Menu

Mode Gelap
Lurah Muara Ciujung Barat Dukung Perbaikan Jalan dan Drainase Kaum Lebak Forkopimda Kota Serang Perkuat Sinergi Jelang Agenda Januari 2026 Smelter Harita Group di Pulau Obi Diduga Lakukan Genosida Emisi Oknum Kuasa Hukum Diduga Ambil Dompet Petugas Security di PN Rangkasbitung KPK Tetap Eks Menag Yaqut Jadi Tersangka, Komisi VIII: Penyelenggaraan Haji Harus Lebih Baik Kenaikan Pangkat Luar Biasa Atlet TNI Peraih Emas SEA Games Sudah Tepat

Daerah

Lurah Muara Ciujung Barat Dukung Perbaikan Jalan dan Drainase Kaum Lebak


					Keterangan foto: Plt Lurah Muara Ciujung Barat, Nina Chusniati. Perbesar

Keterangan foto: Plt Lurah Muara Ciujung Barat, Nina Chusniati.

Teropongistana.com Lebak – Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Kelurahan Muara Ciujung Barat (MCB), Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, menegaskan dukungannya terhadap upaya perbaikan jalan dan saluran air yang selama bertahun-tahun dikeluhkan warga Kampung Kaum Lebak. Kerusakan jalan dan buruknya drainase tersebut kerap menyebabkan banjir hingga masuk ke rumah warga.

Plt Lurah Muara Ciujung Barat, Nina Chusniati, mengatakan pihak kelurahan pada prinsipnya sangat mendukung adanya bantuan perbaikan infrastruktur, baik dari Pemerintah Kabupaten Lebak, Pemerintah Provinsi Banten, maupun Pemerintah Pusat.

“Kami tentu sangat mendukung adanya perbaikan di wilayah Kelurahan Muara Ciujung Barat. Baik itu perbaikan jalan, saluran air, rumah warga yang terdampak banjir, maupun kerusakan lainnya. Yang terpenting, warga kami bisa mendapatkan bantuan dan solusi atas persoalan yang mereka alami,” kata Nina saat ditemui tim media Forum Wartawan Solid (FWS) di ruang kerjanya, Senin (12/1/2026).

Nina menjelaskan, jalan di Kampung Kaum Lebak RT 02 RW 08 merupakan akses vital warga karena menjadi jalur alternatif saat kawasan Alun-alun Rangkasbitung ditutup akibat adanya kegiatan besar.

“Kalau ada kegiatan di Alun-alun, jalan utama biasanya ditutup. Nah, warga yang akan menuju Kampung Aweh atau ke arah Cimarga, maupun sebaliknya dari Aweh melalui Jembatan Keong, pasti melewati Jalan Kaum Lebak dan tembus ke Aspol. Artinya, jalan ini sangat aktif digunakan warga dan merupakan satu-satunya jalan pintas,” jelasnya.

Terkait drainase, Nina mengaku pihaknya telah menerima surat permohonan dari warga beberapa bulan lalu dan telah menandatanganinya sebagai bentuk dukungan.

“Betul, waktu itu ada surat permohonan perbaikan saluran air dari warga dan sudah saya tandatangani. Pada dasarnya saya mendukung seluruh upaya perbaikan di wilayah MCB. Namun kami mohon maaf, pihak kelurahan tidak bisa melakukan perbaikan secara langsung karena kami tidak memiliki anggaran untuk pembangunan maupun perbaikan jalan dan drainase,” tutur Nina.

Sebelumnya diberitakan, warga Kampung Kaum Lebak RT 02 RW 08 mengeluhkan kondisi banjir yang hampir 15 tahun terjadi setiap kali hujan turun. Air kerap masuk ke rumah warga akibat saluran air yang tersumbat dan tidak berfungsi optimal.

Ketua RT 02 Kampung Kaum Lebak, Eprijal, mengatakan pihaknya telah berupaya mengajukan permohonan perbaikan melalui proposal yang dikirimkan ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Lebak, bahkan ditembuskan ke sejumlah pihak terkait.

“Setiap hujan turun, rumah warga pasti kebanjiran. Kondisi ini sudah hampir 15 tahun kami alami. Saya sudah mengirim proposal ke Dinas Perkim, ditembuskan ke Bupati Lebak, Ketua DPRD, pihak Kecamatan, dan Kelurahan. Tapi sampai sekarang belum ada realisasi perbaikan,” ujar Eprijal, Minggu, 11 Januari 2026.

Ia berharap pemerintah daerah lebih peduli dan memberikan perhatian serius terhadap kondisi warga Kaum Lebak, terutama mereka yang terdampak banjir.

“Kami ini warga yang tinggal di jantung kota, tidak jauh dari kantor pemerintahan Kabupaten Lebak. Tapi setiap hujan, air masuk ke rumah, barang-barang rusak, bahkan kotoran ikut terbawa air. Kami hanya ingin keadilan dan perhatian yang sama dari pemerintah,” ungkapnya.

Eprijal juga menjelaskan bahwa proposal yang diajukan berisi permohonan perubahan atau pembangunan drainase baru, karena saluran air yang dibangun melalui program Kotaku dinilai tidak berfungsi dan justru menyebabkan penyumbatan.

“Kami berharap pemerintah melalui Dinas Perkim segera merealisasikan perbaikan drainase. Air yang tersumbat ini bukan hanya merusak rumah, tapi juga berpotensi menimbulkan penyakit akibat sampah dan kotoran yang bercampur dengan air banjir,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Heru, salah satu warga terdampak banjir. Ia mengaku sudah lelah dengan kondisi yang terus berulang tanpa adanya solusi nyata.

“Sebelum ada program Kotaku, banjir sudah terjadi. Setelah ada program itu, banjir malah terasa lebih parah. Kami heran, kenapa seolah tidak ada kepekaan dari pemerintah. Rumah kami sering kemasukan air bercampur kotoran. Kalau dibiarkan terus, bukan tidak mungkin rumah kami rusak,” kata Heru.

Ia berharap pemberitaan media dapat mendorong pemerintah untuk segera turun langsung dan melakukan perbaikan.

“Kami sangat berterima kasih kepada media yang sudah mengangkat keluhan kami. Harapan kami sederhana, pemerintah segera meninjau lokasi dan memperbaiki saluran air serta jalan, agar kami bisa hidup lebih layak tanpa rasa cemas setiap kali hujan turun,” pungkasnya. (*/David)

Baca Lainnya

Forkopimda Kota Serang Perkuat Sinergi Jelang Agenda Januari 2026

12 Januari 2026 - 17:56 WIB

Forkopimda Kota Serang Perkuat Sinergi Jelang Agenda Januari 2026

Oknum Kuasa Hukum Diduga Ambil Dompet Petugas Security di PN Rangkasbitung

12 Januari 2026 - 15:48 WIB

Oknum Kuasa Hukum Diduga Ambil Dompet Petugas Security Di Pn Rangkasbitung

Ketua DPRD Kota Serang Sosialisasikan Normalisasi Saluran Sungai di Banten Lama

12 Januari 2026 - 01:18 WIB

Ketua Dprd Kota Serang Sosialisasikan Normalisasi Saluran Sungai Di Banten Lama
Trending di Daerah