Teropongistana.com Jakarta – Gelombang penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin meluas. Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus turun ke jalan menggelar demonstrasi di depan Kementerian Pendidikan, menilai program tersebut telah menyimpang dan menggeser fokus utama dari dunia pendidikan nasional.
Mahasiswa menyoroti adanya potensi pengalihan anggaran pendidikan yang seharusnya dialokasikan untuk peningkatan kualitas guru, perbaikan fasilitas sekolah, dan kesejahteraan tenaga pendidik, justru dialihkan ke program yang dinilai belum jelas arah dan dampaknya.
Merespons aksi tersebut, Ketua Umum Barisan Rakyat Nusantara (BaraNusa), Adi Kurniawan, menyatakan dukungan penuh terhadap perjuangan mahasiswa.
“Kami mendukung penuh aksi mahasiswa ini. Suara mereka adalah representasi kegelisahan rakyat yang tidak boleh didiamkan. Pendidikan adalah hak dasar rakyat, bukan ladang eksperimen kebijakan yang justru mengorbankan masa depan generasi bangsa,” tegas Adi Kurniawan.
Desak Evaluasi Total, Minta MBG Segera Dibubarkan
Menurut Adi, kebijakan MBG harus dievaluasi secara menyeluruh karena dinilai telah mengaburkan substansi pendidikan itu sendiri. Negara, lanjutnya, seharusnya fokus memprioritaskan akses pendidikan yang gratis dan berkualitas mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
“Kami mendesak pemerintah untuk segera membubarkan program MBG. Anggaran pendidikan harus dikembalikan sepenuhnya untuk kepentingan pendidikan, bukan dialihkan ke program yang tidak menyentuh akar persoalan,” serunya.
Adi juga menyoroti berbagai persoalan klasik yang masih menjadi beban masyarakat, seperti ketimpangan akses dan mahalnya biaya sekolah. Ia menilai momentum kritik ini harus menjadi titik balik bagi pemerintah untuk kembali pada amanat konstitusi.
“Jika negara serius ingin membangun masa depan, maka pendidikan harus menjadi prioritas utama. Bubarkan MBG, wujudkan pendidikan gratis dan berkualitas untuk seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.









