Menu

Mode Gelap
Pemuda Katolik Komda Bali Serukan Generasi Muda Tetap Tenang dan Tidak Terprovokasi Buntut Kematian Driver Ojol, Sahabat Presisi Desak Puan Maharani Mundur dari Jabatan Bentuk Peduli, Kejari Lebak dan Yayasan Uswah Hasanah Perwira Gelar Bakti Sosial Waspada..! Banyak Warga Asing Terlihat di Tengah Aksi Demo Depan Gedung DPR Senayan Ribuan Pengemudi Ojek Online Gelar Demo di Depan DPR RI, Ricuh hingga Masuk ke Gedung Dapur Sekolah Bisa Membentuk Karakter Anak Mandiri dan Budaya Antri

Megapolitan

Kebijakan Bahlil Disebut Sesat Hilangkan Gas 3 Kilogram di Pasaran


Bahlil Lahadalia Mentri ESDM Republik Indonesia. Perbesar

Bahlil Lahadalia Mentri ESDM Republik Indonesia.

Teropongistana.com Jakarta – Direktur Eksecutif Political and Public Policy Studies (P3S), Dr. Jerry Massie, MA, PhD menyoroti terkait polemik hilangnya Gas tabung 3Kilogram yang membuat resah rakyat miskin dan para pengusaha kecil kaki lima. Dalam rencana kebijakan tersebut membuat pengecer tidak lagi boleh menjual dengan cara pendistribusian tidak disalurkan dari pangkalan.

“Atas kejadian ini membuat rakyat menderita, mereka tidak bisa masak untuk anak istri dan berjualan nasi selama hilangnya gas tabung 3Kg di pengecer. Kejadian ini ada indikasi pembangkangan politik dan sesat. Saya kira ada pembangkangan politik terhadap Presiden Prabowo. Kebijakannya memang jauh dari slogan dan visi Prabowo yang peduli rakyat kecil,” kata Jerry melalui saluran WhatsApp dikutif dari teropongistana.com , Jakarta, Rabu (5/2/2025).

“Aksi yang melarang penjualan gas elpiji 3 Kg bukan ide dan kebijakan Prabowo. Apa yang dilakukan Bahlil sungguh bertentangan dengan komitmen Pak Prabowo,” katanya lagi.

“Bahlil ini perlu di reshuffle, mana mungkin dia dulunya seorang sopir angkot dia lupa latar belakangnya, dia harusnya sadar dan kesempatan menjabat menteri harusnya jangan buat kebijakan yang konyol,” ungkapnya.

“Apa iya ini ada unsur kesengajaan dari Bahlil sendiri. Atau kalau sudah tak satu visi dengan Prabowo step down saja alias mengundurkan diri. Begitu pula kalau sudah tak mampu dan tak berkompeten menjadi Menteri ESDM,” ujarnya.

Lanjut Jerry, dia berharap jangan membuat gaduh dengan kebijakan yang membuat gaduh sampai ada yang meninggal dunia lantaran antri berjam-jam. Memang Bahlil sejak menjabat Ketua Golkar sudah merasa di atas angin. Saya sarankan Golkar juga harus mengevaluasi kepemimpinanya. Baru saja beberapa waktu dinobatkan sebagai menteri terburuk versi Celios kini membuat kekacauan.

“Beruntung Prabowo sudah membatalkan aturan Bahlil ini. Bisa saja menteri-menteri lain yang merupakan kaki tangan Jokowi akan membuat kebijakan di luar kemauan Presiden Prabowo,” pikirnya.

“Dan saya yakin nama-nama seperti Budi Arie (Ketua Projo)n Imanu Ebenhaezer (Ketua Joman) akan jadi batu sandungan di pemerintahan Pak Prabowo dan juga anak emas Jokowi si Pratikno dan Bahlil Lahadia. Mungkin akan muncul penghianatan dalam kabinet Prabowo khususnya dari kaki-tangan Jokowi,” paparnya.

“Inilalh akibatnya kalau Bahlil diangkat jadi Menteri ESDM yang bukan expert-nya (ahlinya), kacau jadinya,” tutupnya.

Baca Lainnya

Dugaan Sabotase Rezim Pemerintahan RI Mengarah pada Keberlanjutan, Pemakzulan atau Kekosongan kekuasaan

28 Agustus 2025 - 14:16 WIB

Gerak 08 Banten: Minimnya Orang Prabowo Di Pemerintahan Hambat Realisasi Program Presiden

Pemerintah Didesak Atasi Makanan Basi, Relokasi Dapur ke Tiap Sekolah Segera

28 Agustus 2025 - 11:28 WIB

Pemerintah Didesak Atasi Makanan Basi, Relokasi Dapur Ke Tiap Sekolah Segera

Pengamat Politik Egi Hendrawan Desak Presiden Copot Mendagri Tito Karnavian

27 Agustus 2025 - 12:05 WIB

Pengamat Politik Egi Hendrawan Desak Presiden Copot Mendagri Tito Karnavian
Trending di Megapolitan