Menu

Mode Gelap
Audiensi Mandek, KOMPAS-R Ultimatum Kementerian PU Soal Proyek Rp9,6 Miliar Wabup Lebak Akui Belum Awasi SPPG Cikulur, MBG Dinilai Menyimpang dari Perpres PPBN RI Hadiri Peringatan HUT ke-69 LVRI Transisi Penyelenggaraan Haji Dinilai Terburu-buru, SAPUHI Soroti Kesiapan Sistem dan Regulasi Kejagung Geledah Kemenhut Terkait Dugaan Korupsi IUP Nikel Konawe Utara Pergunu Nilai KH Asep Saifuddin Chalim Figur Tepat Jaga Keulamaan NU

Politik

Pengamat Sebut Jokowi Atur Skema Dua Periode Prabowo – Gibran


					Keterangan Foto : Pesiden Prabowo Subianto dengan mantan Presiden Jokowi. Perbesar

Keterangan Foto : Pesiden Prabowo Subianto dengan mantan Presiden Jokowi.

Teropongistana.com Jakarta – Pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang disebut-sebut meminta relawannya mendukung pasangan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka untuk melanjutkan dua periode pemerintahan menuai kritik tajam.

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menilai pernyataan tersebut tidak konsisten dan sarat kepentingan politik.

“Raja Jawa (Jokowi -red) mulai ngibul lagi. Dia menyebut mendukung sejak awal Prabowo-Gibran dua periode. Padahal, jika bicara skenario politik, banyak hal bisa berubah,” kata Jerry, Minggu, 21 September 2025.

Jerry mengurai beberapa kemungkinan peta politik ke depan. Pertama, apabila terjadi pemakzulan, maka sebelum periode Gibran berakhir, ia sudah akan turun lebih dulu. Kedua, Prabowo diprediksi tak lagi berpasangan dengan Gibran.

Nama-nama seperti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Sufmi Dasco Ahmad, Anies Baswedan, hingga skenario Prabowo-Puan Maharani bila ada kesepakatan Gerindra–PDIP disebut sebagai opsi potensial.

Skenario ketiga, lanjut Jerry, Gibran bisa saja mencari kendaraan politik baru.
“Ada kemungkinan Gibran menumpang di PSI yang identik dengan Partai Gajah,” katanya.

“Ia bahkan bisa digadang-gadang berduet dengan mantan Bupati Purwakarta sekaligus Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi,” jelas dia menambahkan.

Jerry juga menyinggung dinamika politik di Solo yang menurutnya berperan dalam mengiringi isu tersebut.
“Kemarin ada demo, saya kira geng Solo ikut bermain,” tuturnya.

“Setelah gagalnya upaya kudeta terhadap Prabowo, muncul pernyataan Jokowi yang mengaku sejak awal menginstruksikan relawannya mendukung Gibran dua periode bersama Prabowo,” ungkap dia.

Lebih jauh, Jerry menilai kemampuan Gibran belum mumpuni untuk kembali mendampingi Prabowo.

“Kalau melihat kualitas dan kapasitasnya, Gibran lebih sering hanya memantau kondisi pasar,” ucapnya.

“Tak ada kelebihan dan keahlian yang signifikan, sehingga sulit mengimbangi Presiden Prabowo,” tegasnya.

Ia pun menyindir rekam jejak Jokowi sejak proyek mobil Esemka hingga kini yang menurutnya penuh kontroversi.

“Ucapan Jokowi makin sulit dipercaya akademisi, kecuali oleh mereka yang buta huruf atau otaknya kosong. Mereka yang tetap percaya hanya akan menelan mentah-mentah setiap omongan sang ‘Raja Jawa’,” tutup Jerry. (Jum/Red)

Baca Lainnya

Pakar Politik Sebut Pilkada Tak Langsung Perlemah Demokrasi

25 Desember 2025 - 19:03 WIB

Pakar Politik Sebut Pilkada Tak Langsung Perlemah Demokrasi

Camelia Petir Tekankan Kekompakan di Puncak HUT ke-1 dan Seminar Nasional

14 Desember 2025 - 12:55 WIB

Camelia Petir Tekankan Kekompakan Di Puncak Hut Ke-1 Dan Seminar Nasional

Pengamat Ungkap Sinyal Parpol Lain Agar Nyalakan Lampu Sen

10 Desember 2025 - 09:06 WIB

Dugaan Musda Golkar Dpd Hanya Seremonial, Keputusan Ada Di Ujung Telunjuk Bahlil?
Trending di Politik