Menu

Mode Gelap
Damkar Kodim 0601/Pandeglang dan Masyarakat Padamkan Kebakaran di Cibaliung Aktivis Anti Korupsi: Isu Perjalanan Menteri PU Digiring Opini Tanpa Dasar Gabriel Isi Ulang Gas demi Hidup Terancam 6 Tahun Penjara dan Denda Rp60 Miliar: LBH PERADI Desak Pengadilan Koreksi Penegakan Hukum Gelar Aksi di Kejati Jatim, Ratusan Aktivis Milenial Desak Revitalisasi Kejaksaan dan Tolak Intervensi Hukum Hukum Harus Berjalan Tanpa Pandang Bulu: BEM Persatuan Indonesia Minta Lembaga Negara Sinergi Bukan Bertikai di Kasus Batu Bara Kejaksaan Agung: Hindari Spekulasi, Tunggu Hasil Penyidikan Resmi Sebelum Ambil Kesimpulan

Nasional

Camel Petir Adakan Pameran Dibawah Panji Kemerdekaan


					Keterangan foto : Camel Petir ikuti pameran kemerdekaan, Kamis (24/8/2023) Perbesar

Keterangan foto : Camel Petir ikuti pameran kemerdekaan, Kamis (24/8/2023)

Teropongistana.com Jakarta – Tak hanya aktif sebagai politikus, Camel Petir juga seorang penyanyi dan penggiat seni. Sebagai penggiat seni, Camel Petir tentunya sering terlibat dalam pagelaran dan petunjukan terkait kesenian.

Salah satunya, dengan menghadiri Pembukaan Pameran Dibawah Panji Kamardikan pada Rabu, 16 Agustus 2023, di Galeri North Art Space NAS, Pasar SENI Ancol, Jakarta Utara.

Pameran yang dibuka oleh Pemulia Tradisi Panji, Bapak Prof. Dr-Ing. Wardiman Djojodiningrat ini berisi Tujuh puluh delapan karya kode visual yang dihadirkan seniman dari dua puluh lima negara, merupakan kado bagi perjalanan 78 tahun Indonesia merdeka. Mereka yang akan merintis program IN.ANCOL : International Art Network Collaboration.

Dalam pameran ini pula menampilkan sebuah buku sering menceritakan perjalanan sebuah bangsa. Dibawah Bendera Revolusi (DBR), berupa kumpulan tulisan Bung Karno yang dihimpun oleh Mualif Nasution, mungkin dianggap paling ikonik dalam pemikiran politik Indonesia, sehingga buku ini sering dianggap azimat sosial. Dimiliki dalam perpustakaan keluarga sebagai barang pusaka, diperjual belikan secara fantastik sebagai barang antik, hingga dirujuk sebagai kitab kebangsaan.

Menurut Camel, kegiatan seperti ini harus digiatkan karena dapat menyulut jiwa nasionalisme, terutama di kalangan millenial.

“Dengan membenturkan artefak visual dengan pencarian ekspresi bebas para seniman mancanegara, diharapkan pameran ini dapat menjadi bahasa pergaulan antar bangsa, melalui kebersamaan, para seniman menghadirkan kode bahasa visualnya sendiri, sekaligus menyusun mosaik percakapan yang dapat dipahami bersama,” tutup Camel.

Baca Lainnya

Aktivis Anti Korupsi: Isu Perjalanan Menteri PU Digiring Opini Tanpa Dasar

10 Juli 2026 - 21:10 WIB

Aktivis Anti Korupsi: Isu Perjalanan Menteri Pu Digiring Opini Tanpa Dasar

Gelar Aksi di Kejati Jatim, Ratusan Aktivis Milenial Desak Revitalisasi Kejaksaan dan Tolak Intervensi Hukum

10 Juli 2026 - 15:03 WIB

Gelar Aksi Di Kejati Jatim, Ratusan Aktivis Milenial Desak Revitalisasi Kejaksaan Dan Tolak Intervensi Hukum

Kejaksaan Agung: Hindari Spekulasi, Tunggu Hasil Penyidikan Resmi Sebelum Ambil Kesimpulan

9 Juli 2026 - 21:01 WIB

Kejaksaan Agung: Hindari Spekulasi, Tunggu Hasil Penyidikan Resmi Sebelum Ambil Kesimpulan
Trending di Nasional