Teropongistana.com Jakarta – Penyanyi dan publik figur Camel Petir menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus yang menimpa sahabatnya, Aurelia Moreman. Bagi Camel, peristiwa ini bukan sekadar berita, tetapi cermin nyata bahwa banyak perempuan masih menyimpan luka dalam diam.
Menurut Camel, buku Broken Strings yang menginspirasi Aurelia membawa pesan kuat tentang pentingnya keberanian untuk berbicara.
“Diam tidak selalu berarti kuat. Kadang diam justru membuat luka semakin dalam. Berani bersuara adalah langkah pertama untuk menyelamatkan diri,” ujar Camel, Jum’at (16/1/2026).
Ia menegaskan bahwa kasus seperti ini tidak boleh lagi dianggap tabu. Banyak korban memilih bungkam karena takut dihakimi, takut tidak dipercaya, atau merasa sendirian. Padahal, dukungan lingkungan adalah kunci pemulihan.
“Pelajaran terbesar dari Broken Strings adalah: rasa sakit tidak perlu ditanggung sendirian. Kita berhak mencari keadilan, berhak didengar, dan berhak pulih,” tambahnya.
Camel berharap masyarakat mulai mengubah cara pandang terhadap korban. Bukan menghakimi, melainkan merangkul. Bukan menyalahkan, melainkan mendengarkan.
“Kasus ini membuka mata kita semua bahwa kekerasan emosional maupun fisik bisa terjadi di sekitar kita. Jangan lagi bertanya ‘kenapa baru bicara sekarang’, tapi tanyalah ‘apa yang bisa kita bantu hari ini’.” tegasnya
Melalui rilis ini, Camel Petir mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk tidak takut speak up, mencari pertolongan, dan saling menguatkan.
“Seperti senar yang putus dalam Broken Strings, hidup memang bisa retak. Tapi dengan keberanian dan dukungan, kita bisa merangkainya kembali menjadi melodi yang lebih kuat,” tutup Camel. (Rohim)












