Menu

Mode Gelap
Silaturahmi Makin Erat, Muslim Suryadi Gerakkan FKDM Menuju Indonesia Maju Tolak Kambing Hitam, Kecelakaan Bekasi Timur, Minta Dirut KAI Dinonaktifkan Padahal Suara Rakyat, BaraNusa Desak Pemerintah Wujudkan Sekolah Gratis Viral Video Pria Berbaju Putih Tarik Upeti PKL Parung: Ke Mana Satpol PP Rakyat Terhimpit Ekonomi, Stafsus Bamsoet Malah Pamer Jet Pribadi Momentum Baru Kejaksaan Jabar, Kajati Lantik Asisten Intel dan Kajari Cirebon

Internasional

Bamsoet Apresiasi Terobosan Cepat Dubes Junimart Girsang Benahi KBRI Roma


					Keterangan foto : Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo pada saat berada di luar negeri, Jumat (16/1/2026) Perbesar

Keterangan foto : Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo pada saat berada di luar negeri, Jumat (16/1/2026)

Teropongistana.com JAKARTA – Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, mengapresiasi kinerja Junimart Girsang, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Italia dan membawahi juga perwakilan untuk negara-negara lain: Malta, San Marino, dan Siprus, serta organisasi internasional seperti FAO, IFAD, UNIDROIT, dan WFP (Program Pangan Dunia), yang dinilai mampu bekerja cepat dan efektif dalam menata kembali berbagai persoalan Kedutaan Besar RI di Roma setelah posisi tersebut kosong hampir dua tahun.

Kekosongan jabatan duta besar sejak wafatnya Dubes Muhammad Prakosa pada 17 Januari 2023 di Roma meninggalkan pekerjaan rumah yang tidak ringan. Mulai dari tata kelola pelayanan administrasi, kesejahteraan pegawai, hingga penguatan diplomasi ekonomi dan multilateral. Namun dalam waktu relatif singkat sejak resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 24 Maret 2025, Junimart Girsang mampu menunjukkan terobosan nyata.

“Setelah dua tahun kursi Dubes Italia kosong, tentu ada stagnasi pelayanan dan koordinasi. Kehadiran Dubes Junimart membawa energi baru. Banyak persoalan lama yang disentuh dan diselesaikan secara bertahap dan terukur,” ujar Bamsoet saat bertemu Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Italia, Junimart Girsang, Jumat (16/1/26).

Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini menjelaskan, salah satu langkah krusial yang patut diapresiasi adalah pembenahan tata kelola pelayanan administrasi di KBRI Roma. Proses layanan keimigrasian, perlindungan WNI, serta pelayanan dokumen bagi diaspora dan pelaku usaha Indonesia di Italia kini dinilai lebih cepat dan responsif. Hal ini penting mengingat Italia menjadi salah satu pintu utama Indonesia ke kawasan Eropa Selatan dan Mediterania.

Selain itu, Junimart juga mengambil langkah berani dengan memperbaiki kesejahteraan staf KBRI yang telah mengalami stagnasi lebih dari satu dekade. Kebijakan ini strategis karena kualitas diplomasi sangat ditentukan oleh kondisi internal perwakilan.

“Diplomasi yang kuat tidak lahir dari gedung megah, tapi dari sumber daya manusia yang sejahtera dan profesional. Langkah Dubes Junimart ini menunjukkan kepemimpinan yang memahami akar persoalan,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia dan Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini memaparkan, sejumlah inisiatif Junimart di bidang diplomasi ekonomi mampu mempererat hubungan dengan kalangan pengusaha Italia. Italia merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia di Uni Eropa, dengan nilai perdagangan bilateral yang pada tahun 2024 tercatat menembus kisaran USD 3,9 miliar. Produk unggulan Indonesia seperti alas kaki, furnitur, tekstil, kopi, kakao, hingga produk perikanan memiliki pasar yang kuat di Italia.

“Dalam waktu singkat, KBRI Roma aktif memfasilitasi pertemuan bisnis, mendorong promosi produk Indonesia, serta membuka peluang investasi Italia di sektor manufaktur, energi terbarukan, dan industri kreatif di Tanah Air,” jelas Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Alumni Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjajaran ini menuturkan selain menjadi Dubes RI untuk Italia, Junimart Girsang juga memikul mandat rangkap sebagai duta besar RI untuk Republik Malta, Republik San Marino, Republik Siprus, serta perwakilan tetap Indonesia pada sejumlah organisasi internasional strategis seperti FAO, IFAD, WFP, dan UNIDROIT. Peran tersebut sangat krusial di tengah isu global mengenai ketahanan pangan, perubahan iklim, dan reformasi hukum perdagangan internasional.

“Harapan kita Dubes Junimart dapat menjaga konsistensi kinerja, memperluas jejaring strategis, serta memastikan diplomasi Indonesia di Italia dan forum multilateral semakin berdampak nyata bagi kepentingan nasional. Fondasi awal sudah diletakkan dengan baik. Tinggal bagaimana keberlanjutan dan penguatannya ke depan,” pungkas Bamsoet.

Baca Lainnya

Minta Damai Ditolak Trump, Iran Terdesak Ekonomi Hancur dan Industri Lumpuh

30 April 2026 - 18:12 WIB

Minta Damai Ditolak Trump, Iran Terdesak Ekonomi Hancur Dan Industri Lumpuh

Reorientasi Strategi Ekonomi di Selat Malaka

27 April 2026 - 18:20 WIB

Paradoks Jalur Urat Nadi Dunia Selat Malaka Merupakan Urat Nadi Perdagangan Global Yang Memikul Beban 25% Distribusi Komoditas Dunia, Namun Bagi Indonesia Posisi Strategis Ini Menghadirkan Paradoks Antara Kedaulatan Wilayah Dan Kemanfaatan Ekonomi. Sebagai Pemilik Garis Pantai Terpanjang, Indonesia Justru Terjebak Dalam Peran &Quot;Penjaga Gerbang&Quot; Yang Memikul Tanggung Jawab Besar Atas Keamanan Jalur Dari Ancaman Pirasi Serta Risiko Kerusakan Ekologis Akibat Limbah Kapal. Sayangnya, Beban Operasional Yang Menjadi Cost Center Bagi Apbn Ini Tidak Berbanding Lurus Dengan Keuntungan Finansial, Karena Status Selat Sebagai Jalur Pelayaran Internasional Membatasi Otoritas Negara Untuk Memungut Retribusi Langsung, Sementara Nilai Tambah Ekonomi Justru Tersedot Ke Pelabuhan Negara Tetangga Yang Memiliki Ekosistem Layanan Lebih Mapan.

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Tokyo

12 April 2026 - 22:56 WIB

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto Ke Tokyo Awal April Ini Bukan Sekedar Kunjungan Kehormatan Diplomasi Biasa Atau Sekedar Seremoni “Kulon Newun” Pemimpin Baru. Ini Bukan Merupakan Hal Yang Baru Dalam Kemitraan Ini, Indonesia-Japan Maritime Forum (Ijmf) Yang Di Luncurkan Sejak 2016 Menjadi Wadah Rutin Bagi Kedua Negara Dalam Membahas Isyu Sensitive Dan Strategis
Trending di Internasional