Menu

Mode Gelap
Kenaikan Pangkat Luar Biasa Atlet TNI Peraih Emas SEA Games Sudah Tepat Ketua DPRD Kota Serang Sosialisasikan Normalisasi Saluran Sungai di Banten Lama Alun-Alun Rangkasbitung Terus Disorot, GMBI Minta Audit Anggaran Rp4,9 Miliar Veteran Pejuang Kemerdekaan Terima Bantuan Wali Kota Palembang DPRD Lebak Dinilai Mandul Awasi Proyek Alun-alun Matahukum : Data di Kemenhut Pintu Masuk Kejagung Gledah KPK Terkait Kasus Tambang

News

Syekh Yusri Rusydi Gabr Al-Hasani Kunjungi Al Mizan, Ini Pesan-pesannya


					Syekh Yusri Rusydi Gabr Al-Hasani Kunjungi Al Mizan, Ini Pesan-pesannya Perbesar

Teropongistana.com

MAJALENGKA – Ponpes Al-Mizan Jatiwangi, Majalengka, kedatangan Syekh Prof. Dr. Yusri Rusydi Gabr Al-Hasani dari Mesir, Sabtu (25/2). Kunjungan salah satu Syech Al Azhar Mesir yang juga Thoriqoh Yusriyyah Shiddiqiyyah Syadziliyyah Mesir itu disambut langsung oleh Pengasuh Ponpes Al Mizan KH Maman Imanulhaq.

“Sungguh berkah dan kehormatan besar bagi keluarga besar Ponpes Al Mizan Jatiwangi dikunjungi oleh Prof. Dr. Yusri Rusydi yang memiliki pengaruh luas dengan jumlah pengikut yang besar di seluruh dunia,” kata Kiai Maman kepada media.

Banyak pesan yang diberikan Syech Yusri Rusydi khususnya kepada para guru dan santri Al Mizan dalam sebuah majelis yang digelar di kediaman Kiai Maman. Kata Syech Yusri, pekerjaan mengajar di zaman seperti sekarang ini adalah tugas yang sangat agung, ganjarannya pun punya derajat yang agung yakni sebuah kemuliaan tiada tara.

“Seorang guru mengajarkan ilmu agamanya yaitu dengan niatan memberikan nasehat, yang mana kata baginda Nabi Muhammad SAW agama adalah nasehat, di antara bentuk nasehat itu adalah memberikan nasehat kepada murid-murid kita,” begitu pesan Syech Yusri.

Pesan lain yang disampaikan Syech Yusri yakni memberikan anjuran kepada para santri Al Mizan untuk selalu menjaga keluhuran akhlak. Guru Besar Ahli Bedah itu mengingatkan kembali jangan sampai manusia terjerumus mengikuti fitnah dajjal yakni ketika orang ingin memenuhi hasratnya itu dengan tak lagi peduli halal haramnya.

Baca juga: BONGKAR, Surati ke Penegak Hukum dan Jokowi Agar Lindungi Pencari Keadilan

Di dalam Islam, imbuh Syech Yusri, tidak melarang apabila umatnya ingin menjadi orang kaya. Akan tetapi apabila umat Islam ingin menjadi orang kaya maka cara mengumpulkan harta harus sesuai dengan syariat. Juga ketika manusia ingin memuaskan syahwatnya harus disalurkan dengan cara menikah, bukan dengan cara yang lain.

“Di antara ciri orang beriman adalah orang yang senantiasa menjaga auratnya, menjaga untuk tidak melakukan sesuatu perzinahan,” kata Syech Yusri.

Ia pun meminta para santri Al Mizan agar senantiasa menggunakan waktu yang kita miliki dengan sebaik baiknya karena pada hakekatnya waktu adalah hal yg paling berharga yang dimiliki, jangan sampai waktu banyak disia-siakan untuk aktivitas yang tidak bermanfaat. Syech Yusri pun menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW dalam waktu yang sangat singkat mampu mengubah dunia, hal itu tentunya karena Baginda Nabi Muhammad SAW tidak pernah menyia-nyiakan waktunya.

Untuk diketahui, selain dikenal sebagai seorang ulama, Mursyid Tarekat Syadziliyyah di Mesir ini juga dikenal sebagai seorang dokter yang setiap hari melayani orang-orang sakit, bukan hanya duduk bertapa dalam masjid. Bahkan beliau bukan hanya dokter biasa namun seorang Guru Besar Ahli Bedah. Rumahnya terbilang mewah, harta melimpah, tapi dalam saat yang sama, beliau juga sufi yang tekun dalam beribadah.

Syekh Yusri Rusydi Jabr al-Hasani memiliki nasab yang sangat mulia. Jika dirunut, nasab beliau akan sampai pada Hasan bin Ali, cucu Rasulullah SAW. Beliau berakidah Sunni mazhab Asy`ari dan dalam fikih bermazhab Syafi`i.

Baca Lainnya

Ketua DPRD Kota Serang Dorong Penerapan Manajemen Talenta ASN

5 Januari 2026 - 16:50 WIB

Ketua Dprd Kota Serang Dorong Penerapan Manajemen Talenta Asn

Berani Mengangkat Perbedaan, Ragu Menyelesaikannya

20 Desember 2025 - 11:51 WIB

Berani Mengangkat Perbedaan, Ragu Menyelesaikannya

Pamitan, Ditjen PHU Persembahkan Buku Memori Kolektif 75 Tahun Kemenag Kelola Haji

16 Desember 2025 - 21:51 WIB

Penyelenggaraan Haji 2025 Menjadi Tugas Terakhir Ditjen Penyelenggaraan Haji Dan Umrah (Phu) Kementerian Agama. Mulai Tahun Depan, Tanggung Jawab Mengurus Haji Diemban Oleh Kementerian Haji Dan Umrah.
Trending di News