Menu

Mode Gelap
Gawat, Dugaan Uang 1 Juta Dolar di Tangan ZA Bukti Pansus Haji Terkontaminasi PT KAI Gagal Total: Tragedi Bekasi Bukti Nyata Bobroknya Manajemen Sasar Peningkatan Ekonomi Kabupaten Lebak, Kemenkum Banten Sosialisasi Merek dan Perseroan Nasir Djamil: Bio Fit Tonggak Penting Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat Adde Rosi di SMAN 1 Warunggunung: Tanamkan Nilai Kebangsaan dan Harapan Pendidikan Kejati Sumsel Tetapkan 5 Tersangka Baru: Kasus Obstruction of Justice DPMD Muba dan Korupsi KUR Martapura

Internasional

Akun TikTok “Mis Yuni Your Peduli” Ungkap Dugaan Setoran Rp30 Miliar, DPR Bantah


					Foto (red). Perbesar

Foto (red).

Teropongistana.com Hong Kong — Sebuah akun TikTok bernama Mis Yuni Your Peduli menjadi perbincangan publik setelah mengungkap adanya dugaan permintaan setoran hingga Rp30 miliar dari sejumlah asosiasi perusahaan terkait proses legislasi di Baleg DPR RI.

Dalam sesi tanya jawab dengan Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Abraham Sridjaja, saat kunjungan kerja ke Hong Kong, isu ini kembali mencuat. Abraham menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mendengar adanya pungutan tersebut.

“Tidak ada satu rupiah pun. Asosiasi-asosiasi itu justru menyampaikan bahwa mereka tidak dilibatkan, hanya menerima undangan saja,” ujar Abraham. dikutip akun tiktok Mis Yuni (27/8).

Sementara itu, pihak asosiasi menilai akar persoalan justru terletak pada kewajiban setoran deposit Rp3 miliar per kawasan yang dibebankan kepada perusahaan (PT). Jika sebuah perusahaan memberangkatkan tenaga kerja ke tiga negara, maka total deposit yang wajib dibayarkan bisa mencapai Rp9 miliar.

“Permintaan deposit inilah yang selalu menjadi keluhan perusahaan. Bahkan ketua asosiasi datang langsung menyampaikan hal tersebut,” ungkap perwakilan asosiasi.

Para asosiasi berharap agar persoalan ini tidak berhenti hanya pada dialog, tetapi ada tindak lanjut dan penjelasan resmi dari pemerintah maupun DPR.

Baca Lainnya

Reorientasi Strategi Ekonomi di Selat Malaka

27 April 2026 - 18:20 WIB

Paradoks Jalur Urat Nadi Dunia Selat Malaka Merupakan Urat Nadi Perdagangan Global Yang Memikul Beban 25% Distribusi Komoditas Dunia, Namun Bagi Indonesia Posisi Strategis Ini Menghadirkan Paradoks Antara Kedaulatan Wilayah Dan Kemanfaatan Ekonomi. Sebagai Pemilik Garis Pantai Terpanjang, Indonesia Justru Terjebak Dalam Peran &Quot;Penjaga Gerbang&Quot; Yang Memikul Tanggung Jawab Besar Atas Keamanan Jalur Dari Ancaman Pirasi Serta Risiko Kerusakan Ekologis Akibat Limbah Kapal. Sayangnya, Beban Operasional Yang Menjadi Cost Center Bagi Apbn Ini Tidak Berbanding Lurus Dengan Keuntungan Finansial, Karena Status Selat Sebagai Jalur Pelayaran Internasional Membatasi Otoritas Negara Untuk Memungut Retribusi Langsung, Sementara Nilai Tambah Ekonomi Justru Tersedot Ke Pelabuhan Negara Tetangga Yang Memiliki Ekosistem Layanan Lebih Mapan.

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Tokyo

12 April 2026 - 22:56 WIB

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto Ke Tokyo Awal April Ini Bukan Sekedar Kunjungan Kehormatan Diplomasi Biasa Atau Sekedar Seremoni “Kulon Newun” Pemimpin Baru. Ini Bukan Merupakan Hal Yang Baru Dalam Kemitraan Ini, Indonesia-Japan Maritime Forum (Ijmf) Yang Di Luncurkan Sejak 2016 Menjadi Wadah Rutin Bagi Kedua Negara Dalam Membahas Isyu Sensitive Dan Strategis

Geopolitik di Balik Temuan Glider Jalur ALKI II

12 April 2026 - 22:09 WIB

Geopolitik Di Balik Temuan Glider Jalur Alki Ii
Trending di Internasional