Menu

Mode Gelap
Komisi III DPR RI Setuju Usulan Jaksa Agung Terkait Penambahan Anggaran di Kejaksaan CBA Prediksi Prabowo Lanjutkan Efisiensi Anggaran 2026, Subsidi Energi Terancam Dipangkas Matahukum Ingatkan Satgas PKH Awasi Kemenhut Soal Tata Kelola Hutan Diduga Ada Permainan, KPK Diminta Telusuri 19 Proyek Rehabilitasi Gedung DPRD DKI Senilai Rp50,3 Miliar LAK DKI Jakarta Somasi PT MSU Selaku Developer Apartemen Meikarta Sorotan Anggaran Seragam DPR PBD, Anggota DPD RI Minta Dibuka ke Publik

Politik

Pengamat Nilai Bahlil Lahadalia Layak Dicopot dari Kabinet Prabowo


					Foto (red). Perbesar

Foto (red).

Teropongistana.com Jakarta — Pengamat politik dan hukum, Egi Hendrawan, menyoroti kiprah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang dinilainya kerap menimbulkan kegaduhan di kabinet Presiden Prabowo Subianto. Menurut Egi, Bahlil terkesan menjadi “menteri semua urusan” dan tindak-tanduknya berpotensi merugikan citra pemerintah maupun Partai Golkar.

Egi menilai sudah saatnya Presiden Prabowo mencopot Bahlil dari jabatannya, terutama setelah ramai beredar foto yang diduga memperlihatkan Bahlil tengah menikmati minuman keras mewah sambil menelepon. Harga minuman itu disebut mencapai puluhan juta rupiah per botol, sementara rakyat masih banyak yang kesulitan sekadar untuk makan, Jakarta 26 Agustus 2025.

Selain itu, kebijakan terkait gas elpiji 3 kilogram dinilai semakin membekas di ingatan masyarakat. Isu ini membuat nama Bahlil terus menjadi sorotan publik, apalagi dirinya juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar partai tua yang menempati posisi kedua pada Pemilu 2024 lalu.

Tak hanya itu, Bahlil juga diterpa isu izin tambang di Raja Ampat yang menuai polemik di tengah masyarakat. Meski Bahlil telah memberikan klarifikasi, kontroversi tetap tidak mereda.

Terbaru, beredar pula video yang memperlihatkan Bahlil berjoget bersama pengurus DPP Golkar. Aksi itu memicu kritik karena dilakukan di tengah situasi ekonomi sulit, ketika banyak rakyat berjuang hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok.

“Perilaku seperti ini melukai hati rakyat dan bisa menggerus kepercayaan publik terhadap Presiden Prabowo. Jika tidak segera diambil langkah tegas, bukan tidak mungkin Partai Golkar akan mengalami nasib serupa seperti PPP yang gagal lolos parlemen,” ujar Egi.

Egi menegaskan bahwa keputusan untuk melakukan musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) serta mencopot Bahlil dari kabinet merupakan langkah tepat demi menyelamatkan citra partai sekaligus menjaga soliditas pemerintahan.

Baca Lainnya

Tekan Money Politik, Politisi Demokrat Dorong Bawaslu Terlibat Awasi Pilkades

16 Januari 2026 - 07:52 WIB

Tekan Money Politik, Politisi Demokrat Dorong Bawaslu Terlibat Awasi Pilkades

Zulhas Didesak Pecat Anggota DPR RI Muhammad Hatta karena Tidak Amanah

15 Januari 2026 - 21:23 WIB

Zulhas Didesak Pecat Anggota Dpr Ri Muhammad Hatta Karena Tidak Amanah

Pengamat Menilai Perdebatan E-Voting Belum Menyentuh Pokok Persoalan Pilkada

15 Januari 2026 - 09:37 WIB

Pengamat Menilai Perdebatan E-Voting Belum Menyentuh Pokok Persoalan Pilkada
Trending di Politik