Teropongistana.com Jakarta – Ketua Umum Barisan Rakyat Nusantara (BaraNusa), Adi Kurniawan, menyampaikan apresiasi kepada Polda Metro Jaya atas pendekatan humanis dalam mengawal aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026). Aksi yang diikuti berbagai elemen mahasiswa tersebut berlangsung relatif kondusif dan tertib.
Menurut Adi Kurniawan, sikap aparat yang mengedepankan pengamanan secara persuasif dan tidak represif merupakan langkah yang patut diapresiasi dalam negara demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan berpendapat.
“Saya mengapresiasi Polda Metro Jaya yang tidak melakukan tindakan represif terhadap kawan-kawan mahasiswa yang menyampaikan aspirasi di Bundaran HI. Alhamdulillah, demonstrasi hari ini berjalan kondusif, aman, dan tertib. Ini menunjukkan bahwa penyampaian pendapat di muka umum dapat berlangsung dengan baik tanpa kekerasan,” ujar Adi Kurniawan.
Meski demikian, Adi menegaskan bahwa substansi perjuangan mahasiswa tidak boleh diabaikan. Menurutnya, pemerintah harus mendengar dan merespons berbagai tuntutan yang disampaikan mahasiswa terkait kondisi ekonomi, kesejahteraan rakyat, serta berbagai kebijakan yang dinilai memberatkan masyarakat. Aksi mahasiswa di Bundaran HI diketahui membawa sejumlah tuntutan terkait kondisi ekonomi nasional dan kebijakan pemerintah.
“Kami tetap menyayangkan karena hingga saat ini tuntutan yang disuarakan mahasiswa belum mendapat jawaban yang memuaskan dari rezim Prabowo. Demokrasi tidak hanya soal memberikan ruang demonstrasi, tetapi juga tentang kesediaan pemerintah mendengarkan dan menindaklanjuti aspirasi rakyat,” tegasnya.
Adi Kurniawan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal isu-isu kerakyatan secara damai dan konstitusional.
“Perjuangan mahasiswa adalah bagian dari kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan. BaraNusa akan selalu mendukung setiap gerakan rakyat yang dilakukan secara damai, kritis, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas,” tutupnya.
Barisan Rakyat Nusantara (BaraNusa) menilai bahwa demokrasi yang sehat membutuhkan ruang kritik yang terbuka sekaligus komitmen pemerintah untuk mendengar suara rakyat yang disampaikan melalui berbagai saluran, termasuk aksi demonstrasi mahasiswa.









