Menu

Mode Gelap
Paradoks Pendidikan Tinggi: Dosen Dituntut Berprestasi, Kesejahteraan Belum Terpenuhi Polda Kepri dan BGN Ungkap Penipuan Titik SPPG: Program MBG Gratis, Tidak Ada Transaksi Jual Beli Hanya 1 Tahun 4 Bulan!” Rieke Murka, Vonis Bos Terra Drone Dinilai Lecehkan 22 Nyawa Korban Permen PKP 5/2025 Dinilai Pihakkan Kelas Menengah, Buruh UMP Malah Gigit Jari Polsek Sorong Barat Tangkap IMK, Terlibat Curanmor, Begal dan Pengeroyokan di Kota Sorong Modus Gunakan Izin Resmi untuk Bauksit Ilegal, Kejagung Ungkap Kebocoran Negara

Internasional

Perang AS-Iran Tak Imbang, Jerry Massie: Iran Pincang, AS Siapkan 50 Ribu Pasukan


					Keterangan foto : Dr Jerry Massie, Selasa (7/4/2026) Perbesar

Keterangan foto : Dr Jerry Massie, Selasa (7/4/2026)

Teropongistana.com JAKARTA – Potensi konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran kembali menjadi sorotan tajam di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah. Menilai perbandingan kekuatan militer kedua negara, Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Dr. Jerry Massie, PhD, menegaskan bahwa kekuatan militer Amerika Serikat jauh di atas Iran.

Jerry Massie menyoroti bahwa Amerika Serikat merupakan negara dengan kekuatan militer terkuat di dunia, baik di darat, laut, maupun udara.

“Perang antara Amerika dan Iran, dari segi kekuatan militer, sebetulnya tak berimbang. Amerika memiliki Delta Force sebagai pasukan darat terbaik dunia, Navy Seals sebagai pasukan laut terkuat, dan armada udara tercanggih seperti pembom B2 Spirit, B21, F-22 Raptor, F-35, dan F-111,” ujar Dr. Jerry Massie, PhD, dalam keterangannya, Senin.

Ia menambahkan, Iran hanya mengandalkan modal nekat dan semangat juang. Sejak kematian pemimpin mereka Ali Khamenei, sudah tercatat 55 pemimpin Supreme Leader dan para jenderal militer Iran tewas akibat serangan Israel-AS, menunjukkan betapa rentannya Iran di hadapan kekuatan gabungan tersebut.

“Iran masih kalah kelas dengan Amerika. Dalam potensi perang ini, Amerika telah menunjukkan taringnya pada dunia bahwa mereka memiliki kekuatan militer terbaik di jagat ini,” tegas Jerry.

Kekuatan Militer AS yang Menggentarkan

Jerry Massie menjabarkan keunggulan militer AS secara rinci:

– Siber: Amerika Serikat adalah pemimpin nomor 1 di dunia siber.
– Pasukan Elit: Pasukan elit Delta Force merupakan yang terbaik di dunia.
– Angkatan Udara: Pembom seperti B-2 Spirit tak bisa terdeteksi radar musuh. B-2 Spirit mampu terbang 11 ribu KM dan membawa 16 bom nuklir, dengan nilai satu pesawat mencapai Rp 35 triliun. Selain itu, ada juga pesawat pembawa bom Doomsday yang sangat ditakuti.

– Angkatan Laut: Memiliki pasukan terbaik dunia Navy Seals, serta dua kapal induk terbesar dan tercanggih, Gerald R. Ford dan Abraham Lincoln.

– Rudal dan Pertahanan: AS memiliki sistem penghalau rudal canggih seperti Helios, serta berbagai rudal presisi tinggi untuk kebutuhan pertahanan dan ofensif, meliputi anti-tank (Javelin), pertahanan udara (Patriot, THAAD, RIM-174 SM-6, FIM-92 Stinger), rudal jelajah (Tomahawk), dan rudal balistik (Minuteman III, PrSM).

“Amerika juga punya alat penghalau rudal Iran yakni Helios dan memproduksi berbagai rudal canggih yang terkenal dengan presisi tinggi,” tambahnya.

Perbandingan dengan Militer Iran

Menurut Global Firepower Index, kekuatan militer Iran menempati peringkat ke-14 dunia, dengan Artesh, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), dan Komando Penegakan Hukum (LEC) sebagai tiga cabang utama. Iran memiliki sekitar 610.000 personel aktif dan 350.000 cadangan.

Namun, Jerry menyoroti bahwa kekuatan laut Iran sudah sangat melemah. “Sekitar 160 kapal perang Iran telah dihancurkan oleh Amerika Serikat dan Israel. Kekuatan militer Iran sudah berkurang 60-70 persen, jadi mereka sekarang pincang dan lumpuh,” jelas Jerry.

Meskipun Angkatan Udara Iran memiliki 551 pesawat tempur, helikopter, dan Angkatan Darat memiliki ribuan tank serta artileri, Angkatan Laut Iran tidak memiliki kapal induk atau kapal perusak, hanya mengandalkan kapal selam, korvet, dan kapal patroli.

Jerry Massie memprediksi Amerika Serikat akan segera menguasai Selat Hormuz. “Saya kira Amerika akan menguasai dan merebut Selat Hormuz pekan ini atau pekan depan. Ada 50 ribu pasukan sudah disiapkan di pangkalan militer Amerika di Qatar, Kuwait, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, dan Oman,” kata Jerry.

Serangan tersebut, lanjutnya, akan dikawal oleh pesawat tempur Israel dan drone, serta pasukan Navy Seals yang diluncurkan dari kapal induk Gerald Ford, George Bush, dan Abraham Lincoln.

Baca Lainnya

Minta Damai Ditolak Trump, Iran Terdesak Ekonomi Hancur dan Industri Lumpuh

30 April 2026 - 18:12 WIB

Minta Damai Ditolak Trump, Iran Terdesak Ekonomi Hancur Dan Industri Lumpuh

Reorientasi Strategi Ekonomi di Selat Malaka

27 April 2026 - 18:20 WIB

Paradoks Jalur Urat Nadi Dunia Selat Malaka Merupakan Urat Nadi Perdagangan Global Yang Memikul Beban 25% Distribusi Komoditas Dunia, Namun Bagi Indonesia Posisi Strategis Ini Menghadirkan Paradoks Antara Kedaulatan Wilayah Dan Kemanfaatan Ekonomi. Sebagai Pemilik Garis Pantai Terpanjang, Indonesia Justru Terjebak Dalam Peran &Quot;Penjaga Gerbang&Quot; Yang Memikul Tanggung Jawab Besar Atas Keamanan Jalur Dari Ancaman Pirasi Serta Risiko Kerusakan Ekologis Akibat Limbah Kapal. Sayangnya, Beban Operasional Yang Menjadi Cost Center Bagi Apbn Ini Tidak Berbanding Lurus Dengan Keuntungan Finansial, Karena Status Selat Sebagai Jalur Pelayaran Internasional Membatasi Otoritas Negara Untuk Memungut Retribusi Langsung, Sementara Nilai Tambah Ekonomi Justru Tersedot Ke Pelabuhan Negara Tetangga Yang Memiliki Ekosistem Layanan Lebih Mapan.

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Tokyo

12 April 2026 - 22:56 WIB

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto Ke Tokyo Awal April Ini Bukan Sekedar Kunjungan Kehormatan Diplomasi Biasa Atau Sekedar Seremoni “Kulon Newun” Pemimpin Baru. Ini Bukan Merupakan Hal Yang Baru Dalam Kemitraan Ini, Indonesia-Japan Maritime Forum (Ijmf) Yang Di Luncurkan Sejak 2016 Menjadi Wadah Rutin Bagi Kedua Negara Dalam Membahas Isyu Sensitive Dan Strategis
Trending di Internasional