Menu

Mode Gelap
Harga Satuan Rp2,2 Miliar per Unit, Kesesuaian Mobil Derek Dishub DKI Dipertanyakan Kasus Penyekapan Bandung Ditangkap, Wakil Ketua Komisi III DPR: Hukum Seberat-beratnya Diduga Dimobilisasi, BaraNusa Minta Usut Sumber Dana Aksi Pro MBG di Depok Jamin Kualitas, Tim Kodam III Siliwangi Periksa Program Pembangunan di Pandeglang ​ Klausula Baku Tidak Adil, Konsumen Gugat Skema Refund PT Jaya Real Property Cetak Talenta dan Dosen Berdaya Saing Global, ADI Jalin Kerja Sama Strategis

Daerah

Diduga Dimobilisasi, BaraNusa Minta Usut Sumber Dana Aksi Pro MBG di Depok


					Dewan Pimpinan Daerah Barisan Rakyat Nusantara (BaraNusa) Kota Depok bersama sejumlah warga menggelar aksi unjuk rasa damai di halaman Balai Kota Depok, Jumat (19/6/2026). Perbesar

Dewan Pimpinan Daerah Barisan Rakyat Nusantara (BaraNusa) Kota Depok bersama sejumlah warga menggelar aksi unjuk rasa damai di halaman Balai Kota Depok, Jumat (19/6/2026).

Teropongistana.com Depok — Barisan Rakyat Nusantara (BaraNusa) Kota Depok menyoroti dugaan keterlibatan oknum pejabat lingkungan Pemerintah Kota Depok dalam aksi demonstrasi dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlangsung di halaman Balai Kota Depok, Selasa (23/6/2026). Organisasi ini meminta aparat penegak hukum dan lembaga pengawas untuk menelusuri fakta tersebut secara transparan.

DPD BaraNusa Kota Depok menyatakan informasi mengenai adanya mobilisasi massa yang terorganisir perlu dikaji lebih dalam. Ia mengingatkan bahwa jika terbukti ada penggunaan fasilitas negara, anggaran pemerintah, atau keterlibatan aparatur dalam penggalangan massa untuk kepentingan tertentu, maka hal itu melanggar prinsip pemerintahan yang bersih dan netral.

Sekretaris DPD Barisan Rakyat Nusantara Kota Depok Warsih Yuningsih menyebut, pihaknya menghormati hak setiap warga negara untuk mendukung atau mengkritik kebijakan pemerintah. Namun, dukungan itu harus lahir secara sukarela dan murni dari kesadaran sendiri, bukan hasil mobilisasi, tekanan, atau pemberian insentif tertentu.

“Jika benar ada pejabat yang ikut mengatur, memfasilitasi, atau bahkan membiayai aksi tersebut, maka jabatan publik disalahgunakan untuk kepentingan politik atau pencitraan. Apalagi jika dananya bersumber dari anggaran negara, hal ini sudah masuk ranah penyimpangan yang harus ditindak tegas,” kata Yuningsih.

“Kami mendesak Inspektorat Daerah, kepolisian, dan lembaga pengawas terkait untuk menelusuri asal dana, siapa yang menggerakkan, serta apakah ada keterlibatan pihak yang memiliki kepentingan ekonomi langsung terhadap program MBG. Jangan sampai aspirasi rakyat dimanipulasi dan demokrasi hanya menjadi panggung bayaran.” tegasnya.

BaraNusa menegaskan bahwa keterlibatan aparatur negara dalam kegiatan yang tidak sesuai dengan tugas pokok dan netralitas birokrasi dapat merusak kepercayaan publik. Penyelidikan yang terbuka dan objektif dinilai penting agar tidak menimbulkan preseden buruk bagi tata kelola pemerintahan dan kehidupan demokrasi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kota Depok terkait dugaan tersebut.

Baca Lainnya

Jamin Kualitas, Tim Kodam III Siliwangi Periksa Program Pembangunan di Pandeglang ​

24 Juni 2026 - 18:13 WIB

Jamin Kualitas, Tim Kodam Iii Siliwangi Periksa Program Pembangunan Di Pandeglang ​

MTsN 9 Ciamis Tutup Tahun Ajaran dengan Pelepasan Siswa dan Pengukuhan Kenaikan Kelas

18 Juni 2026 - 21:46 WIB

Mtsn 9 Ciamis Tutup Tahun Ajaran Dengan Pelepasan Siswa Dan Pengukuhan Kenaikan Kelas

Berbekal Latihan Matang, Kontingen Pramuka Karang Pamitran Bidik Prestasi di Ciamis

18 Juni 2026 - 21:42 WIB

Berbekal Latihan Matang, Kontingen Pramuka Karang Pamitran Bidik Prestasi Di Ciamis
Trending di Daerah