Teropongistana.com, Jakarta – Banjir rob kembali menyapa wilayah Jakarta Utara dalam beberapa hari terakhir, seolah mengingatkan bahwa laut memang punya hak cipta atas daratan tertentu. Salah satu titik yang menerima “kunjungan musiman” tersebut adalah area Pantai Marina Ancol.
Air laut yang naik dengan percaya diri meluap hingga jalur kendaraan—namun tenang, Ancol memastikan semuanya terkendali. Tepatnya, terkendali di bagian yang tidak dijadikan kolam dadakan.
Menurut pihak pengelola, berbagai langkah mitigasi sudah dilakukan sejak awal musim pasang. Mulai dari pompa air yang bekerja tanpa cuti, hingga tim teknis yang memantau situasi secara real-time, seperti memantau harga saham—naik sedikit langsung deg-degan.
“Dampak banjir terbatas hanya di area Marina saja,” begitu kira-kira penjelasan resmi yang disampaikan. Artinya, jika Anda kebetulan ingin berjalan-jalan, berenang, atau sekadar berlayar di area yang bukan Marina, Anda resmi aman.
Tetap Buka, Karena Libur Tak Boleh Banjir
Meski rob datang tanpa reservasi, Ancol tetap menjalankan operasional seperti biasa. Pengunjung disebut tetap bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman, sepanjang tidak berusaha memarkir mobil langsung di permukaan air.
Untuk kenyamanan maksimal, masyarakat diminta masuk melalui Gerbang Barat (06.00–18.00 WIB) dan Gerbang Timur (05.00–23.00 WIB). Jam buka yang berbeda ini tampaknya menjadi upaya elegan agar air laut segan mengganggu.
Ancol juga menegaskan komitmennya untuk menjaga kenyamanan pengunjung. Karena tentu saja, di tengah daratan yang makin sering basah, kenyamanan tetaplah sebuah cita-cita nasional.
Akhir kata, jika Anda ingin merasakan sensasi pantai yang semakin dekat dengan daratan, Marina Ancol mungkin sedang menawarkan pengalaman “waterfront” yang sangat literal. Namun tenang—semua dalam kontrol, sejauh yang tidak kebanjiran. (Stn)












