlihat terbuka tanpa pagar penutup proyek (hoarding construction). Proyek yang dikerjakan oleh PT Basuki Rahmanta Putra (BRP) di lokasi tersebut hanya dikelilingi oleh Tali Pembatas Proyek (Safety Line/Barricade Tape”).

Pagar Hoarding atau Pagar tinggi penutup lokasi proyek berfungsi untuk keamanan (safety), privasi, dan pembatas area proyek. Umumnya terbuat dari seng, spandek dan lainnya.

Diketahui, proyek Karian Dam-Serpong Water Conveyance System (KSCS) merupakan Proyek strategis nasional (PSN) yang diprakarsai oleh Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWS C3) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (KemenPUPR). Proyek tersebut terdiri atas tiga paket pekerjaan yang dikontrak. Paket pertama memiliki nilai kontrak US$ 56,86 juta dengan penyedia jasa PT Waskita Karya (Persero) Tbk-PT Basuki Rahmanta Putra (BRP)-CK Solution Co., Ltd. joint venture. Paket kedua bernilai US$ 49,35 juta dengan penyedia jasa PT PP (Persero) Tbk–Kr Construction joint venture. Paket ketiga bernilai US$ 41,05 juta dengan penyedia jasa PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Nindya Karya (Persero), dan PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk.

Lokasi proyek KSCS tanpa pagar hoarding yang dikerjakan oleh PT Basuki Rahmanta Putra (BRP) ini mendapat sorotan dari Ketua DPC LSM Banten Corruption Watch Lebak, Deni Setiawan.

Deni menyayangkan lemahnya pengawasan BBWS C3 dan kemenPUPR atas pelaksanaan proyek tersebut terutama di lokasi-lokasi yang jauh dari perkotaan.

“Berdasarkan pengamatan kami, proyek KSCS di lokasi dekat perkotaan, terlihat sangat rapi, safety, karena ditutup oleh pagar hoarding, pemandangan berbeda ketika kami melihat di lokasi proyek yang berada di pelosok pedesaan” ujar Deni.

“Ini memberikan indikasi bahwa pengawasan KemenPUPR dan BBWS sangat lemah. Selain itu, kami juga menyayangkan perusahaan sebesar PT Basuki Rahmanta Putra (BRP) masih mengabaikan safety” tambahnya.

Deni mendesak KemenPUPR dan BBWS C3 untuk segera menindak PT Basuki Rahmanta Putra (BRP), agar kejadian kematian dua anak kecil di proyek KSCS di Desa Mekarsari sebulan yang lalu tidak terulang kembali.

“Kita harus belajar dari kejadian sebelumnya yang sudah memakan korban dua anak kecil akibat tidak adanya pagar hoarding, kami meminta KemenPUPR dan BBWS untuk konsern dibidang K3/safety pada proyek PSN ini” pungkas Deni.

Sampai berita ini diturunkan, kami masih mengkonfirmasi pihak-pihak terkait.

Baca Lainnya

Dialog Konstruktif Solusi Menjaga Kamtibmas Papua Barat Daya

2 Mei 2026 - 12:42 WIB

Dialog Konstruktif Solusi Menjaga Kamtibmas Papua Barat Daya

Peristiwa Tabrak Kereta, Matahukum: Pernyataan Menteri PPPA Bikin Gaduh

2 Mei 2026 - 08:49 WIB

Peristiwa Tabrak Kereta, Matahukum: Pernyataan Menteri Pppa Bikin Gaduh

Pasca Liburan Sekolah, Sejumlah Sekolah di Tangsel Tak Lagi Terima MBG

2 Mei 2026 - 08:20 WIB

Pasca Liburan Sekolah, Sejumlah Sekolah Di Tangsel Tak Lagi Terima Mbg
Trending di Daerah