Menu

Mode Gelap
Refleksi Hardiknas 2026, PB PII Serukan Aksi Lawan Penyimpangan Anggaran Pendidikan Lelang Rp12,8 Miliar Bermasalah, CBA Minta Kejati DKI Usut Proyek DLH Sambil Pencitraan, Dewan Erik Heriana Hadir Gotong Royong Bangun Jalan di Cibadak Komisi IX DPR RI Ingatkan Jangan Ulangi Kesalahan UU Cipta Kerja, RUU Ketenagakerjaan Harus Adil MataHukum: Presiden Harus Evaluasi Satgas PKH, Sawit Tesso Nilo Masuk Pabrik BCW Kritik Keamanan Proyek Karian-Serpong: Minim Pengawasan KemenPUPR

Nasional

Refleksi Hardiknas 2026, PB PII Serukan Aksi Lawan Penyimpangan Anggaran Pendidikan


					Risko Hardi Perbesar

Risko Hardi

Teropongistana.com Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) menyerukan konsolidasi gerakan kepada seluruh Pengurus Wilayah dan Pengurus Daerah melalui Teknis Lapangan (Teklap) serta aksi serentak.

Seruan tersebut disampaikan oleh Ketua III Bidang Pemberdayaan Masyarakat Pelajar (PMP) PB PII, Risko Hardi, dengan mengusung tema:

“Refleksi Hardiknas: Melawan Rezim Pelanggar Konstitusi, Wujudkan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.”

Dalam keterangannya kepada media pada Jumat (1/5/2026), Risko menilai arah kebijakan pendidikan saat ini telah menyimpang dari amanat konstitusi.

Ia menyoroti prioritas anggaran pemerintah yang dinilai tidak tepat sasaran. Menurutnya, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto lebih memprioritaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dibandingkan sektor pendidikan.

“Kesalahan terbesar negara saat ini adalah memprioritaskan program Makan Bergizi Gratis lebih besar dibandingkan anggaran pendidikan, seperti tunjangan guru, Dana BOS, LPDP, KIP, dan PIP. Hal ini tidak sesuai dengan mandat konstitusi yang mengamanatkan alokasi 20 persen untuk sektor pendidikan,” ujar Risko.

Sebagai bentuk sikap, PB PII menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya:

•Mencabut program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pos anggaran pendidikan.

•Mengembalikan alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen sesuai amanat konstitusi.

•Melakukan perbaikan terhadap infrastruktur sekolah yang rusak.

•Menghentikan pembangunan fasilitas yang tidak prioritas, seperti dapur mewah.

•Melakukan audit total terhadap Badan Gizi Nasional.

•Menghentikan distribusi makanan yang berisiko terhadap kesehatan siswa.

Selain itu, Risko menegaskan komitmen PB PII untuk terus mengawal pembahasan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) agar tetap berpihak pada kepentingan pelajar dan masa depan pendidikan Indonesia.

PB PII berharap momentum Hardiknas ini dapat menjadi titik konsolidasi nasional pelajar dalam memperjuangkan keadilan pendidikan serta memastikan negara hadir sesuai amanat konstitusi. (Red)

Baca Lainnya

Komisi IX DPR RI Ingatkan Jangan Ulangi Kesalahan UU Cipta Kerja, RUU Ketenagakerjaan Harus Adil

2 Mei 2026 - 18:06 WIB

Komisi Ix Dpr Ri Ingatkan Jangan Ulangi Kesalahan Uu Cipta Kerja, Ruu Ketenagakerjaan Harus Adil

18 Kebijakan Strategis, Prabowo Angkat Marsinah Jadi Pahlawan Nasional

2 Mei 2026 - 13:21 WIB

Ketua Gerak 08 Sumut Dukung Penuh Program Presiden Prabowo, Umkm Dan Hilirisasi Jadi Fokus

Peristiwa Tabrak Kereta, Matahukum: Pernyataan Menteri PPPA Bikin Gaduh

2 Mei 2026 - 08:49 WIB

Peristiwa Tabrak Kereta, Matahukum: Pernyataan Menteri Pppa Bikin Gaduh
Trending di Nasional