Menu

Mode Gelap
Hadir di Tanah Adat, Bulog Pastikan Pangan Tersedia Jelang Tradisi Mangkir 3 kali Panggilan,Terpidana Pencucian Uang Akhirnya Ditangkap Kajari Jakpus Perkuat Akar Rumput, BMI Demokrat Gelar Muscab dan Pelantikan Serentak se-Tegal Raya Front Mahasiswa Anti Korupsi Desak KPK Periksa Wali Kota Samarinda Terkait Anomali Anggaran Mobil Dinas SARBUPRI Sumatera Selatan Gelar Aksi Pra May Day 2026, Tuntut Pembentukan Dewan Pengupahan Kabupaten/Kota Bukan Koruptor, Tapi Korban Permainan Elit

Nasional

Mantap, Kejari Jakut Berhasil Amankan Ate Apriyanti Terpidana Kasus Kredit Fiktif Bank BRI


					Keterangan foto : Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara (Jakut) berhasil melakukan penangkapan atau ekseskusi terhadap seorang terpidana atas nama Ate Apriyanti, Jumat (16/1/2026) Perbesar

Keterangan foto : Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara (Jakut) berhasil melakukan penangkapan atau ekseskusi terhadap seorang terpidana atas nama Ate Apriyanti, Jumat (16/1/2026)

Teropongistana.com Teropongistana.com Jakarta – Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara (Jakut) berhasil melakukan penangkapan atau ekseskusi terhadap seorang terpidana atas nama Ate Apriyanti. Dia yang merupakan Mantri KUPEDES dalam kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) kredit fiktif pada Bank Rakyat Indonesia (Bank BRI), Rabu (14/1/2026).

Kepala Kejakaaan Negeri (Kajari) Jakarta Utara Dr. Syahrul Juaksa Subuki, S.H., M.H., melalui Plh Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Wahyu Oktaviandi, S.H., M.H., mengatakan, pada saat perkaranya sedang disidik oleh Penyidik Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Jakarta Utara, Ate Apriyanti melarikan diri.

“Sehingga perkaranya kemudian disidangkan secara in absentia. Berdasarkan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 33/Pid.Sus-
TPK/2025/PN Jkt.Pst tanggal 11 Juni 2025, Terpidana Ate Apriyanti diputus bersalah melakukan tindak pidana korupsi,” ujar Wahyu dalam keterangan pers tertulisnya, Rabu (14/1/2026).

Wahyu menambahkan, Ate Apriyanti melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan dijatuhi pidana penjara selama 4 tahun, serta pidana denda sebesar Rp100 juta, dan menjatuhkan pidana tambahan kepada Terpidana Ate Apriyanti berupa kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp2,010 miliar.

“Setelah putusan berkekuatan hukum tetap atau inkrah, Kejari Jakarta Utara terus melakukan pencarian terhadap terpidana, selanjutnya setelah menjadi DPO selama 1 tahun 3 bulan,” jelas Wahyu.

Wahyu juga menjelaskan, kemudian pada hari Rabu tanggal 14 Januari 2026 mendapatkan informasi bahwa Terpidana berada di daerah Bogor, kemudian Tim Kejaksaan Negeri Jakarta Utara melakukan pemantauan, dan diketahui bahwa benar Terpidana berada di di Kp. Jl. Gadog Sisi No. RT 02/09, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

“Selanjutnya pada Pukul 19.22 WIB, Tim Seksi Tindak Pidana Khusus bersama-sama dengan Tim Seksi Intelijen Kejari Jakarta Utara telah berhasil mengamankan terpidana Ate Apriyanti, terangnya.

Saat dilakukan pengamanan terhadap DPO atas nama Ate Apriyanti, ujar Wahyu seraya menambahkan yang bersangkutan bersikap kooperatif dan tidak melakukan perlawanan selama proses pengamanan berlangsung.

“Setelah berhasil mengamankan Terpidana Ate Apriyanti, Tim Seksi Tindak Pidana Khusus dan Tim Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Jakarta Utara kemudian membawa terpidana Ate Apriyanti ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pondok Bambu, Jakarta Timur,” tandasnya.

Jaksa Eksekutor Kejari Jakarta Utara selanjutnya melaksanakan eksekusi pidana badan terhadap terpidana Ate Apriyanti dengan menyerahkannya ke pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pondok Bambu.

Baca Lainnya

Mangkir 3 kali Panggilan,Terpidana Pencucian Uang Akhirnya Ditangkap Kajari Jakpus

17 April 2026 - 23:08 WIB

Mangkir 3 Kali Panggilan,Terpidana Pencucian Uang Akhirnya Ditangkap Kajari Jakpus

Dugaan Pemalsuan Dokumen, Korban Pailit Laporkan Tim Kurator ke Polisi

17 April 2026 - 10:13 WIB

Dugaan Pemalsuan Dokumen, Korban Pailit Laporkan Tim Kurator Ke Polisi

Bantah Rekomendasi Parpol, Pansel Ombudsman Prof Erwan: Kami Tak Tahu Kasus Lama

16 April 2026 - 22:08 WIB

Bantah Rekomendasi Parpol, Pansel Ombudsman Prof Erwan: Kami Tak Tahu Kasus Lama
Trending di Hukum