Menu

Mode Gelap
Diteror, Uchok Sky Khadafi Terima Kiriman Paket Bangkai Ayam Anggaran OMC DKI Jakarta Naik Tajam, CBA Desak Kejagung Telusuri BNBD dan BMKG FWS Ancam Bawa Dugaan Fitnah Wartawan di Lebak ke Ranah Hukum Politisi Golkar Sebut Kunjungan Presiden ke Inggris dan Swiss Langkah Strategis Indonesia di Mata Dunia Legislator Demokrat Usulkan Lembaga Khusus Awasi Rotasi Jabatan Komisi III DPR RI Setuju Usulan Jaksa Agung Terkait Penambahan Anggaran di Kejaksaan

Daerah

Evaluasi FTA: Lima Menteri Warisan Jokowi Layak di-Reshuffle, Bahlil Lahadalia Paling Disorot


					Keterangan foto: Forum Tanah Air (FTA) Perbesar

Keterangan foto: Forum Tanah Air (FTA)

Teropongistana.com Jakarta – Forum Tanah Air (FTA) merilis hasil kajian evaluasi terhadap kinerja enam bulan pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam laporan yang dipublikasikan secara daring pada Minggu (11/5), FTA menilai bahwa beberapa menteri peninggalan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, menunjukkan kinerja yang kurang memuaskan.

Setidaknya ada lima nama menteri eks kabinet Jokowi yang dianggap layak untuk diganti atau di-reshuffle. Di urutan pertama adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

“Bahlil menempati posisi teratas sebagai menteri yang perlu segera di-reshuffle. Di posisi kedua ada Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian,” ujar Tata Kesantra, Tim Pengarah Kajian Angket FTA.

Menteri BUMN Erick Thohir menempati posisi ketiga, disusul oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi.

“Lima besar menteri berkinerja terburuk semuanya berasal dari kabinet sebelumnya, di era Presiden Jokowi,” tambah Tata.

Menurut Tim Perumus Kajian, Donny Handricahyono, salah satu penyebab buruknya kinerja pemerintahan Prabowo di awal masa jabatan adalah lemahnya komunikasi politik dan komunikasi publik. “Pemerintah belum berhasil menyampaikan kebijakan secara terbuka dan tepat sasaran ke masyarakat. Hal ini bisa menggerus kepercayaan rakyat terhadap kepemimpinan Prabowo,” jelasnya.

FTA juga menyoroti isu politik yang beredar di internal Partai Golkar. Disebutkan bahwa Bahlil Lahadalia, yang juga menjabat Ketua Umum Partai Golkar, tengah aktif melakukan konsolidasi ke daerah-daerah sebagai langkah awal menuju pencalonan dirinya sebagai calon presiden pada Pemilu 2029.

Baca Lainnya

FWS Ancam Bawa Dugaan Fitnah Wartawan di Lebak ke Ranah Hukum

22 Januari 2026 - 08:53 WIB

Fws Ancam Bawa Dugaan Fitnah Wartawan Di Lebak Ke Ranah Hukum

Sorotan Anggaran Seragam DPR PBD, Anggota DPD RI Minta Dibuka ke Publik

19 Januari 2026 - 17:52 WIB

Sorotan Anggaran Seragam Dpr Pbd, Anggota Dpd Ri Minta Dibuka Ke Publik

Anak Didik Dikeluarkan, Orang Tua dan Sekolah Saling Buka Kronologi

17 Januari 2026 - 08:51 WIB

Anak Didik Dikeluarkan, Orang Tua Dan Sekolah Saling Buka Kronologi
Trending di Daerah