Menu

Mode Gelap
Menteri Agama RI Resmikan Pembangunan Gedung Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta Arif Rahman Apresiasi Seba Baduy: Warisan Budaya yang Tak Ternilai MataHukum Desak Usut Tuntas Bea Cukai di Balik Penyelundupan HP Ilegal Sidoarjo Kemenaker Turun Tangan! Tangani Kasus Koki MBG Kecelakaan Kerja yang Tak Punya BPJS di Langkat Limbah Pemakaman Cemari Permukiman, Kepala Suku Desak Pemda kota Sorong Bertindak Cepat Rekor Sejarah! Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton, BULOG Lebak-Pandeglang Kelola 24.000 Ton

Nasional

Direktur Eksekutif P3S Desak Evaluasi Menyeluruh Polri Usai Kasus Ojol Tertabrak Polisi Saat Demo 28 Agustus


					Foto (red). Perbesar

Foto (red).

Teropongistana.com Jakarta — Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menyoroti insiden ojek online (ojol) yang tewas tertabrak kendaraan polisi saat demonstrasi pada 28 Agustus 2025. Menurutnya, manajemen dan pola pikir di tubuh Polri harus segera diperbaiki.

“Tindakan brutal saat demo, di mana kendaraan yang dibawa anggota Brimob menabrak mati pengemudi ojek, menambah catatan hitam panjang Polri,” ujar Jerry dalam keterangannya, Jumat (29/8).

Jerry menilai, peristiwa ini semakin memperburuk citra kepolisian setelah sebelumnya publik dikejutkan dengan sejumlah kasus besar, seperti pembunuhan Brigadir Joshua oleh Ferdy Sambo, kasus narkoba Irjen Teddy Minahasa, penembakan siswa SMK di Semarang oleh Aipda Robiq, hingga pembunuhan ibu kandung di Cileungsi yang dilakukan Aipda Nikson Pangaribuan.

“Polisi yang bersalah harus dihukum atas perbuatannya. Namun memang, secara etika situasional, dalam kondisi demo, polisi juga menghadapi ancaman serius. Tinggal dilihat, apakah penabrakan tukang ojol ini disengaja atau tidak,” tambahnya.

Jerry juga membandingkan insiden ini dengan tragedi Stadion Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang akibat penggunaan gas air mata.

Menurutnya, evaluasi menyeluruh terhadap manajemen keamanan dan cara bertindak Polri sangat penting agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Baca Lainnya

Arif Rahman Apresiasi Seba Baduy: Warisan Budaya yang Tak Ternilai

24 April 2026 - 23:39 WIB

Arif Rahman Apresiasi Seba Baduy: Warisan Budaya Yang Tak Ternilai

MataHukum Desak Usut Tuntas Bea Cukai di Balik Penyelundupan HP Ilegal Sidoarjo

24 April 2026 - 23:12 WIB

Matahukum Desak Usut Tuntas Bea Cukai Di Balik Penyelundupan Hp Ilegal Sidoarjo

Kemenaker Turun Tangan! Tangani Kasus Koki MBG Kecelakaan Kerja yang Tak Punya BPJS di Langkat

24 April 2026 - 23:02 WIB

Kemenaker Turun Tangan! Tangani Kasus Koki Mbg Kecelakaan Kerja Yang Tak Punya Bpjs Di Langkat
Trending di Hukum