Menu

Mode Gelap
Matahukum : Data di Kemenhut Pintu Masuk Kejagung Gledah KPK Terkait Kasus Tambang Chaos! Alun-Alun Lebak Rp4,9 Miliar Amburadul, PUPR Diduga Cawe-Cawe Diduga Ada Backing, JAN Desak Satgas PKH Bongkar Tambang Ilegal Curugbitung–Maja 1.000 Genset ESDM–PLN Jadi Cahaya Warga Aceh Pascabencana PPBN RI–LVRI Perkuat Warisan Nilai Kejuangan 1945 Audiensi Mandek, KOMPAS-R Ultimatum Kementerian PU Soal Proyek Rp9,6 Miliar

News

Parah Bener …! Banyak Pekerjaan Rumah, Anggota DPR RI Minta Optimalkan Peran OJK


					Parah Bener …! Banyak Pekerjaan Rumah, Anggota DPR RI Minta Optimalkan Peran OJK Perbesar

LAMPUNG – Anggota Komisi XI DPR RI Junaidi Auly, turut hadir dalam acara puncak kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung. (27/10/2022).

Dalam kegiatan tersebut, Junaidi Auly menyampaikan bahwa masih terdapat Pekerjaan Rumah (PR) dalam rangka meningkatkan indeks inklusi keuangan dan indeks literasi keuangan. Berdasarkan hasil dari Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2019, indeks inklusi keuangan mencapai 76,19% dan indeks literasi keuangan baru mencapai 38,03%.

Putra asli kelahiran Lampung ini mengingatkan bahwa OJK penting melakukan berbagai inovasi program dalam rangka meningkatkan inklusi keuangan dan literasi keuangan. Peningkatan tersebut memungkinkan terjadinya sistem keuangan yang inklusif untuk mendukung sistem yang dalam dan benar-benar stabil.

Baca jugaSIKAT! Masyarakat Anti Korupsi Minta Kejagung Periksa BPDPKS

Anggota DPR RI Fraksi PKS ini berharap adanya optimalisasi peran OJK khususnya dalam pemerataan informasi keuangan sehingga melunturkan kesenjangan inklusi keuangan antar wilayah terkait berbagai jasa keuangan.

“Kegiatan Bulan Inklusi Keuangan ini diharapkan bukan sebagai agenda rutinitas semata, melainkan inklusi keuangan harus dan benar-benar hadir di tengah-tengah masyarakat, baik itu di pedesaan maupun perkotaan. Tentu dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kebutuhan inklusi keuangan dari karakteristik wilayah tersebut,” ungkap Junaidi.

Lanjut Junaidi, OJK harus memastikan bahwa setiap produk dan layanan jasa keuangan harus tersedia secara berkelanjutan dan teregulasi dengan baik. Hal ini penting dalam rangka mengantisipasi tindakan fraud yang dapat mengakibatkan kerugian bagi keuangan masyarakat dan keuangan negara.

“Penguatan inklusi keuangan dan literasi keuangan tentu dapat meminimalisir kerugian, untuk itu kolaborasi setiap stakeholder menjadi penting apalagi jika dihadapkan pada teknologi keuangan yang terus berkembang,” tutup Junaidi.

(Raja Paluta)

Baca Lainnya

Ketua DPRD Kota Serang Dorong Penerapan Manajemen Talenta ASN

5 Januari 2026 - 16:50 WIB

Ketua Dprd Kota Serang Dorong Penerapan Manajemen Talenta Asn

Berani Mengangkat Perbedaan, Ragu Menyelesaikannya

20 Desember 2025 - 11:51 WIB

Berani Mengangkat Perbedaan, Ragu Menyelesaikannya

Pamitan, Ditjen PHU Persembahkan Buku Memori Kolektif 75 Tahun Kemenag Kelola Haji

16 Desember 2025 - 21:51 WIB

Penyelenggaraan Haji 2025 Menjadi Tugas Terakhir Ditjen Penyelenggaraan Haji Dan Umrah (Phu) Kementerian Agama. Mulai Tahun Depan, Tanggung Jawab Mengurus Haji Diemban Oleh Kementerian Haji Dan Umrah.
Trending di News