Menu

Mode Gelap
Sehari Menjelang Putusan Perkara Gugatan CMNP VS Hary Tanoe dan MNC KPK Siaga Bau Amis Puluhan Jutaan Dollar Anggaran Podcast YouTube DPRD Banten Rp2,3 Miliar Jadi Sorotan, KPK Diminta Turun Tangan Ariel dan Niken: Menyanyikan Kisah Dewasa Dilan dan Ancika Tinjau Pelabuhan Patimban, Kajati Jabar Apresiasi Progres Pembangunan Sesuai Target Hinca Panjaitan Apresiasi Kapolres Langkat, Kasus Viral Berakhir Damai Langkah Kejari Tangsel Tepat, Pengamat Minta Kasus Lingkungan BSD Ditangani Secara Tuntas

Politik

MUI Dukung Seruan Muhaimin: Korban Bencana Bukti Kelalaian Struktural Pejabat Publik


					MUI Dukung Seruan Muhaimin: Korban Bencana Bukti Kelalaian Struktural Pejabat Publik Perbesar

Teropongistana.com Jakarta – Majelis Ulama Indonesia menegaskan dukungan atas seruan Taubatan Nasuha (pertobatan sejati) yang disampaikan Menko PMK Muhaimin Iskandar.

Menurut MUI, seruan itu tidak berhenti pada ranah moral, tetapi merupakan peringatan keras terhadap kegagalan negara mengelola lingkungan dan mencegah bencana, Jakarta 6 Desember 2025.

MUI menilai korban jiwa dan kerugian infrastruktur akibat bencana berulang adalah “indikasi tragis kelalaian sistemik” pemerintah dalam mitigasi, penegakan hukum tata ruang, dan perlindungan kawasan resapan.

MUI menyebut kementerian yang memegang otoritas kehutanan, lingkungan, dan investasi harus menjadi sorotan utama.

Kewenangan penerbitan izin yang berdampak pada kerusakan hutan, lemahnya pengawasan kawasan lindung, dan kegagalan tata kelola disebut sebagai “faktor kausalitas utama terjadinya bencana ekologis yang membesar menjadi tragedi.”

MUI juga mengkritik sikap defensif pejabat kementerian terkait. Seruan pertobatan, kata MUI, semestinya dibaca sebagai panggilan introspeksi, bukan alasan untuk marah atau membela diri.

MUI Mendesak Langkah Konkret:
• Evaluasi dan pencabutan izin investasi di kawasan lindung yang berisiko memicu bencana.
• Penegakan hukum lingkungan tanpa pandang bulu terhadap korporasi maupun oknum perusak lingkungan.
• Penguatan anggaran mitigasi dan sistem peringatan dini.
• Penghapusan ego sektoral agar koordinasi penanggulangan bencana tidak tersendat birokrasi.
• Penyederhanaan prosedur penyaluran bantuan agar korban tidak menjadi korban untuk kedua kalinya.

MUI menutup dengan menyerukan pertobatan manajerial dan struktural secara kolektif, serta komitmen baru menjalankan amanah negara dengan integritas dan keberpihakan pada keselamatan rakyat.

Baca Lainnya

Arifki Chaniago: Pernyataan JK Bukan Cuma Sejarah, Ada Dimensi Politik Kekinian

20 April 2026 - 14:48 WIB

Arifki Chaniago: Pernyataan Jk Bukan Cuma Sejarah, Ada Dimensi Politik Kekinian

Perkuat Akar Rumput, BMI Demokrat Gelar Muscab dan Pelantikan Serentak se-Tegal Raya

17 April 2026 - 22:08 WIB

Perkuat Akar Rumput, Bmi Demokrat Gelar Muscab Dan Pelantikan Serentak Se-Tegal Raya

Pesan Projo: Jaga Optimisme, Kurangi Debat Kusir di Tengah Tekanan Global

8 April 2026 - 20:53 WIB

Pesan Projo: Jaga Optimisme, Kurangi Debat Kusir Di Tengah Tekanan Global
Trending di Nasional