Menu

Mode Gelap
Program MBG Gerus Anggaran Pendidikan, BGN Sebut Hanya Menjalankan Tugas Kasus Tukang Es Kemayoran Diduga Dianiaya Oknum TNI-Polri, Pakar Hukum Minta Diproses Hukum Hakim Beraroma Partai Menyeret MK ke Jurang Krisis Legitimasi Publik Mekanisme Penegakan Hukum di Laut: PP No. 13 Tahun 2022 Tidak Dapat Dilaksanakan Polri di Bawah Kementerian, PROJO Sebut Akan Buka Peluang Cawe-cawe Struktural Dave Laksono: Iuran 1 Miliar Dolar untuk Dewan Perdamaian Sudah Dievaluasi Matang

Politik

Jelang Rakernas VII, Projo Tegaskan Selalu Setia di Garis Rakyat


					Keterangan foto : Rakernas VII Projo, Sabtu (11/10/2025) Perbesar

Keterangan foto : Rakernas VII Projo, Sabtu (11/10/2025)

Teropongistana.com Jakarta – Projo bersiap menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) VII pada 25–26 Oktober 2025 di Jakarta. Kali ini, mereka tak hanya datang membawa agenda politik melainkan juga sebuah pesan ideologis: “Selalu Setia di Garis Rakyat.”

Tema ini bukan sekadar slogan acara. Bagi para relawan yang selama lebih dari satu dekade berdiri bersama pemerintahan, ia adalah penegasan arah perjuangan: Projo tetap memilih rakyat sebagai kompas utama.

“Sejak awal kami berdiri, Projo tidak pernah bergeser sejengkal pun dari garis perjuangan rakyat,” ujar Zulhamedy Syamsi, perwakilan Projo Banten, dalam pernyataannya kepada media.

Momentum Konsolidasi Nasional

Rakernas kali ini menjadi ruang penting untuk menyatukan langkah dan menyolidkan barisan relawan dari seluruh Indonesia.

Menurut Zulhamedy, agenda utama bukan sekadar pembahasan teknis organisasi, melainkan refleksi kolektif terhadap peran gerakan relawan dalam arah pemerintahan ke depan terutama dalam mendukung kepemimpinan Prabowo Subianto.

“Projo mendukung sepenuhnya setiap kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat. Kita ingin memastikan pembangunan nasional benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Gerakan yang Menolak Melupakan Akar

Bagi Projo, menjadi “setia di garis rakyat” berarti menolak terjebak dalam euforia kekuasaan.

Gerakan ini lahir dari energi relawan, bukan dari ruang rapat elit. Zulhamedy menyebut, Projo akan terus memainkan peran sebagai “jembatan aspirasi” rakyat mendengar suara bawah, lalu memastikan suara itu sampai ke pusat kebijakan.

“Setia di Garis Rakyat bukan jargon politik. Ini panggilan perjuangan,” ujarnya.

Menuju Indonesia Emas 2045

Dalam konteks nasional, Rakernas VII ini juga dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi dukungan terhadap program besar pemerintah menuju Indonesia Emas 2045.

Projo ingin memastikan bahwa cita-cita besar itu tidak hanya menjadi milik segelintir elit, tapi benar-benar tumbuh dari akar rakyat.

“Kami ingin pembangunan nasional menjadi milik semua orang  dari nelayan, petani, buruh, hingga pelajar,” kata Zulhamedy.

Gerakan relawan kerap diuji di masa transisi kekuasaan apakah akan larut dalam kemapanan atau tetap menjadi pengingat. Melalui Rakernas VII, Projo tampaknya memilih jalannya: menjadi penegas arah perjuangan, bukan sekadar pendamping kekuasaan.

“Setia di Garis Rakyat” mungkin terdengar sederhana. Tapi dalam dunia politik yang cepat berubah, kesetiaan pada akar rakyat justru menjadi kompas paling langka.

Baca Lainnya

Anton Sukartono Persiapkan Struktur Partai Sebelum Tahun Politik Tiba, Jangan Tunggu Perang Mulai

25 Januari 2026 - 22:08 WIB

Anton Sukartono Persiapkan Struktur Partai Sebelum Tahun Politik Tiba, Jangan Tunggu Perang Mulai

Tekan Money Politik, Politisi Demokrat Dorong Bawaslu Terlibat Awasi Pilkades

16 Januari 2026 - 07:52 WIB

Tekan Money Politik, Politisi Demokrat Dorong Bawaslu Terlibat Awasi Pilkades

Zulhas Didesak Pecat Anggota DPR RI Muhammad Hatta karena Tidak Amanah

15 Januari 2026 - 21:23 WIB

Zulhas Didesak Pecat Anggota Dpr Ri Muhammad Hatta Karena Tidak Amanah
Trending di Politik