Menu

Mode Gelap
Ketua Ombudsman HS Jadi Tersangka, Terima Suap Rp1,5 Miliar Tender Borongan Kemenag, Mukhsin: Buka Dokumen atau Diperiksa P3B Bongkar Dugaan Modus Korupsi Pokir, Desak KPK Usut DPRD Banten Luka Belum Pulih, Pemkab Malang Tegas Tolak Derby Jatim di Kanjuruhan 200 Ribu Hektare Rusak, Arif Rahman: Banten Tidak Boleh Terluka Semangat Membara! Halal Bihalal Demokrat Jabar Makin Solid dan Optimis Menang

Politik

Lucius Karus: Usulan Bahlil soal Pilkada Tak Langsung Tak Berdasar


					Foto (Red). Perbesar

Foto (Red).

Teropongistana.com Jakarta –  Peneliti dan Koordinator Bidang Legislasi Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus, menyoroti usulan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang menginginkan sistem Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dikembalikan ke sistem tidak langsung melalui DPRD.

Menurut Lucius, sebagai sikap politik, usulan tersebut sah-sah saja. Namun, ia menilai Bahlil tidak menyertakan alasan yang kuat dalam mengemukakan pandangannya, sehingga kesannya seperti “asal bicara”.

“Alasan bahwa Pilkada langsung menyebabkan perpecahan warga itu terdengar lucu, untuk tidak mengatakan aneh. Perbedaan pilihan dalam kontestasi politik seperti Pilkada adalah hal wajar dan sementara. Biasanya, setelah Pilkada usai, warga kembali akur,” ujar Lucius 31 Juli 2026.

Ia menambahkan bahwa perpecahan serupa juga terjadi dalam Pemilu Presiden, dan itu tidak dijadikan alasan untuk mengubah sistemnya. Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan hal yang tidak bisa dihindari dalam demokrasi, namun itu bukan berarti masyarakat benar-benar terpecah secara sosial dalam jangka panjang.

Lucius juga mempertanyakan apakah Golkar, melalui Bahlil, benar-benar berniat memperbaiki sistem atau hanya ingin mengikuti langkah partai lain seperti PKB dan Gerindra.

“Kesan yang muncul, Bahlil hanya mengekor Muhaimin yang sebelumnya menyampaikan hal serupa, dan Muhaimin pun sebenarnya mengikuti jejak Prabowo,” katanya.

Ia menilai partai-partai ini seakan ingin mencari jalan pintas dan menghindari kerumitan Pilkada langsung, bukan karena sistem tersebut buruk, tetapi karena partai ingin jalan yang lebih mudah.

“Lebih bijak jika Bahlil mendorong Fraksi Golkar untuk terlebih dahulu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Pilkada langsung sebelum menyuarakan perubahan sistem. Dengan begitu, jika nanti ada usulan revisi UU Pilkada, ada dasar argumentatif yang jelas,” imbuh Lucius.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa usulan pengembalian Pilkada ke sistem tidak langsung ini justru memperlihatkan semacam nostalgia terhadap masa Orde Baru, di mana Golkar mendominasi sistem politik nasional.

“Golkar yang kini terus mentok di posisi nomor dua dalam perolehan suara, seolah ingin mengembalikan kejayaan masa lalu. Usulan mengubah sistem Pilkada bisa jadi langkah awal sebelum mengobrak-abrik sistem lainnya demi mengulang masa kejayaan itu,” pungkas Lucius.

Baca Lainnya

Pesan Projo: Jaga Optimisme, Kurangi Debat Kusir di Tengah Tekanan Global

8 April 2026 - 20:53 WIB

Pesan Projo: Jaga Optimisme, Kurangi Debat Kusir Di Tengah Tekanan Global

Ketum Gerak 08 Kecam Pernyataan Saiful Mujani

8 April 2026 - 09:49 WIB

Aktivis 98 Sekaligus Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif (Gerak 08), Revitriyoso Husodo, Mengkritik Keras Pernyataan Pengamat Politik Saiful Mujani Yang Dinilai Berpotensi Memicu Kegaduhan Publik.

Sinergi Daerah hingga Nasional, PKB Lebak Melesat di Muscab 2026

6 April 2026 - 22:32 WIB

Sinergi Daerah Hingga Nasional, Pkb Lebak Melesat Di Muscab 2026
Trending di Politik