Menu

Mode Gelap
Kasus Sri Rahayu Buktikan Perlindungan Pekerja MBG Masih Diabaikan Pengelola CBA Bongkar Bisnis “Centeng” Pejabat: Honor Pengawal Gubernur Maluku Utara Capai Rp660 Juta Mata Hukum Desak Rudy Susmanto Tindak Tegas Dugaan Jual Beli Jabatan di Daerah Pastikan Transparan dan Adil, Dindikbud Lebak Matangkan Tahapan SPMB City Diterpa Cedera, Rodri Terancam Absen Saat Perburuan Gelar Memanas Bank BJB dan Bank Banten Pererat Silaturahmi dan Kerja Sama Antar Bank Daerah

Olahraga

Inter Tersingkir, Sacchi Sebut Alarm Bahaya untuk Serie A


					Inter Milan Perbesar

Inter Milan

Teropongistana.com Jakarta – Tersingkirnya Inter Milan dari Liga Champions oleh klub Norwegia, Bodo/Glimt, langsung mengguncang jagat sepak bola Eropa. Kekalahan tersebut tidak hanya dipandang sebagai kegagalan pertandingan semata, tetapi juga pukulan terhadap reputasi sepak bola Italia yang dinilai sedang mengalami penurunan kualitas.

Legenda kepelatihan Italia, Arrigo Sacchi, menilai hasil ini sebagai tanda bahaya bagi Serie A. Menurutnya, sulit diterima ketika klub dengan kekuatan finansial besar dan materi pemain papan atas bisa dikalahkan tim dengan kemampuan belanja jauh lebih kecil.

Inter harus mengakhiri langkahnya setelah tumbang 1-2 di San Siro, membuat agregat menjadi 2-5. Kekalahan di hadapan publik sendiri itu terasa semakin menyakitkan karena Nerazzurri sebelumnya lebih difavoritkan untuk lolos.

Dalam tulisannya di media Italia, Sacchi mengaku memperkirakan Inter akan melaju. Ia melihat tiga faktor yang seharusnya menjadi keunggulan: kualitas teknik pemain, performa yang cukup stabil di bawah pelatih Cristian Chivu, serta dukungan penuh suporter tuan rumah. Namun kenyataannya berbeda.

Ia menilai seluruh logika tersebut runtuh di lapangan. Jika dibandingkan dari nilai skuad, pemasukan klub, hingga kapasitas finansial, hasil pertandingan tersebut terbilang mengejutkan.

Sacchi kemudian menyoroti persoalan yang lebih besar. Menurutnya, dominasi di kompetisi domestik tidak lagi menjamin kekuatan di Eropa. Inter memang memimpin Serie A dengan selisih poin yang nyaman, tetapi terlihat rapuh ketika menghadapi kompetisi internasional.

Ia juga mengkritik performa Inter sejak fase grup. Setelah sempat meraih empat kemenangan beruntun, performa mereka menurun di akhir fase sehingga harus melewati jalur play-off yang lebih berisiko.

Kini, harapan Italia tersisa pada Juventus dan Atalanta. Juventus dituntut membalikkan keadaan usai kalah telak 2-5 dari Galatasaray, sedangkan Atalanta harus mengejar defisit dua gol dari Borussia Dortmund. Jika keduanya gagal, maka wakil Italia dipastikan tanpa prestasi berarti di Liga Champions musim ini.

Baca Lainnya

City Diterpa Cedera, Rodri Terancam Absen Saat Perburuan Gelar Memanas

22 April 2026 - 12:20 WIB

City Diterpa Cedera, Rodri Terancam Absen Saat Perburuan Gelar Memanas

ROKET FC Kirim Tiga Wakil ke Timnas Putri Senior, Bukti Sukses Pembinaan

19 April 2026 - 08:25 WIB

Roket Fc Kirim Tiga Wakil Ke Timnas Putri Senior, Bukti Sukses Pembinaan

Jerry Hermawan Lo: Hentikan Nestapa Atlet

18 April 2026 - 18:41 WIB

Jerry Hermawan Lo: Hentikan Nestapa Atlet
Trending di Headline