Teropongistana.com Jakarta — Isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang kembali mengemuka di tubuh Partai Golkar menuai respons keras dari sejumlah pengurus internal, khususnya kalangan pengusaha. Berdasarkan sumber internal yang enggan disebutkan namanya, wacana penggantian Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Umum dinilai tidak realistis dan tidak akan direalisasikan oleh Presiden Terpilih Prabowo Subianto.
Menurut sumber tersebut, Prabowo dianggap tidak memiliki keberanian untuk menggantikan sosok Bahlil yang dinilai memiliki dukungan kuat dari pengusaha, terutama di lingkaran Golkar, (1/8).
“Golkar itu isinya pengusaha semua. Zaman Prabowo, pengusaha justru banyak yang mengeluh. Proyek-proyek mandek, pemain-pemain besar pada pusing. Makanya mereka lebih nyaman dengan Bahlil,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan, kekuatan Bahlil di internal Golkar cukup solid, terutama dari kalangan kader muda yang berlatar belakang organisasi seperti HMI. Sementara tokoh-tokoh dari kelompok lain seperti PMII dinilai tak punya cukup ruang jika Bahlil tetap di atas angin.
“HMI di Golkar merapat semua ke Bahlil. Kalau Nusron (Wahid) yang dari PMII maju, kecil kemungkinan akan diberi ruang. Kecuali kalau ada kandidat lain yang lebih kompromistis,” lanjutnya.
Sumber itu juga menyebut bahwa para aktivis dan kelompok sipil yang dulu aktif di sekitar kawasan Cikini kini kehilangan momentum di bawah era Prabowo.
“Tukang-tukang demo saja pada sepi mainan. Apalagi yang biasa main proyek. Sekarang zamannya kaku. Orang Golkar banyak yang puyeng,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari DPP Partai Golkar maupun pihak Istana terkait isu ini. Namun dinamika internal partai berlambang pohon beringin itu dipastikan akan terus bergerak menjelang suksesi kepemimpinan nasional.