Menu

Mode Gelap
Pemkab Sorong Memiliki Tanggung Jawab Atas Kasus Dugaan Korupsi 54 Miliar PHK Massal PT CWII Sragen Jadi Potret Rapuhnya Sistem Kerja Fleksibel LAK DKI Jakarta Buka Posko Pengaduan Konsumen Hanania Travel Gagal Umroh Tujuannya Tekan Biaya Politik, Threshold Diusulkan Turun ke DPRD Kondisi Pilu Sri Rahayu SPPG Langkat: Masih Kritis, Belum Bisa Bergerak, Keluarga Tunggak Rp600 Juta Marwan Jafar Dorong Mabes Polri Ambil Alih Kasus Dukun Berkedok Kiai di Pati

Daerah

Sempat Gulung Tikar, Kini Cendana Kopi Hadir Dengan Wajar Baru


					Sempat Gulung Tikar, Kini Cendana Kopi Hadir Dengan Wajar Baru Perbesar

Teropongistana.com Lombok Utara – Perkembang usaha kopi di Indonesia kian hari kian pesat, mulai banyak pengusaha kopi dari  kota ke desa kian bertambah.
Banyak kedai, warung hingga coffee shop menjamur dimana-mana, sampai pada pengembangan usaha mikro dan menengah sudah digalakkan oleh pemerintah.
Ada yang unik di Kecamatan Tanjung kabupaten Lombok Utara, ada komunitas anak muda yang beranggotakan lima orang saja membentuk usaha kopi dengan konsep berjualan di tiap event komunitas. Sebagai contoh di acara musik underground, pameran lukisan sampai pada event koi show.
Menurut Nanang Noise selaku owner Cendana Kopi cara ini kami sudah jalankan sejak tahun 2009 dimana saya iseng-iseng berjualan di gigs musik kala itu. Bermodalkan termos air hangat dan kopi bubuk saya menjajalkan dagangan kopi ke para penonton event tersebut.
Mulailah sejak tahun 2010 saya mencoba mengemas produk kopi ini dalam bentuk yang lebih rapi dan memang ciri khas produk cendana kopi kala itu adalah kopi luwak yang notabene tidak ada pesaing di tahun tersebut tutur Nanang Noise.
Karena kebetulan kami memang anak komunitas dan bergantung pada komunitas akhirnya kami menjajal semua komunitas yang memang disana kami bergabung. Mulai dari musik, MTB, ikan koi, seniman lukis sampai alhamdulillah tahun ini kami bisa masuk dan berjualan di beberapa pondok pesantren karena kedekatan emosional kami dengan beberapa ustadz disana tambahnya.

Tahun 2018 sampai 2019 kami sempat gulung tikar karena ada musibah gempa yang melanda tempat produksi cendana kopi, alhamdulillah tahun 2022 kami mulai bangkit dari keterpurukan ini dan mencoba membranding cendana kopi lebih ke arah produk premium ungkap Nanang Noise.
Dimana Bumi Dipijak, Disitu Kopi Diseduh. Selagi masih ada kesempatan berbuatlah untuk orang banyak dan jangan mengharapkan bantuan orang lain karena yang bisa merubah itu adalah diri kita sendiri tambahnya.
(Nanang)

Baca Lainnya

Kejari HST Geledah 4 Lokasi, Buru Bukti Korupsi Alkes Dinkes

7 Mei 2026 - 05:43 WIB

Kejari Hst Geledah 4 Lokasi, Buru Bukti Korupsi Alkes Dinkes

Hilang Ditelan Bumi, Tiga Tersangka ASN Sorong Pasca Bebas dari Tahanan

6 Mei 2026 - 10:40 WIB

Hilang Ditelan Bumi, Tiga Tersangka Asn Sorong Pasca Bebas Dari Tahanan

GAMMA Bongkar Setoran dan Kartel Proyek di Bina Marga Banten

6 Mei 2026 - 01:29 WIB

Gamma Bongkar Setoran Dan Kartel Proyek Di Bina Marga Banten
Trending di Daerah