Menu

Mode Gelap
KPK Dorong Aturan Baru, Doli: Langkah Progresif Demokrasi Berkualitas Usut, Anggota DPRD Sulbar Dilaporkan Terima Suap Rp50 Juta Urus SPPG Narkoba Merambah Ruang Digital, Dave Fikarno: Butuh Strategi Adaptif Anggaran Laundry Gubernur Kaltim Melonjak, CBA: Jangan Habiskan Uang Rakyat Fokus Bangun Jalan dan RTLH, Dandim Afri: Hadir Untuk Kesejahteraan Kejati Sumsel Sita 14 Unit Alat Berat Milik PT KMM

Internasional

LUAR BIASA! TEMPE AZAKI TEMBUS PASAR EKSPOR AMERIKA SERIKAT


					Keterangan Poto: Ekspor perdana tempe azaki ke Amerika. Perbesar

Keterangan Poto: Ekspor perdana tempe azaki ke Amerika.

Teropongistana.com

Jakarta – PT Azaki Food Internasional kembali lepas ekspor perdana Tempe Azaki sebanyak 1,92 Ton ke negara tujuan Amerika Serikat (AS). Amerika Serikat adalah negara tujuan ekspor Tempe Azaki yang ke empat setelah sejak tahun 2021 ekspor ke Jepang, Korea Selatan dan Taiwan.

Direktur PT Azaki Food Internasional atau lebih dikenal Rumah Tempe Azaki Bogor, Cucup Ruhiyat menuturkan, ekspor tempe ke AS adalah pencapaian yang luar biasa dan membanggakan mengingat proses yang tidak mudah dengan waktu yang cukup panjang,” Jakarta, 21 Juli 2023.

Ekspor perdana tempe azaki ini adalah kerjasama antara PT Azaki Food Internasional dengan Jans Enterprises Corp, perusahaan makanan minuman yang berdomisili di Los Angeles California Amerika Serikat. Umur simpan atau self life tempe beku yang mencapai 13 bulan memungkinkan tempe aman menempuh perjalanan laut selama lebih dari satu bulan.

“Bersyukur hari ini bisa terealisasi ekspor perdana tempe azaki ke Amerika Serikat, perjalanan yang cukup panjang tepatnya hampir tujuh bulan prosesnya sejak kontak pertama di bulan Desember tahun lalu. Kerja keras dan pengalaman ekspor sebelumnya membuat kita sanggup memenuhi seluruh persyaratan yang cukup sulit. Dengan pencapaian ini membuat saya semakin yakin bahwa tempe azaki bisa saya bawa untuk dapat diterima di seluruh dunia,” kata Cucup Ruhiyat dalam keterangannya.

“Ini sangat luar biasa, Indonesia ekspor biji kopi ke AS dan kemudian AS mengembalikannya dengan nilai yang berlipat melalui gerai-gerai Starbuck di Indonesia, maka dengan tempe kita boleh impor kedelai dari Amerika Serikat dan selanjutnya kita kembalikan kedelai ini dalam bentuk tempe dengan nilai berlipat juga”, sambung Cucup dengan begitu semangat.

Pelepasan ekspor perdana yang dilaksanakan di Komplek Pergudangan Bosco Penjaringan, Jakarta Utara ini dilakukan bersama oleh Cucup Ruhiyat, Jasmine Osinski-Agricultural Attache Embassy of The United States of America, Profesor Made Astawan-Guru Besar IPB dan Ketua Forum Tempe Indonesia dan Dadi H. Maskar-USSEC Indonesia.

Jasmine Osinski dalam sambutannya menyampaikan bahwa Petani kedelai AS mendukung produsen Tempe Indonesia melalui program yang dilaksanakan oleh USSEC Indonesia bekerja sama dengan pemangku kepentingan lokal seperti FTI dan FKDB.

“Perjalanan Tempe Azaki merupakan salah satu kisah sukses kolaborasi people-to-people antara petani kedelai AS dan produsen tempe Indonesia. Semoga keberhasilan Tempe Azaki dalam meningkatkan metode mutu dalam produksinya dapat menginspirasi usaha kecil dan menengah lainnya agar produk Indonesia dapat diterima di pasar Internasional. Ini juga merupakan contoh yang sangat baik tentang bagaimana Indonesia diuntungkan dengan mengimpor kedelai. Mereka mengimpor kedelai dari AS sebagai bahan baku, mengolahnya menjadi tempe, dan menjualnya ke AS dengan nilai ekonomi yang berlipat” tutur Jasmine

Sementara Prof Made Astawan menyampaikan “bahwa ekspor tempe adalah ekspor budaya dimana tempe adalah warisan budaya bangsa yang diakui dunia sebagai superfood, inilah yang juga harus dibanggakan”.

Baca Lainnya

Reorientasi Strategi Ekonomi di Selat Malaka

27 April 2026 - 18:20 WIB

Paradoks Jalur Urat Nadi Dunia Selat Malaka Merupakan Urat Nadi Perdagangan Global Yang Memikul Beban 25% Distribusi Komoditas Dunia, Namun Bagi Indonesia Posisi Strategis Ini Menghadirkan Paradoks Antara Kedaulatan Wilayah Dan Kemanfaatan Ekonomi. Sebagai Pemilik Garis Pantai Terpanjang, Indonesia Justru Terjebak Dalam Peran &Quot;Penjaga Gerbang&Quot; Yang Memikul Tanggung Jawab Besar Atas Keamanan Jalur Dari Ancaman Pirasi Serta Risiko Kerusakan Ekologis Akibat Limbah Kapal. Sayangnya, Beban Operasional Yang Menjadi Cost Center Bagi Apbn Ini Tidak Berbanding Lurus Dengan Keuntungan Finansial, Karena Status Selat Sebagai Jalur Pelayaran Internasional Membatasi Otoritas Negara Untuk Memungut Retribusi Langsung, Sementara Nilai Tambah Ekonomi Justru Tersedot Ke Pelabuhan Negara Tetangga Yang Memiliki Ekosistem Layanan Lebih Mapan.

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Tokyo

12 April 2026 - 22:56 WIB

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto Ke Tokyo Awal April Ini Bukan Sekedar Kunjungan Kehormatan Diplomasi Biasa Atau Sekedar Seremoni “Kulon Newun” Pemimpin Baru. Ini Bukan Merupakan Hal Yang Baru Dalam Kemitraan Ini, Indonesia-Japan Maritime Forum (Ijmf) Yang Di Luncurkan Sejak 2016 Menjadi Wadah Rutin Bagi Kedua Negara Dalam Membahas Isyu Sensitive Dan Strategis

Geopolitik di Balik Temuan Glider Jalur ALKI II

12 April 2026 - 22:09 WIB

Geopolitik Di Balik Temuan Glider Jalur Alki Ii
Trending di Internasional