Menu

Mode Gelap
Projo Banten Dukung Larangan Financial Engineering: Obat Pahit untuk Sembuhkan BUMN Norma Kabur, Gaji Hancur: Dosen Minta Negara Hadir Lewat Mahkamah Konstitusi Seminggu Usai Bertemu Jokowi, Budi Arie Kini Bersilaturahmi dengan Gibran Unggul di Texas hingga Arizona, Partai Republik Diprediksi Pepet Demokrat di Legislatif Pemkab Sorong Memiliki Tanggung Jawab Atas Kasus Dugaan Korupsi 54 Miliar PHK Massal PT CWII Sragen Jadi Potret Rapuhnya Sistem Kerja Fleksibel

Nasional

Camel Petir Adakan Pameran Dibawah Panji Kemerdekaan


					Keterangan foto : Camel Petir ikuti pameran kemerdekaan, Kamis (24/8/2023) Perbesar

Keterangan foto : Camel Petir ikuti pameran kemerdekaan, Kamis (24/8/2023)

Teropongistana.com Jakarta – Tak hanya aktif sebagai politikus, Camel Petir juga seorang penyanyi dan penggiat seni. Sebagai penggiat seni, Camel Petir tentunya sering terlibat dalam pagelaran dan petunjukan terkait kesenian.

Salah satunya, dengan menghadiri Pembukaan Pameran Dibawah Panji Kamardikan pada Rabu, 16 Agustus 2023, di Galeri North Art Space NAS, Pasar SENI Ancol, Jakarta Utara.

Pameran yang dibuka oleh Pemulia Tradisi Panji, Bapak Prof. Dr-Ing. Wardiman Djojodiningrat ini berisi Tujuh puluh delapan karya kode visual yang dihadirkan seniman dari dua puluh lima negara, merupakan kado bagi perjalanan 78 tahun Indonesia merdeka. Mereka yang akan merintis program IN.ANCOL : International Art Network Collaboration.

Dalam pameran ini pula menampilkan sebuah buku sering menceritakan perjalanan sebuah bangsa. Dibawah Bendera Revolusi (DBR), berupa kumpulan tulisan Bung Karno yang dihimpun oleh Mualif Nasution, mungkin dianggap paling ikonik dalam pemikiran politik Indonesia, sehingga buku ini sering dianggap azimat sosial. Dimiliki dalam perpustakaan keluarga sebagai barang pusaka, diperjual belikan secara fantastik sebagai barang antik, hingga dirujuk sebagai kitab kebangsaan.

Menurut Camel, kegiatan seperti ini harus digiatkan karena dapat menyulut jiwa nasionalisme, terutama di kalangan millenial.

“Dengan membenturkan artefak visual dengan pencarian ekspresi bebas para seniman mancanegara, diharapkan pameran ini dapat menjadi bahasa pergaulan antar bangsa, melalui kebersamaan, para seniman menghadirkan kode bahasa visualnya sendiri, sekaligus menyusun mosaik percakapan yang dapat dipahami bersama,” tutup Camel.

Baca Lainnya

Projo Banten Dukung Larangan Financial Engineering: Obat Pahit untuk Sembuhkan BUMN

7 Mei 2026 - 23:03 WIB

Projo Banten Dukung Larangan Financial Engineering: Obat Pahit Untuk Sembuhkan Bumn

Seminggu Usai Bertemu Jokowi, Budi Arie Kini Bersilaturahmi dengan Gibran

7 Mei 2026 - 19:56 WIB

Seminggu Usai Bertemu Jokowi, Budi Arie Kini Bersilaturahmi Dengan Gibran

Unggul di Texas hingga Arizona, Partai Republik Diprediksi Pepet Demokrat di Legislatif

7 Mei 2026 - 19:30 WIB

Pakar As: Bumn Sudah Jadi “Bumg”, Kendali Di Jokowi, Orang Prabowo Tersisih
Trending di Nasional