Menu

Mode Gelap
Soal Praktik BBM Ilegal, Wakapolda Tegaskan Itu Bersifat Personal Bukan Institusi Seminar Wawasan Kebangsaan di Nabire Teguhkan Semangat Persatuan Papua Tengah dalam Bingkai NKRI Disperindag Tangerang Hadirkan Warteksi Gemilang, Harga Sembako Disubsidi Besar Jelang May Day 2026, KBBI Soroti Ketimpangan Upah dalam Rantai Produksi Global Gawat, Dugaan Uang 1 Juta Dolar di Tangan ZA Bukti Pansus Haji Terkontaminasi PT KAI Gagal Total: Tragedi Bekasi Bukti Nyata Bobroknya Manajemen

Internasional

Malaysia Gandeng Delapan Perusahaan di PERNAS International Franchise Festival 2025


					Keterangan Foto : Kemendag RI menghadirkan Paviliun Indonesia yang menampilkan delapan perusahaan waralaba Indonesia hasil kurasi Direktorat Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif, Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag RI. Perbesar

Keterangan Foto : Kemendag RI menghadirkan Paviliun Indonesia yang menampilkan delapan perusahaan waralaba Indonesia hasil kurasi Direktorat Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif, Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag RI.

Teropongistana.com Kuala Lumpur  – Indonesia turut serta untuk pertama kalinya dalam pameran waralaba di Malaysia, yaitu PERNAS International Franchise Festival (PIFF) 2025 pada 7—9 Februari 2025 di Kuala Lumpur Convention Center, Kuala Lumpur, Malaysia.

Partisipasi Indonesia pada pameran ini difasilitasi Kementerian Perdagangan RI dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur melalui Atase Perdagangan (Atdag) Kuala Lumpur, sebagai upaya memperkuat ekspansi bisnis waralaba Indonesia di Malaysia dan kawasan Asia Tenggara.

Atdag Kuala Lumpur Aziza Rahmaniar mengatakan, keikutsertaan Indonesia dalam PIFF 2025 menunjukkan komitmen Kemendag RI dalam mengembangkan industri waralaba sekaligus memperluas peluang ekspansi ke pasar internasional.

“Partisipasi Indonesia dalam PIFF 2025 merupakan komitmen Kementerian Perdagangan RI dalam memperkenalkan lebih banyak produk unggulan Indonesia yang memiliki daya saing tinggi. Kemudian, membuka peluang kerja sama dengan mitra potensial di bisnis waralaba khususnya di Malaysia,” ujar Aziza.

Kemendag RI menghadirkan Paviliun Indonesia yang menampilkan delapan perusahaan waralaba Indonesia hasil kurasi Direktorat Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif, Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag RI. Selama tiga hari pelaksanaan PIFF 2025, tercatat total transaksi potensial Paviliun Indonesia mencapai USD 1 juta atau sekitar Rp16 miliar.

Dari delapan perusahaan waralaba, enam di antaranya bergerak di sektor kuliner, yaitu PT Baba Rafi Internasional, PT Magfood Amazy Internasional, PT Juara Roti Indonesia, PT Esteh Indonesia Makmur, PT Naga Jaya Sejahtera Indonesia, dan PT Batavia Sejahtera Indonesia. Sementara itu, dua lainnya bergerak di sektor pendidikan, yaitu PT Mitra Indonesia Cerdas dan PT LEIT Utama Indonesia.

Menurut Aziza, PIFF 2025 berhasil memberi momentum bagi dua perusahaan waralaba, yakni PT Baba Rafi dan PT Magfood Amazy Internasional, untuk melanjutkan operasi di Malaysia dengan tambahan mitra baru setelah terhenti akibat pandemi Covid-19. Hasil ini menjadi langkah positif dalam pemulihan industri waralaba akibat pandemi.

Selain itu, PIFF 2025 juga berhasil membawa PT Mitra Indonesia Cerdas, yang bergerak di sektor waralaba pendidikan, untuk memulai proyek percontohan bersama mitra lokal di Malaysia pada April 2025 mendatang.

Selain memfasilitasi partisipasi untuk PIFF 2025, Atdag Kuala Lumpur turut memfasilitasi pertemuan bisnis antara peserta pameran dari Indonesia dan PERNAS Berhad pada Sabtu, (8/2) di Paviliun Indonesia.

Upaya ini bertujuan untuk memberi wawasan lebih luas kepada pelaku usaha waralaba Indonesia tentang regulasi waralaba di Malaysia. Pertemuan ini juga dapat membuka penjajakan kolaborasi waralaba Indonesia dengan investor dan mitra lokal.

Sebagai tindak lanjut dari PIFF 2025, Kemendag akan mengadakan pertemuan secara daring yang diikuti para peserta pameran di Paviliun Indonesia, PERNAS Berhad, dan MFA.

Tujuannya, untuk mengadakan asistensi pendaftaran usaha waralaba Indonesia di Malaysia. Menurut Aziza, Malaysia sangat berpotensi menjadi negara tujuan ekspansi waralaba Indonesia.

Diaspora Indonesia yang jumlahnya banyak dan tersebar luas di Malaysia dapat memanfaatkan keberadaan waralaba Indonesia dalam keseharian mereka.

Sebagai contoh, dari sisi kuliner, kehadiran waralaba kuliner Indonesia dapat memenuhi keinginan diaspora Indonesia untuk menikmati cita rasa khas tanah air.

Selain itu, banyak warga Malaysia yang pernah berkunjung ke Indonesia ingin menikmati kembali masakan Indonesia di Malaysia. Hal tersebut menunjukkan adanya permintaan yang dapat diakomodasi waralaba Indonesia dengan membawa produk-produk Indonesia ke pasar Malaysia.

“Permintaan yang tinggi ini tentunya membuka peluang besar bagi pelaku usaha waralaba Indonesia untuk memperkenalkan dan memperluas jangkauan produk Indonesia di pasar Malaysia, khususnya sektor kuliner,” ungkap Aziza.

Dalam PIFF 2025, sebanyak 163 peserta pameran turut andil, baik dari Indonesia, Malaysia maupun negara lainnya seperti Jerman, Taiwan, Tiongkok, dan Vietnam. Pameran ini juga dihadiri lebih dari 16.000 pengunjung.

PIFF 2025 diselenggarakan PERNAS Berhad, sebuah lembaga yang membina serta mendanai pengembangan industri waralaba di Malaysia.

Pada 2024, total perdagangan Indonesia dengan Malaysia mencapai USD 22,94 miliar. Ekspor Indonesia ke Malaysia tercatat sebesar USD 12,02 miliar dan impor Indonesia dari Malaysia USD 10,92 miliar. Dengan demikian, Indonesia surplus neraca perdagangan terhadap Malaysia sebesar USD 1,11 miliar.

Baca Lainnya

Reorientasi Strategi Ekonomi di Selat Malaka

27 April 2026 - 18:20 WIB

Paradoks Jalur Urat Nadi Dunia Selat Malaka Merupakan Urat Nadi Perdagangan Global Yang Memikul Beban 25% Distribusi Komoditas Dunia, Namun Bagi Indonesia Posisi Strategis Ini Menghadirkan Paradoks Antara Kedaulatan Wilayah Dan Kemanfaatan Ekonomi. Sebagai Pemilik Garis Pantai Terpanjang, Indonesia Justru Terjebak Dalam Peran &Quot;Penjaga Gerbang&Quot; Yang Memikul Tanggung Jawab Besar Atas Keamanan Jalur Dari Ancaman Pirasi Serta Risiko Kerusakan Ekologis Akibat Limbah Kapal. Sayangnya, Beban Operasional Yang Menjadi Cost Center Bagi Apbn Ini Tidak Berbanding Lurus Dengan Keuntungan Finansial, Karena Status Selat Sebagai Jalur Pelayaran Internasional Membatasi Otoritas Negara Untuk Memungut Retribusi Langsung, Sementara Nilai Tambah Ekonomi Justru Tersedot Ke Pelabuhan Negara Tetangga Yang Memiliki Ekosistem Layanan Lebih Mapan.

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Tokyo

12 April 2026 - 22:56 WIB

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto Ke Tokyo Awal April Ini Bukan Sekedar Kunjungan Kehormatan Diplomasi Biasa Atau Sekedar Seremoni “Kulon Newun” Pemimpin Baru. Ini Bukan Merupakan Hal Yang Baru Dalam Kemitraan Ini, Indonesia-Japan Maritime Forum (Ijmf) Yang Di Luncurkan Sejak 2016 Menjadi Wadah Rutin Bagi Kedua Negara Dalam Membahas Isyu Sensitive Dan Strategis

Geopolitik di Balik Temuan Glider Jalur ALKI II

12 April 2026 - 22:09 WIB

Geopolitik Di Balik Temuan Glider Jalur Alki Ii
Trending di Internasional