Menu

Mode Gelap
Harga Satuan Rp2,2 Miliar per Unit, Kesesuaian Mobil Derek Dishub DKI Dipertanyakan Kasus Penyekapan Bandung Ditangkap, Wakil Ketua Komisi III DPR: Hukum Seberat-beratnya Diduga Dimobilisasi, BaraNusa Minta Usut Sumber Dana Aksi Pro MBG di Depok Jamin Kualitas, Tim Kodam III Siliwangi Periksa Program Pembangunan di Pandeglang ​ Klausula Baku Tidak Adil, Konsumen Gugat Skema Refund PT Jaya Real Property Cetak Talenta dan Dosen Berdaya Saing Global, ADI Jalin Kerja Sama Strategis

Nasional

Unggul di Texas hingga Arizona, Partai Republik Diprediksi Pepet Demokrat di Legislatif


					Pakar kebijakan publik Amerika Serikat, Jerry Massie. Perbesar

Pakar kebijakan publik Amerika Serikat, Jerry Massie.

Teropongistana.com Jakarta – Kompetisi pemilihan anggota Senat dan Kongres Amerika Serikat (AS) yang akan digelar November 2026 diprediksi berlangsung sangat ketat, namun peluang Partai Republik dinilai jauh lebih besar untuk mempertahankan kendali mereka.

Menurut pengamat politik, Dr. Jerry Massie PhD, Direktur P3S, meskipun Partai Demokrat berusaha keras merebut kembali kedua kamar legislatif, tugas tersebut dinilai tidak mudah. Apalagi banyak kandidat yang didukung atau endorsed oleh Donald Trump memiliki basis kekuatan yang sangat solid di wilayah masing-masing.

“Saya yakin Partai Republik masih akan menguasai Senat. Begitu pula di Kongres, mereka justru berpotensi meraih tambahan kursi sekitar 22 hingga 25 kursi,” ujar Jerry Massie dalam analisisnya.

Faktor Redistricting Menguntungkan

Salah satu faktor kunci yang dinilai menguntungkan Partai Republik adalah kebijakan pembagian ulang wilayah pemilihan atau redistricting yang dilakukan di sejumlah negara bagian strategis seperti Louisiana, Alabama, Georgia, Missouri, Mississippi, Kentucky, South Carolina, North Carolina, Tennessee, Texas, hingga Florida.

Berbeda dengan Demokrat yang upaya redistricting-nya di Virginia justru ditolak Mahkamah Agung AS dengan keputusan 6 banding 3, perubahan peta politik di wilayah-wilayah tersebut diprediksi akan memperkokoh posisi Republik.

Proyeksi Kursi dan Hasil Survei

Berdasarkan hitungan cermat, Partai Republik diproyeksikan mengamankan 52 hingga 55 kursi di Senat, dengan selisih yang kemungkinan hanya naik atau turun satu kursi dari posisi saat ini.

Sementara untuk Kongres, perolehan diprediksi akan sangat signifikan, dengan kemungkinan skor 223 lawan 201 atau 221 lawan 214 mengungguli Demokrat.

Hal ini juga dipengaruhi oleh sejumlah tokoh Demokrat yang mundur atau tersingkir, seperti Eric Swalwell yang mundur karena skandal, Sheila McCormick, hingga Jasmine Crockett yang kalah di tahap primary.

Kandidat Kuat Republik Unggul Jauh

Massie membeberkan sejumlah hasil survei yang menunjukkan dominasi kandidat Republik di berbagai negara bagian:

– Texas: Ken Paxton yang didukung Trump unggul 52% berbanding 46% atas James Talarico. Bersama Ted Cruz, mereka dipastikan kuat bertahan.

– Arizona: Kandidat Republik Mark Lamb unggul tipis 50% berbanding 48% atas petahana Ruben Gallego yang diprediksi akan terjungkal.

– Kentucky: Andy Barr mencatatkan keunggulan telak 56% berbanding 43% atas Gubernur Andy Beshear.

– Louisiana: Julia Letlow memimpin 55% berbanding 43%.

– West Virginia: Alex Mooney unggul 54% berbanding 45%.

– Florida: Byron Donalds diprediksi menang atas wakil Demokrat Bill Nelson.

“Demokrat mungkin hanya bisa mengandalkan basis kuat mereka di negara bagian seperti New York, New Jersey, California, Massachusetts, Illinois, Washington, Maryland, Virginia, Colorado, dan Michigan,” tutup Massie.

Baca Lainnya

Klausula Baku Tidak Adil, Konsumen Gugat Skema Refund PT Jaya Real Property

24 Juni 2026 - 17:56 WIB

Klausula Baku Tidak Adil, Konsumen Gugat Skema Refund Pt Jaya Real Property

Cetak Talenta dan Dosen Berdaya Saing Global, ADI Jalin Kerja Sama Strategis

24 Juni 2026 - 17:42 WIB

Cetak Talenta Dan Dosen Berdaya Saing Global, Adi Jalin Kerja Sama Strategis

Dugaan Ada Uang Rp300 Juta, Matahukum: Jangan Jadikan Aspirasi Mahasiswa Komoditas

24 Juni 2026 - 17:21 WIB

Dugaan Ada Uang Rp300 Juta, Matahukum: Jangan Jadikan Aspirasi Mahasiswa Komoditas
Trending di Nasional