Menu

Mode Gelap
Sehari Menjelang Putusan Perkara Gugatan CMNP VS Hary Tanoe dan MNC KPK Siaga Bau Amis Puluhan Jutaan Dollar Anggaran Podcast YouTube DPRD Banten Rp2,3 Miliar Jadi Sorotan, KPK Diminta Turun Tangan Ariel dan Niken: Menyanyikan Kisah Dewasa Dilan dan Ancika Tinjau Pelabuhan Patimban, Kajati Jabar Apresiasi Progres Pembangunan Sesuai Target Hinca Panjaitan Apresiasi Kapolres Langkat, Kasus Viral Berakhir Damai Langkah Kejari Tangsel Tepat, Pengamat Minta Kasus Lingkungan BSD Ditangani Secara Tuntas

Daerah

Rawan Kecelakaan, Jalan Berlubang Dekat Terminal Cadasari Pandeglang jadi Wahana Uji Nyali


					Keterangan foto: Jalan Nyoreang, penghubung antara Kecamatan Cadasari menuju Desa Ciinjuk, Kabupaten Pandeglang. Perbesar

Keterangan foto: Jalan Nyoreang, penghubung antara Kecamatan Cadasari menuju Desa Ciinjuk, Kabupaten Pandeglang.

Teropongistana.com Pandeglang — Jika Anda sedang mencari destinasi wisata ekstrem tanpa perlu jauh-jauh keluar kota, mungkin Anda bisa mencoba sensasi berkendara di Jalan Nyoreang, penghubung antara Kecamatan Cadasari menuju Desa Ciinjuk, Kabupaten Pandeglang. Bukan sekadar jalan biasa, jalur ini kini lebih layak disebut sebagai wisata jalan berlubang yang menawarkan sensasi adrenalin — apalagi saat musim hujan tiba.

Sudah berkali-kali dilakukan penambalan, namun kerusakan jalan tetap kembali menghiasi. Lubang-lubang menganga menghiasi sepanjang jalan, menjadi “perangkap” tersembunyi bagi para pengendara, terlebih saat hujan menutupinya dengan genangan air, 12 Juni 2025.

“Kalau hujan, lubang-lubangnya nggak kelihatan, makanya sering ada yang jatuh. Jalan ini tiap hari dilewati warga, bahkan pejabat pun sering lewat sini, tapi seperti pura-pura tidak tahu,” ujar salah satu pengguna jalan, X, kepada media.

Jalan Nyoreang sebenarnya merupakan jalur alternatif vital bagi warga dari arah Serang dan Pandeglang menuju Petir dan Lebak. Namun ironisnya, jalur ini justru dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan.

Menariknya, tak jauh dari jalur tersebut berdiri Terminal Cadasari yang pembangunannya menelan anggaran fantastis, sekitar Rp1,6 miliar. Namun, terminal itu justru mangkrak dan tidak memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Kontras dengan kondisi jalan di sekitarnya yang dibiarkan rusak.

“Jalan berlubang ini mungkin mau dijadikan wisata ekstrem, siapa tahu nanti ada tiket masuknya,” sindir salah satu warga dengan nada kecewa. “Anggaran untuk terminal bisa besar, giliran perbaiki jalan kok setengah hati.”

Masyarakat pun berharap janji-janji perbaikan infrastruktur yang pernah diucapkan saat masa kampanye oleh Bupati Pandeglang Dewi Setiani maupun Gubernur Banten Andra Soni bisa segera terealisasi, bukan sekadar slogan.

Kritik juga dilontarkan kepada para anggota DPRD hingga DPR RI yang dinilai hanya “hadir” saat masa kampanye. Setelahnya, suara mereka menghilang.

“Kami capek janji-janji. Tolong buktikan. Jalan ini bukan cuma akses, tapi juga jalur ekonomi warga,” tegas salah satu tokoh masyarakat setempat.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait soal rencana perbaikan menyeluruh di Jalan Nyoreang. Sementara itu, masyarakat hanya bisa berharap — atau mungkin mulai menyiapkan papan selamat datang: Selamat Datang di Wisata Jalan Berlubang Cadasari. (Akbar)

Baca Lainnya

Anggaran Podcast YouTube DPRD Banten Rp2,3 Miliar Jadi Sorotan, KPK Diminta Turun Tangan

21 April 2026 - 16:08 WIB

Anggaran Podcast Youtube Dprd Banten Rp2,3 Miliar Jadi Sorotan, Kpk Diminta Turun Tangan

Langkah Kejari Tangsel Tepat, Pengamat Minta Kasus Lingkungan BSD Ditangani Secara Tuntas

21 April 2026 - 12:07 WIB

Langkah Kejari Tangsel Tepat, Pengamat Minta Kasus Lingkungan Bsd Ditangani Secara Tuntas

Audiensi dengan Inspektorat Lebak, GAMMA Bongkar Kelebihan Bayar Tak Kunjung Tuntas

21 April 2026 - 09:38 WIB

Audiensi Dengan Inspektorat Lebak, Gamma Bongkar Kelebihan Bayar Tak Kunjung Tuntas
Trending di Daerah