Menu

Mode Gelap
Kejagung Geledah Kemenhut Terkait Dugaan Korupsi IUP Nikel Konawe Utara Pergunu Nilai KH Asep Saifuddin Chalim Figur Tepat Jaga Keulamaan NU Dana Haji Khusus Tertahan, Komisi VIII: Jangan Sampai Rugikan Jamaah Kasus Dugaan SARA Mandek, Fam Fuk Tjhong Desak Kapolres Lebak Bertindak PROJO Setujui Kompromi Pilkada: Gubernur Dipilih DPRD, Bupati dan Wali Kota Tetap Dipilih Langsung HAB ke-80, Menag Minta ASN Kemenag Warnai AI dengan Konten Mencerahkan

News

Ketua Gerak 08 Papua Tengah Apresiasi Anggaran Pendidikan 2025, Minta Pemerintah Serius Tangani Tiga Jalur Pendidikan


					Foto (Red) Perbesar

Foto (Red)

Teropongistana.com Papua Tengah — Ketua Gerakan Ekonomi Kreatif (Gerak 08) Papua Tengah, Yusak Ernes Tebay, menyampaikan apresiasi atas langkah Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang telah menganggarkan dana pendidikan dalam jumlah besar untuk tahun 2025. Menurutnya, alokasi anggaran tersebut menunjukkan kepedulian Presiden terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM) di seluruh Indonesia.

“Kami sangat salut kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Beliau menunjukkan komitmen yang luar biasa terhadap dunia pendidikan. Anggaran besar yang telah disiapkan menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun SDM Indonesia,” ujar Yusak dalam keterangannya, Kamis (12/6/2025).

Namun demikian, Yusak menegaskan bahwa anggaran besar yang telah disiapkan pemerintah pusat harus diimbangi dengan kerja nyata di lapangan, khususnya oleh para pejabat terkait, mulai dari gubernur, bupati/wali kota, hingga kepala dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

“Kami minta kepada Bapak Presiden, melalui Menteri Pendidikan, agar benar-benar melakukan pengawasan serius. Harus diteliti, kelompok pendidikan mana yang perlu ditangani secara prioritas,” tegas Yusak.

Yusak juga mengingatkan bahwa pendidikan di Indonesia memiliki tiga jalur utama, yakni:

1. Pendidikan formal,
2. Pendidikan nonformal, dan
3. Pendidikan informal.

Ia menilai, selama ini pemerintah daerah belum optimal dalam menangani ketiga jalur tersebut, terutama di wilayah Papua Tengah.

“Negara sudah siapkan anggaran besar, tapi kenyataannya hingga kini kita masih menghadapi masalah serius, seperti buta aksara yang masih ada di berbagai daerah, rakyat yang belum hidup tenang, dan masalah kesehatan yang belum tuntas. Ini menjadi tanda tanya, apakah Indonesia bisa mencapai visi Generasi Emas 2045?” ungkapnya.

Yusak menegaskan, jika visi besar tersebut tidak tercapai, maka perlu dipertanyakan siapa yang harus bertanggung jawab. Ia berharap dengan anggaran besar yang sudah disiapkan Presiden Prabowo, Papua Tengah bisa mendapat perhatian khusus agar ketertinggalan di sektor pendidikan bisa segera teratasi.

“Selama ini pendidikan di Papua Tengah masih tertinggal karena tidak ada yang serius mengurusnya. Kami sangat berharap pemerintah pusat melalui Presiden Prabowo dapat memberikan perhatian khusus bagi Papua Tengah,” pungkasnya.

Baca Lainnya

Ketua DPRD Kota Serang Dorong Penerapan Manajemen Talenta ASN

5 Januari 2026 - 16:50 WIB

Ketua Dprd Kota Serang Dorong Penerapan Manajemen Talenta Asn

Berani Mengangkat Perbedaan, Ragu Menyelesaikannya

20 Desember 2025 - 11:51 WIB

Berani Mengangkat Perbedaan, Ragu Menyelesaikannya

Pamitan, Ditjen PHU Persembahkan Buku Memori Kolektif 75 Tahun Kemenag Kelola Haji

16 Desember 2025 - 21:51 WIB

Penyelenggaraan Haji 2025 Menjadi Tugas Terakhir Ditjen Penyelenggaraan Haji Dan Umrah (Phu) Kementerian Agama. Mulai Tahun Depan, Tanggung Jawab Mengurus Haji Diemban Oleh Kementerian Haji Dan Umrah.
Trending di News