Menu

Mode Gelap
Mahasiswa Desak Negara Perkuat Perlindungan Perempuan pada Momentum IWD 2026 Kejati Jateng Diminta Panggil Perhutani KPH Purwodadi Terkait Pengelolaan Hutan Dugaan Kapolda Sulbar “Main Mata” dengan Astra Agro, BADKO HMI Ancam Aksi Besar-Besaran Dari Humas Pimpin BNP Jabar, Brigjen Sulistyo Pudjo Bawa Harapan Lawan Narkoba Excavator Diduga Rusak Rumah Warga Disita, Polisi Lanjutkan Kasus Astra Agro Soroti Tambang Bermasalah di Maluku Utara, HANTAM-MALUT Minta Audiensi dengan Komisi XII DPR

Nasional

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Gugur Akibat Serangan AS-Israel


					Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei Perbesar

Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei

Teropongistana.com Jakarta – Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia akibat serangan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang terjadi akhir pekan lalu di Teheran.

Media pemerintah Iran dan lembaga internasional mengonfirmasi kematian Khamenei, yang juga menyebabkan tewasnya sejumlah anggota keluarganya, termasuk putri, menantu, dan cucu, serta pejabat tinggi seperti Komandan Garda Revolusi Mohammad Pakpour dan Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh. Iran menetapkan masa berkabung selama 40 hari.

Presiden AS Donald Trump menyebut Khamenei sebagai “salah satu orang paling jahat dalam sejarah” dan menegaskan operasi militer akan berlanjut hingga tujuan strategis AS dan Israel tercapai.

Kematian Khamenei menimbulkan kekosongan dalam struktur kepemimpinan Iran. Guru besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, menjelaskan bahwa menurut konstitusi Iran, bila tidak ada Pemimpin Tertinggi, kekuasaan akan dipegang sementara oleh Presiden, Ketua Mahkamah Agung, dan perwakilan ulama.

“Bila pengganti Ali Khamenei realistis dan tidak mau mengorbankan rakyatnya, bisa saja mereka memilih jalur diplomasi atau menyerah terhadap tekanan AS dan Israel. Namun, jika sosok baru bersikap keras, perang bisa berkepanjangan,” kata Hikmahanto kepada wartawan, Senin (2/3/2026).

Hikmahanto menambahkan, sosok pengganti Khamenei bisa berasal dari rezim saat ini, seperti putranya, atau dari pihak luar rezim, misalnya keturunan terakhir monarki Iran, Reza Pahlavi.

Tokoh yang diharapkan Israel dan AS sebagai pengganti Khamenei, menurut Hikmahanto, harus bersedia bekerja sama dengan Barat, menghentikan pengembangan senjata nuklir, serta tidak lagi membiayai kelompok proxy seperti Hamas, Houthi, dan Hezbollah.

Baca Lainnya

Mahasiswa Desak Negara Perkuat Perlindungan Perempuan pada Momentum IWD 2026

9 Maret 2026 - 05:33 WIB

Mahasiswa Desak Negara Perkuat Perlindungan Perempuan Pada Momentum Iwd 2026

Dugaan Kapolda Sulbar “Main Mata” dengan Astra Agro, BADKO HMI Ancam Aksi Besar-Besaran

8 Maret 2026 - 13:44 WIB

Dugaan Kapolda Sulbar “Main Mata” Dengan Astra Agro, Badko Hmi Ancam Aksi Besar-Besaran

Dari Humas Pimpin BNP Jabar, Brigjen Sulistyo Pudjo Bawa Harapan Lawan Narkoba

8 Maret 2026 - 07:04 WIB

Dari Humas Pimpin Bnp Jabar, Brigjen Sulistyo Pudjo Bawa Harapan Lawan Narkoba
Trending di Nasional